Showing posts with label lecture. Show all posts
Showing posts with label lecture. Show all posts

Friday, January 1, 2016

Nostalgic Shock

Ketika diri ini dibuat sadar, bahwa yang selalu hadir kini tak terlihat lagi rimbanya, bahwa yang senantiasa mengajak tertawa tak tampak lagi di mata, bahwa rekan-rekan seperjuangan-berdarah-lima-tahun telah pergi menjemput masa depan masing-masing, menjauhi titik yang mempertemukan kita, aku tepekur. Di siang bolong, dibuat rindu sedikit sendu. Bersama ijazah PROPTI di tangan, lengkaplah sudah jejak-jejak konyol memenuhi kepala. And, sebagaimana selanjutnya, aku yang menye-menye mulai mengulang satu demi satu kronologi. Secepat kilat menyambar bumi, secepat itu pulalah kenangan membanjiri memori. Menghanyutkan hati, melarutkan sanubari.

Menancapkan syukur lebih dalam pada Ilahi.

Tiap periode memiliki cerita indahnya sendiri-sendiri. Maka senanglah aku, saat kamera waktuku tak salah memilih albumnya yang baru. Rasa-rasa yang kita cicipi, jadilah semuanya jepretan terbaik sampai hari ini. Proud to be part of you, gays. Percayalah, semalu-maluin apapun itu, selalu ada gue coy, yang berbaik hati tak tahu malu bangga-banggain kalian. Huahahaha.



Terima kasih atas tahun-tahun yang menyusahkan, namun ceria. Terima kasih karena tak henti-hentinya direpotkan; alhamdulillah banyak makanan. Terima kasih juga buat RAN, yang mengiringi kedatangan kalian dengan Pandangan Pertama-nya, dan... kebetulan beud, turut menutup lembaran dongeng kita dengan serangkaian syairnya yang gak nahan:

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati



Waktu menyatukan, waktu bisa pula memisahkan. Semoga kita tetap dipersatukan, semakin dikokohkan, hingga akhirnya dipertemukan kembali di momen-momen yang lebih tampan. Aamiin. 

Sampai jumpa lagi, makhluk-makhluk astral! Jangan lemes mulu, bray! XD

Wednesday, April 16, 2014

21 Potong Kata Pengantar

Allah SWT, atas nikmat dan kasih sayang-Nya yang terus menerus tercurah pada penulis, meskipun penulis tidak pernah meminta ataupun luput mensyukurinya.

Saturday, October 5, 2013

Absteak

Berikut adalah cerita jaman semester 5. Dimana ada 2 orang songong, yang dengan songong, menjadikan ujian Riset Operasi sebagai ajang untuk mendapatkan kesempatan makan gratis. Sebutlah mereka Kau dan Aku. Jadi, kesepakatannya adalah: jika Kau berhasil memperoleh nilai sekian, Aku yang traktir. Tapi Kau yang akan berbalik traktir kalau terjadi sebaliknya.

Steak dong bawaannya. Gw yang ngetik aja langsung berasa iler ini mau jatoh dari mulut.
*mahasiswa kelaparan abadi*



Sebuah feeling luar biasa melesat ketika proses pembuatan suatu laporan praktikum sehingga gw salah mengetikkan kata "ABSTRAK" menjadi "ABSTEAK". Tahukah Anda, kalau setelah itu semua, Seseorang berhasil melahap tenderloin double tanpa bayar?

Tuhan itu tidak pernah berhenti menyayangi hamba-Nya. Percayalah. Hahahaha.

*remembering 2 Rempongs*

Wednesday, April 17, 2013

Tema Kontroversial

Ahmad : Malem sobat.. Share yuk...
Apa sih yang jadi masalah dalam perkuliahan atau di luar perkuliahan yang sering dihadapi oleh kebanyakan mahasiswa??
Mohon ungkapkan bagi kalian yg punya masalah.. nanti kita sharekan bareng2 solusinya... Tq

Putra : Tidak adanya ruang bagi mahasiswa yang ingin melakukan riset

Ahmad : Terus ada lagi? yang ada di intern mahasiswa bro...

Gw : masalah mahasiswa kebanyakan adalah (1) niat tidak sesuai dengan prodi tempatnya kuliah (baca : nyasar) dan (2) memulai. mulai buka Google, mulai searching tugas, mulai baca buku.... pasti maaaaleeeees banget. yg ini punya hubungan kausal dengan poin pertama. dan ini jg yg membedakan mhs bermanajemen waktu baik dengan yg gak.

Ahmad : Febrasari Almania mantapks.. mewakili mahasiswa ilkom.. hehe terus apa lagi broo??

Angger : nggak pake "ks" jga kali mad, koyo merek kecap wae kecap cap KS

Ahmad : kecap beda dengan mantap"ks"... ini namanya Hypnotic Language pattern..

Angger : iyo waelah..pokoke mantaPKS

Omes : gak ada menurut gua.. cuma bner kata bung febra point 1 untuk teman2 yg lain..

Fajar : gak menarik aja bang kuliahnya.....

Lona : bosen sama dosen-dosennya, gak ada suasana baruuuu

Ahmad : menurut bang Fajar Sidik gmn kuliah menarik itu?
seperti apa dosen yang ndk ngebosenin menurutmu Lona? heheh

Daniel : gak bisa bangun pagi mat

Ahmad : selain itu apa bro?? ehehhehe 

Daniel : ilmu komputer spp paling mahal.

Dimas : perlu perkuliahan di luar BOSEN kuliah di dalam ruangan trs. studi banding kek kmna gtuuu ke universitas lain kan seru. kan itu pembelajaran juga *Q*

Fajar : haha jalan-jalan

Omes : ke UI apa ke ITB kek

Fajar : kalo mau bener active learning, dosennya jarang ngomong aja haha

Beni : komunitas

Gw : kl memang interested, kuliah gak akan ngebosenin. kl memang punya niat, mau dosen atau suasana kuliah jamban juga gak akan jadi alasan. serius. ini pengalaman empiris. 

Putra : top markotop bang Febrasari Almania

Ahmad : Mantepks banget Febrasari Almania ini... hehehhe

Omes : Ogh PKS..

Ahmad : knp mes??

Fajar : yaudah yang penting KULIAH

Omes : Gak apa2 terbawa suasana ja haha

Gw : tau kenapa perkuliahan sangat membosankan? karena kebanyakan mahasiswa mencari ijazah, bukan cari ilmunya. jadi, kuliah itu dijalani bukan karena mau kuliah, tapi buat cari duit. sayangnya, paham begini dianggap gak lazim, dianggap gak sesuai dengan zaman, dianggap terlalu idealis. mereka yang menggenggam prinsip ini dipandang aneh, gak ngerti gimana hidup itu, atau cuma ngobau doang. padahal dasarnya sangat jelas, yaitu "Dia mengangkat derajat orang-orang yang berilmu", bukan yang berijazah.

        Ctrl+A. Delete.

Gw : baru nyadar kalo ada kalimat ini : "nanti kita sharekan bareng2 solusinya..."
solusi poin 1 itu ikut SNMPTN lagi. kl gak bisa, ya istikharah aja. trust me, it works (y)

Tuesday, April 9, 2013

Dan akhirnya gw menikmati hidup. Setelah sekian lamanya berkutat pada sekian banyak tugas yang memberondong, terdapat sedikit celah untuk gw ber-posting-posting.

Sekian. Hahahaha.

Saturday, April 6, 2013

Depan Rajin, Belakang Gak

Agak terperangah sedikit karena dapet anggapan kayak begini. Ya tapi bener sih... mengingat orang-orang yang antusias pada materi perkuliahan itu (terlepas dari tujuan cari muka ya) pasti merapat di hadapan dosen, sedangkan mereka yang gak pasti numpuk di barisan belakang. Fenomena umumnya memang sudah begitu. Tapi tahukah kalian kalau pandangan di atas tidak bersifat universal? Ia bukan hukum ilmu eksak, jadi ceritanya gak bisa main pukul rata aja. 

Karena banyak Depan-ers, dengan tegar, dari awal sampai akhir pertemuan, nyatanya gak ngerti apa-apa ketika ditanyai perihal bidang studi bersangkutan di akhir semester. Karena ada Belakang-ers, yang dengan tegar pula, dari awal sampai akhir pertemuan, toh bisa dapet ilmu pengetahuan berlipat ganda, karena sambil memperhatikan Sang Dosen menjelaskan nun jauh di sana, ia juga membuka referensi lain yang bermanfaat. See? Satu hal yang ingin gw tegaskan adalah posisi tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur kerajinan seseorang. Apa pantes Depaners yang keluar kelas langsung karaokean sampe malem terus tepar tak berkesudahan disebut rajin sedangkan Belakangers yang kadang-kadang bolos kuliah tapi begadang sampe subuh berminggu-minggu untuk kepo-in ebook beratus-ratus halaman disebut gak rajin???

Hal lain yang ingin gw tegaskan adalah posisi tidak pernah menentukan prestasi. Kalaupun ada kasus seperti ini, itu pasti karena pengawas ujiannya gak kompeten, bukan karena posisi kamu bagus. Serius deh. Satu-satunya hal yang menentukan bagaimana kamu di masa depan selain tangan Tuhan adalah usaha kamu saat ini. Kerja keras kamu saat ini. Trust me. 

Wednesday, March 20, 2013

Semester Gundah Gulana 2

Previous : Semester Gundah Gulana.

Sistem yang kedua jelas bukan lapak mahasiswa perangkat lunak macam-macam kami ini.

Karena suatu kekoplakan yang tidak disengaja, maka kelompok gw mendapat proyek akhir : membuat sistem keamanan motor berbasis SMS. Kami memang tidak memiliki pengetahuan yang mendasar tentang hardware, namun kami berusaha. Gw mencari-cari referensi dari internet. Teman gw yang lain menanyai koleganya di Jurusan Fisika sana. Alhasil, kami memperoleh sedikit bayangan mengenai komponen-komponen apa saja yang bakal terpakai guna menyelesaikan tugas ini.

Kami berpikir Tuhan ada di sisi kami ketika kami berhasil memperoleh source code program yang diinginkan dari suatu situs elektronika. Sayangnya, Sang Dosen menginginkan USB modem sebagai media transmisi SMS dari mikrokontroler ke handphone user, dengan alasan biaya operasional yang lebih murah, sedangkan semua page dan video tutorial yang gw dapatkan mempergunakan Wavecom. Jadilah kami mulai dari awal lagi. Meraba-raba solusi dengan mencoba sana-sini, mulai dari testing SMS dari komputer dengan bantuan software Hyperterminal, nekat memanfaatkan downloader sebagai bridge antara ATMega dengan modem, bolak-balik port USB hub, cabut-pasang jumper, debug program, hingga akhirnya ATMega-nya sendiri yang rusak karena kepanasan -_-

Keterbatasan dana seharusnya tidak menghentikan segala langkah kami. Pasalnya, Bapak Kajur melirik proyek kami dan bersedia menanggung dana pengembangannya secara penuh. Tapi gimana ya...? Merogoh kocek IDR 160.000,00 dua kali dari kantong kami sendiri dulu itu agak berat rasanya, selain kepala kami juga yang sudah menolak untuk mikir---atau lebih tepatnya kehilangan passion. Jadi, ya sudah. Pada pertengahan Desember, kami presentasikan kegagalan kami di depan kelas. Awalnya sok lama kan curcol mengenai deskripsi alat, komponen-komponen penyusunnya, proses pembuatan, serta logika program. Pas di akhir... nyengir masing-masing karena demonya tidak berjalan sesuai harapan.

Sang Dosen memberikan kesempatan untuk perbaikan. Gw langsung ogah tepat ketika beliau menawarkannya. Gak gak gak kuat mameeeen.... #benderaputih. Alhamdulillah-nya, tidak ada beliau-beliau di kelompok gw ini yang terlalu ambisius sama nilai bagus-bagus sehingga kami sudah sepemahaman aja. Ya, alhamdulillah banget. 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hidup tak berhenti sampai di situ, gan. Masih ada tamu lain yang sekian lama ini terlupakan, yakni sistem pemilihan raya fakultas berbasis SMS. Gimanapun juga, gw tetep manusia biasa, sehingga gw pun angkat tangan untuk yang satu ini. Gw serahkan dan percayakan saja segala-galanya pada Dua Orang Rempong, karena gw memang sudah gak punya niat untuk ngapa-ngapain lagi setelah semua energi gw terkuras habis. 

Entah gimana caranya, dua hari kemudian, progress pengerjaan sistem ini sudah mencapai nominal 70%. Fungsi-fungsi sistem yang utama sudah terealisasi dengan baik. Untung banget kalian bisa diandalkan kali ini, Saudara-Saudari (walaupun pada akhirnya gw tetap menyumbang beberapa berkas PHP untuk keperluan finishing). Interface-nya masih sangat sederhana, tapi itu sungguh udah lebih dari cukup. Setidaknya ada yang bisa kami tunjukkan kepada Sang Dosen sebagai bentuk pertanggungjawaban. Meskipun ujung-ujungnya gak tuntas 100% juga karena gw males meneruskannya. Ya sudahlah ya. Gw sih lebih memperhatikan nasib kepala gw ini daripada apa yang akan bertengger di KHS gw nanti. Bodo amat deh sama nilai akhir. Gak bisa jadi duit ini :P

CONTINUED to Final Destiny.

Sunday, February 3, 2013

Dan Siakad maintenance. Percuma juga gw peduli. Toh gw tidak punya motivasi untuk membuka Siakad karena nama gw tidak akan muncul di sana XD

Semester Gundah Gulana

Gw sudah curcol kan mengenai ketiga sistem memuakkan yang harus selesai dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan? Kondisi finalnya adalah : tidak ada yang selesai. Bayangkanlah rasanya hati gw ketika gw mengetik kalimat terakhir dengan jari-jari tangan gw sendiri. Dan ternyata, setelah 2 tahun gw melakoni seluruh derita rimba belantara ini, gw belum bisa menghasilkan apa-apa. Gw tetap LEMAH, seperti biasanya. Gw tidak fenomenal, hanya persis sama seperti mahasiswa kebanyakan.

Sistem pertama dikomentari "terlalu besar" oleh dosen pembimbing yang bersangkutan. Mending kalau pengakuan itu datangnya di awal-awal kehidupan, nah ini setelah menyentuh tahap desain interface, ya pilihan apa lagi coba yang kami punya kalau bukan melanjutkan apa yang sudah kami mulai? Daripada kami rempong ganti judul dan akhirnya sangat kekurangan waktu untuk mengerjakannya, mendingan kami mencoba meneruskan sesuatu yang sudah sampai di tengah jalan, walaupun akhirnya bergegalauan ria juga karena tugas luar biasa ini tidak keliatan titik rampungnya sampai minggu terakhir perkuliahan aktif.

Proses pengodingannya gw iringi dengan pembelajaran pelan-pelan karena gw bukan programmer Java kelas Advanced. Kesabaran gw pun berbuah pada form login yang tuntas tergenggam di tangan. Oh yeah. Gw memperoleh momennya, dan dari situlah kepercayaan diri gw bangkit. Tapi ternyata dunia itu kejam, kawan. Semangat anak muda yang gw pelihara hancur luluh lantak saat gw dihadapkan pada realita : semakin dalam kutangani sistem ini, semakin chaos-lah struktur programnya -_- 

Gw ngerti apa maksud pesan error yang di-generate Netbeans. Karenanyalah gw bolak-balik hapus-tambah-edit kode-kode di bagian-bagian yang gw pikir berkaitan dengan itu. Gw berperang secara tegar melawan rule-rule OOP, bersekutu sama internet, rela budget bertambah demi mengompensasi meningkatnya jumlah gelas kopi yang perlu dikonsumsi per hari, serta ngansos gak sudah-sudah. Tapi apa? Tulisan-tulisan merah itu tetap muncul di layar. Ketika gw gak punya ide lagi yang mana yang harus diperbaiki, maka gw cuma bisa bingsal. 

Puncaknya adalah : gw menyerah. Pola pikir para developer Java belum tercakup dalam akal sehat gw.  Gw memilih tidak mengusahakannya lagi karena 1) perkuliahan ini tidak terbatas pada sistem sial ini aja. Masih berjibun beban hidup yang harus gw perhatikan, 2) kepala gw sudah lelah, dan ia harus "diservis" secepat mungkin untuk melayani segala beban tersisa yang gw singgung di poin (1), serta 3) deadline sudah datang. Atas dasar pertimbangan itulah, maka gw menyerahkan CD berisi source code yang gw buat kepada Sang Dosen, disertai dengan pernyataan apa adanya. Mungkin Sang Dosen kecewa, juga rekan setim gw, tapi... ya gimana? Gw mencoba memaafkan diri gw dengan memaklumkan status gw yang masih mahasiswa, yang masih dekat dengan kata "gagal".

Satu alasan yang tertinggal : 4) hati gw sudah sama jenuhnya, dan beliau ingin lepas dari jeratan moral yang diberikan proyek ini padanya. Kalian gak tau betapa senangnya gw sesudah Sang Dosen menerima sistem yang tidak kelar itu tanpa syarat. Gw berlarian di koridor sampai mau kepeleset di depan pintu lab. 

CONTINUED to Semester Gundah Gulana 2.

Friday, February 1, 2013

3Nt4H kEnapHa H!dvP 1tu Sul!dH

  1. SI Klinik yang entah akan rampung kapan. Berhari-hari libur dan hati gw masih tidak siap untuk kerjaan yang satu ini. Membayangkannya aja gak pernah. Gak mau tepatnya, karena gw tidak rela terjebak dalam infinite chaos milik OOP yang membuat gw menderita hampir satu semester penuh.
  2. Hutang KP yang gak ngerti mau mulai dari mana. Desain dan sampel skrip sudah ada, tapi sayang gak paham. Mana gak bisa di-running di level desktop. Jadinya tambah sulit karena harus menerawang dengan tingkat kepasrahan maksimal pada Yang Maha Kuasa.
  3. Arus masalah cinta anak muda, yang selalu saja, entah sengaja atau tidak, menyeret-nyeret gw ke dalamnya. Aku terlalu polos sehingga menyerah untuk turut galau -_-

Sunday, January 27, 2013

Tuesday, January 22, 2013

Morning Super Thanks

Gw kembali melkol tepat setelah tugas Sistem Informasi II selesai. Tiba-tiba aja gw terbayang dengan obrolan ringan di suatu sore sepulang kuliah, bersama temen-temen gw, yang semuanya kebetulan pria, membicarakan awal pertemuan kita (Propti .red), Ospek Maba yang tidak pantas dibanggakan, dua rekan lain yang sampai baku hantam saat pembagian jaket angkatan, serta sedikit menyinggung masalah cinta anak muda.

Dan, jika melihat diri kami sekarang, maka satu komentar yang muncul : wah, kami sudah semakin tua (NOTE : tanpa menyertakan gw di dalamnya. Hahahaha). Sederas-derasnya aliran sungai yang habis diimbasi hujan deras, aliran waktu memang yang paling mengagetkan. Tiba-tiba saja kami telah berada di semester ganjil kami yang ketiga, padahal kesannya belum berapa lama ketika kami seangkatan ketakutan saat BEM ISIP dan Teknik mendobrak pintu GSG kemudian mengamuk-ngamuk gak jelas.

Yah, whatever. Apapun itu, jelas sekali kalau Tuhan adalah Dzat yang gak patut ditandingi soal kemampuan-Nya dalam merancang skenario kehidupan. Siapa yang sangka, di balik sakitnya dibuat gagal berkali-kali, sampai akhirnya gw menyerah dan harus mengikhlaskan pintu menuju impian terbesar gw tertutup, Dia menawarkan pintu lain yang tidak gw harapkan terbuka, dan ternyata itu menyenangkan. Menjalani sesuatu yang bukan gw banget adalah hal yang sangat sulit, tapi dengan yakin gw akui kalau gw bahagia di sini. Saat ini, beserta keinginan suasana begini bertahan hingga lama.

Bukan kumpulan nilai dewa yang menjadi sumber terbesar dari sekian kenyamanan yang sekarang gw rasakan. Bukan itu, melainkan temen-temen gw yang selalu menjadi senjata ampuh untuk menyingkirkan derita perkuliahan yang keras. Mereka memang gak bisa masuk dalam kategori rekan ideal yang gw harap-harapkan. Cara mereka untuk survive juga gak baik dan gak bijaksana. Tapi gw menyukai atmosfer yang mereka ciptakan, yang bagi gw, begitu match dan friendly. Mungkin bener kalau gw terdampar di lingkungan yang tidak punya nama besar, tapi gw gak yakin kalau gw akan menemukan pertemanan yang seperti ini di tempat lain. Karena itulah, gw tetap bersyukur. Gw berterima kasih kepada Tuhan karena telah membawa gw pada kalian, telah menjadikan gw sebagai bagian dari kalian, juga bangga karena memiliki kalian.

Gw bahagia di sini. Saat ini, sampai nanti. So allow me to give you all "our International Standard *** Fingers". Hahahahaha.


Wednesday, December 19, 2012

Setelah Malam Pertama

Gw tau kalau judul posting ini sungguh sangat kooontroversial. Whatever, sebenarnya itu semua tergantung pada interpretasi kepala Anda masing-masing. Yang berada pada jalan yang benar, jelas akan melihatnya sebagai hal yang biasa saja. Namun lain ceritanya kalau Anda berada pada jalur yang salah, seperti apa yang gw alami saat ini. Ahahahaha :P

Gw menyesal terbangun pagi ini karena harus bertemu lagi dengan sistem gw yang belum selesai. Maaf ya Allah, tapi aku ngomong begitu dengan ciyus. Rasanya otak ini mau berontak dan berhenti kerja aja, sayangnya gw gak bisa melakukan itu karena rupanya beban tanggung jawab gw kepada temen-temen gw berkali-kali lipat lebih menekan daripada keinginan gw tersebut. 

Jadilah gw sekarang membuka mata dengan wajah tak berdaya. Untungnya gw sedang menghadap Daze dan menutup kuping dengan headset. Coba kalau gw duduk-duduk di teras rumah sambil minum kopi panas, pasti bakalan dikira bapak-bapak setengah baya tampan yang lagi pusing mikirin uang sekolah anak-anaknya.

Fuuuh. Sungguh malam pertama yang super melelahkan. 
#hayooo mikir apaan???

Sunday, December 16, 2012

Keluhan Berlembar Lembar Tulis Tangan

Kalau sampai Senin besok kedua tangan gw tercinta ini masih berfungsi normal dan optimal seperti hari-hari biasanya, maka itu berarti Tuhan masih sayang banget sama gw. Amien.

Friday, December 14, 2012

Posting Mengerikan di Grup Facebook

maaf mendahului admin :D



REKAP PENDERITAAN MINGGU DEPAN

Senin (17/12) : 
  1. UAS Manajemen dikumpul. Tips : semakin berlembar-lembar jwbnnya, semakin bagus nilai di KHS. kl kuat, isi 1 buku disalin aja ke folio biar bapak itu puas. Kl belum puas, lampirin surat pernyataan ikut KB. Kl masih gak puas jg, panggil Lona Ertina (hihihi).

Selasa (18/12) : 
  1. Black box testing SI sama Bu --!3. Klmpk yang brsangkutan siap-siapin sistem dan dokumentasinya, biar ibu itu tidak memendam rasa jengkel XD

Rabu (19/12) : 
  1. Masih black box testing SI sama Bu --!3. Klmpk yang brsangkutan siap-siapin sistem dan dokumentasinya, biar ibu itu tidak memendam rasa jengkel.
  2. UAS Praktikum SKK. Materi : MD5, XRemote, IPScanner, presentasi kemaren (harap dikoreksi nih materinya. Saya ingetnya segitu, gak pnya catetan jg), dan juga ttg lab bawah MIPA T yang banyak sampah dan berantakan. Hahaha.

Kamis (20/12) : 
  1. UAS SKK sama pak Kur---. katanya sih cuma 4 bab, dari bab 6-13. Perasaan 6,7,8,9,10,11,12,13 => 8 bab. Kl sempet ntar saya posting trenslet ppt kyk bab 1-6 kmrn. KALAU SEMPET....
  2. Inget TA RO siap-siap dikumpul. Soalnya besoknya udah UAS.
  3. Praktikum terakhir sisdig. Requirement : laporan awal, laporan akhir, jas lab, kertas A4, pena, tip-x, dan poto buku praktikum di hp.

Jumat (21/12) : 
  1. UAS RO. Daripada moto-motoin materi pake smartphone, mendingan subuh-subuhnya nazar aja. Cuma tangan Tuhan yang mempan melawan soal-soal Bu Wamil. Ciyus.
  2. Presentasi alat sisdig. Buat kelompok yang alatnya gak jalan, yang penting presentasi dulu, perbaikannya dikasih ksmpatan smp akhir Desember. Sebaliknya, kl alatnya jalan, ya tangkepin, kan mau dikumpul. Gak balik modal kl alatnya kabur duluan sblm masuk nilai.
  3. Black box testing terakhir SI sama Bu --!3. Klmpk yang brsangkutan siap-siapin sistem dan dokumentasinya, biar ibu itu tidak memendam rasa jengkel.

Sabtu (22/12)
Mother Day. Sungkem sama emak masing-masing. Sungkem sama Ady Candra.


Harap diapdet list penderitaan ini bagi temen-temen yang punya info untuk MK Mikro, Kapsel, KWU, Etprof, dan Metnum. Ane kagak punya nomor Bu Ossy, jarang masuk Kapsel, gak ngambil KWU dan Etprof, trs Rabu kmrn jadi asdos yang dateng pas bubaran kuliah, jadi gak tau menahu soal kabar makul2 di atas.

Abis minggu jamban ini represing yok. Kasian badan kuliah terus. Apa mau ke pantai lagi kyk kemaren??? Plis respond. Yang gak ngerespon BANCI DASIK. Hahahaha. PEACE.



=__________________SPEECHLESS__________________=

Saturday, November 10, 2012

4 [Ep3. The Climax]

Gw tewas bermandikan rasa deg-degan di lantai kamar Choi pada pukul 2 subuh. Database sialan yang menggelayuti jiwa dan raga gw seminggu terakhir itu gw tinggalkan begitu saja, dengan progress yang tidak menjanjikan. Gw memilih untuk mengalah kepada tubuh gw, kemudian berpikir untuk pasrah saja pada rencana Tuhan besok hari. Sudah bukan levelnya lagi bagi gw untuk sok gigih tentang kesempurnaan laporan ; gw hanya ingin semua penderitaan ini cepat-cepat selesai sehingga bisa sedikit mencicipi kebebasan hidup anak muda, sebelum dihadapkan pada kesuraman selanjutnya (baca : paper mata kuliah Metodologi Penelitian).

AGH.

Gw terjaga dengan kepala sakit 2 jam kemudian, yang semakin parah sepertinya ketika hati gw dengan riangnya bilang,'Hai, hari-H!'. Entah kenapa, kenyataan terasa kejam, padahal selama ini kenyataan memang selalu nyata mengejami gw dan gw telah teradaptasi dengan kondisi begitu. Ah, gw makin meringis saat gw harus berkutat dengan seabrek istilah asing tak berperikemanusiaan dari slide materi Jaringan Komputer sebagai persiapan UTS pagi nanti. Demi apa, Tuhan? Di tengah-tengah kacaunya sel-sel syaraf gw yang kurang istirahat plus terbebani dengan tugas yang belum selesai, gw mulai berlogika aneh dan mempertanyakan mengapa gw harus menjadi mahasiswa dalam usia dimana gw tidak seharusnya berjuang keras untuk hidup.

image : Remaja 19 tahun yang hanya tinggal ngambek dan minggat 12 jam dari rumah agar dibelikan Android baru dan ekstensi behel -_-


Aura stres yang sama memenuhi wajah teman-teman gw ketika gw menginjak lantai kampus. Maka, gw mencoba membangkitkan energi positif ke dalam diri gw dengan bergumam,'Hampir selesai, hampir selesai...'. Tentu saja itu bukan denotasi, tapi setidaknya itulah satu-satunya obat penenang yang gw punya mengingat gw tidak punya duit untuk membeli obat penenang yang sesungguhnya, dan gw juga memiliki cukup iman untuk tidak melakukan bunuh diri. Matahari yang begitu cepatnya naik semakin menambah nominal tekanan yang menghimpit batin gw, menuntun gw untuk sesegera mungkin meninggalkan kelas Jarkom dan kembali bermuak-muakan dengan dokumentasi Basis Data.

Dan...berlalulah 2 jam tersibuk dalam hidup. Atas bantuan teknik kijang-sana-kijang-sini ala mahasiswa kepepet, yang dilaksanakan dengan implementasi emosional terdalam, (dianggap) selesailah dokumen-dokumen tugas yang sebenarnya asal-asalan itu. Setau gw, itulah hasil kerjaan paling berantakan yang pernah gw buat, dan, gw akui, gw malu sendiri jika melihat ulang tugas gw yang satu ini (yang akhirnya memaksa gw untuk merevisinya di akhir semester demi kepuasan pribadi). Tapi, mau gimana lagi lah ya? Gw relakan harga diri gw tergadai daripada kelompok gw dihadiahi titel "Tidak Lulus" karena telat ngumpul. Gw sangat tau kalau gw lebih punya keberanian untuk ngelamar jadi anggota grup debus daripada untuk mengulang kegupekan yang sama tahun depan.

Waktu membawa gw dalam mode lebai sehingga sukses menyenggol knalpot motor orang dengan matic-nya Rita dalam perjalanan menuju fotokopian terdekat. Mungkin gw akan diajak berantem kalau aja gak ada bapak-bapak bijaksana yang menengahi dengan alasan shalat Jumat yang sebentar lagi akan dimulai. Setelah sedikit bersyukur karena menyadari bentuk penyelamatan yang Tuhan kirimkan kepada gw, gw pun tenggelam dalam ribetnya aktivitas print dan burning, pindah-memindah data antar flashdisk yang membuat perih mata karena file-file yang bersangkutan lumayan banyak dan bertebaran, serta protes berulang-kali akibat hardcopy yang tidak sesuai harapan. Penghabisannya adalah ketika gw kesannya harus melintasi gurun dan menembus langit ketujuh untuk mendapatkan tempat yang menawarkan jasa jilid sambung -___-


Finally, sayup-sayup bisa gw dengarkan Ir. Soekarno mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan saat tugas akhir kami sampai di meja dosen dengan tepat waktu, selamat, dan tanpa ditolak. Oh Yeah. Ingin rasanya gw buka lapak disko saat itu juga kemudian mulai party-party merayakan pencapaian hari ini. Sayangnya, ide seperti itu beranalogi dengan bilangan imajiner dalam Matematika, sehingga penggantinya disesuaikan dengan mempertimbangkan kemampuan finansial mahasiswa, yaitu makan di kantin. Sesudah fokus yang luar biasa besar-besaran untuk urusan akademik, gw pikir adil rasanya jika sekarang gw menaruh perhatian pada perut gw sendiri.

Masih ada praktikum Pemrograman Perl sore itu, namun gw putuskan bahwa gw tidak mau mengenal kata "kuliah" sampai fajar besok. Kegiatan gw selanjutnya adalah online sampai petang, kemudian pulang ke rumah, menjemput surga yang telah menunggu dalam kamar : bantal dan guling.

Sunday, March 11, 2012

20.52 WIB

Masih buka Blogger.
Masih buka Facebook.

Padahal di belakang ada Metolit yang menunggu dengan mata sinis.

Thursday, March 8, 2012

Nyubuh

Mbak Shara : Gimana kalo besok aja ngerjain tugasnya?

Gw : Oke. Mau pagi, siang, sore, malem?

Mbak Shara : Kamu subuh ke kampus ya...

Gw : Hahaha. Nyawa saya belum terkumpul kalo subuh. Besok pagi aja ya? Pagi saya kosong.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

And here I am. Sudah duduk manis di kampus pada jam ter-publish-nya posting ini. Subhanallah sekali ya kalau inget malaikat mengamini perkataan Mbak Shara. Bayangin dong, jarak dari rumah gw ke kampus itu 30 menit-an, dan gw udah meninggalkan motor di lahan parkiran fakultas kira-kira setengah jam yang lalu.  

Wew. Terakhir kali gw angkat kaki dari peraduan sepagi itu adalah ketika hari pertama MOS SMA. Waktu itu gw berangkat saat situasi masih gelap karena takut gak sampai tepat waktu di sekolah akibat lama cecarian rute angkot. Secara gw anak bau gitu, jadi belum hapal topografi wilayah Gotong Royong.

Selamat Pagi!!!

Wednesday, March 7, 2012

About Keyboard

Kenapa orang kalau mencet "Enter" cepet?

"Kalau entar, ya lama."

#nyambung? XD