Showing posts with label pens. Show all posts
Showing posts with label pens. Show all posts

Wednesday, September 14, 2011

"Mantan Calon Cadok"

Sebuah istilah ciptaan gw sendiri ; yang gw selalu mau ketawa kalau inget itu.


Kita tahu ya, mereka yang sedang menempuh pendidikan kedokteran lazim disebut "cadok". Nah, jadi ceritanya ada seseorang yang namanya ditetapkan sebagai calon mahasiswa di suatu fakultas kedokteran. Status "calon mahasiswa" itu ekuivalen kan dengan "calon cadok"? Sayangnya seseorang ini tidak melakukan daftar ulang, sehingga otomatis eksistensinya dihapus dari daftar ; dan seperti halnya "mantan pacar" berarti "bukan lagi jadi pacar", maka "bukan lagi calon mahasiswa" sama dengan "mantan calon cadok".

Lucunya, bahkan sebelum mengklaim secara resmi bahwa dirinya adalah "cadok", seseorang ini sudah jadi "mantan" duluan. Ahahahaha. Mikirlah jauh-jauh siapa seseorang yang punya kisah bodoh begitu. Mungkin aja bukan gw :P


Friday, September 9, 2011

We Are The Bongkrekers!


Mengadaptasi jargon anak-anak UI : We Are The Yellow Jackets.

Kami ini cuma sekelompok [gak sekelompok sih, cuma bertiga kok] anak muda yang memiliki ketertarikan tersendiri kepada tempe bongkrek ; yang ketertarikan itu sebenarnya muncul bukan karena memang ditarik-tarik [hahaha] tapi lebih karena tuntutan profesi saat itu sebagai peserta LCTIP IPB 2009.


The Bongkrekers bukan berdiri di IPB ; mentang-mentang pikiran sinting Anda (baca : saya) mengakronimkan IPB dengan kepanjangan Institut Pembuat Bongkrek. Bukan, sama sekali bukan. Yang jelas, kami juga sebenarnya tidak tahu dimana dan kapan The Bongkrekers tercipta -_-“. Kasarnya, The Bongkrekers terbentuk secara tidak jelas ; tapi bukan karena kekuatan gaib lah kami bisa eksis di dunia karena pada dasarnya kami ini anak-anak yang bersikap ilmiah dan berpegang teguh pada hukum-hukum ilmu pengetahuan (iyalah, secara anak IPA gitu [ciiieeehhh…]). Mungkin sejarahnya bisa diawali oleh salah seorang anggota kami yang berinisial CTN, yang saat itu dengan hebatnya berhasil mengucapkan kata “bongkrek” dengan nada yang “bongkrek” banget! [apasih].Yah, jika ingin dicari-cari dan ditelaah penyebabnya, hanya ada satu kesimpulan : The Bongkrekers itu ada lebih karena perasaan senasib sepenanggungan seperjuangan sebagai anak-anak yang terlahir “autis sejak dini”. The Bongkrekers pun sungguh bukanlah sebuah grup atau perkumpulan, hanya sebuah sebutan saja untuk kami ; “untuk seru-seruan”, begitu bahasa remajanya lah.


Sebagai perwujudan dari sisi “seru-seruan”, maka kami tidak terlalu peduli dengan hal-hal serius seperti visi atau misi. Lagipula, kan sudah terbilang sebelumnya kalau The Bongkrekers itu bukan sebuah grup atau perkumpulan, jadi ya tidak punya urusan apa-apa dengan yang namanya visi dan misi. Tingkah kami ini ya… bisa diilustrasikan begini : tanyakan saja pada orang-orang yang murni normal tentang aktivitas apa yang mustahil mereka kerjakan ; yah, mungkin sebagian kecil dari jawaban mereka itu adalah rutinitas kami sehari-hari.


Sesuai dengan titel “kelompok paling selektif dan eksklusif yang pernah muncul di alam nyata”, maka dari itu anggota kami ini tidak banyak-banyak amat (baca : ya cuma kami bertiga inilah anggotanya). Proses regenerasi nyawa di kelompok ini bisa dicap dengan taksiran angka nol, karena memang susah sekali menemukan orang-orang yang setipe pola pikirnya dengan kami. Jadi maklum saja kalau kata “perekrutan” itu masih hal asing dari zaman purba manaaaaaa gitu kedengarannya di telinga kami.


Tanpa panjang lebar lagi, maka izinkan kami mempermalukan, ups maaf, maksudnya memperkenalkan diri kami satu persatu.

1.    Atmaningtyas Sri Rahayu
Disebut Bongkrek 1, atau bahasa Inggrisnya Psssst Bongkrek (psssst : pronunciation “first” [kurang lebihnya begitu ya]). Disebut begitu karena beliau lah yang paling tua. Lihat saja tanggal lahirnya : 19 Maret 1929. dari angkanya yang kepala 20-an itu saja sudah jelas terlihat raut-raut perjuangan zaman penjajahan dulu. Bisa dibilang salah satu patriot bangsa Indonesia seperti yang diiklankan di tipi-tipi itu ya mbak Atma inilah XD.

Eits, jangan salah.Walaupun tua, dia masih dibilang remaja lho! Betapa awet mudanya kan mbak Atma ini???

(Pis, prend)

Btw, mbak Atma ini juga satu-satunya wanita lho di kelompok ini, karena yang lainnya cowok semua [muka polos].


Panggilan akrabnya Atma, walaupun di hari-hari yang lalu segelintir oknum-oknum iseng gak punya kerjaan dan tak bertanggung jawab sempat memplesetkan namanya jadi RSA (Rahayu Sri Atmaningtyas [sumpah, gak penting banget! Siapa sih yang mulai??? => yang ngomong gak nyadar]). Bahkan ada yang dengan jahatnya bilang “Ambon” (Atma bonding) => ini Adit, bukan gw!, tapi atas rahmat Tuhan panggilan-panggilan aneh itu pun tak jadi populer.

Atma ini sekarang bercokol di Salemba, menimba air (baca : pendidikan) di FKUI (Fakultas paling Keramat di Universitas Indonesia). Sekarang jadi anak asrama ; dengan problem pertama yang dihadapinya adalah “jauh dari keluarga”. Saya rasa, Atma sudah berhasil mengatasi problem lamanya tersebut, walaupun memang masih getol pulang kampung hanya dalam jangka waktu libur 2 hari.

Ehm, sedikit membeberkan rahasia perusahaan, beberapa waktu yang lalu, layaknya seorang remaja dalam masa puber, Atma berhadapan dengan masalah cinta. Tapi alhamdulillah-nya, sepertinya masalah cinta itu terlupakan sudah (iya tah? Saya ragu), dan berganti dengan masalah riset dari aktivitas perkuliahannya yang kabar-kabarnya berhasil membuat dia stres. Tambahan, Atma sempat curhat akhir-akhir ini tentang kelakuannya yang seperti embrio (baca : tidur terlalu pagi), sehingga sedang mencoba berguru ilmu insomnia kepada orang-orang ahli. Setelah dipikir-pikir lagi, rupanya Atma punya hambatan yang cukup serius juga dengan lingkungan sosialnya di Jakarta sana. Yah, meskipun di sini kesannya ia terlibat banyak masalah, tapi ia bukan sampel “manusia pembuat masalah” kok. Hahahahaha.

Intensitas membuat kekacauan : 65%. Nominal yang masih normal sepertinya, walaupun sebenarnya itu sengaja dinormal-normalkan karena orangnya sendiri tidak sudi dibilang gila padahal dia memang gila. Apa ya? Bisa dibilang paling waras lah di antara kami bertiga, meskipun warasnya kami ini masih termasuk gila di kalangan orang biasa. Perlu bukti? Saat di Bogor, Atma sok malu-malu ikut dalam insiden “acak-acak makanan”, padahal mah ujung-ujungnya terlibat juga nambah-nambahin tisu ke dalam gelas. Tapi saat anggota lain berinisial FA mulai memasukkan saus, Atma mulai berekspresi layaknya orang normal : merasa jijik ; dari sanalah ditarik kesimpulan kalau Atma masih punya sisi waras, walaupun ekspresi jijiknya itu bisa dibilang jijik stadium rendah.

Selain dari itu, masih ada lagi satu perilakunya yang benar-benar membuat risau dunia pendidikan : suka banget menipu FA dengan berbagai alasan lalu tertawa-tawa senang via handphone setelah tahu kalau tipuannya itu sukses besar. Entah siapa yang salah, apa memang Atma yang punya bakat sebagai tukang bohong ulung, atau memang FA yang tipikalnya terlalu polos ; bisa jadi (dan mungkin saja) alasan yang tepat  adalah komplikasi antara keduanya. Namun, peribahasa berbicara,”sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga.” Dengan rasa persatuan yang dalam antar anak LCT, FA berhasil membalas dendam pada suatu malam Minggu yang cerah atas semua penipuan yang dialaminya ; dengan membawa-bawa judul “Ujian Nasional” [backsound : bwahahahahahahahaha!!!].


Di masa-masa yang lalu, sempat berselisih jalan dengan CTN, walaupun pada akhirnya mereka berdua berpisah dengan baik-baik (sepertinya). Entah masalahnya apa, seberapa tinggi tingkat permasalahannya, penyebabnya apa, sumpah gak jelas (bagi saya) ; yang penting mereka tidak saling dendam dan tidak saling memutuskan hubungan sebagai saudara seperguruan dan seper-LCT-an. Yah, maklumlah, mereka masih anak kecil. Fuh… [geleng-geleng kepala].


Spesialisasi Atma di masa lalu adalah bidang Kimia ; entah sekarang masih spesialisasinya atau tidak. Anak emas Bu Siho [tepuk tangan] ; bukan cuma Bu Siho sepertinya, tapi guru-guru lainnya juga [tepuk tangan lagi]. Populer di sekolah sebagai anak baik-baik, dengan nilai rapor teramat sangat bagus (banget)---yang kalau orang gak punya iman buka rapornya, mungkin matanya langsung buta total permanen karena nilai-nilainya yang mewah parah---, selalu nongkrong di peringkat atas, tepatnya TERatas di hampir setiap ujian atau try out, berkelakuan sopan, barisan terdepan saat upacara tanpa pernah absen pakai topi (itu topi orang, bukan topinya. Ya setidaknya kan dia pakai topi…) dan baju seragam yang masuk setiap saat (walaupun di luar jam sekolah baju seragamnya langsung keluar-keluar seperti preman) => saya serius muji lho, mbak Atma. Putri kebanggaan almamater yang jadi tumbal kelompok LCT-nya sehingga dia harus meng-handle satu mata pelajaran ekstra : Matematika. Alhamdulillah-nya, dia tidak pernah protes atau tidak pernah juga merasa ter-tumbal-kan. Hahahahaha. Toh, gak ada ruginya juga kan dia belajar Matematika???


Ultah terakhirnya adalah H-4 Ujian Nasional. Hampir H-3 ya? (maksa). Horor banget dah, berulang tahun di saat-saat semua orang sedang mencapai tingkat stres-nya yang tertinggi. Gak tau lah orang-orang siapa, tapi aku mah biasa aja kok (syoh, sombong…). Entah deh di hari ultahnya itu ada something special atau gak ; tanya sendirilah sama orangnya. Saya tidak tahu ; namanya juga manusia, saya sadarlah gak baik ikut campur urusan manusia lainnya sampai terlalu dalam. Yang jelas, sebagai teman yang baik, saya mengucapkan selamat ultah kok ke Atma. Kalau tidak salah, saya mengucapkannya via sms tengah malam gitu ; dibarengi niat jahat untuk mengganggu tidurnya. Hahaha.


2.    Christyan Tamaro Nadeak
a.k.a. Bongkrek Junior (BJ). Walaupun sempat julukannya berubah-ubah menjadi Bongkrek Ganteng dan Bongkrek Hutan, ujung-ujungnya kembali lagi ke sebutan Bongkrek Junior karena (mungkin…) memang sudah kodratnya beraura junior selamanya [hahaha].

Yah, jika saya bicara “jujur”, BJ ini dari tampak morfologinya memang terlihat seperti anak muda umur 17 tahunan. Bila saudara-saudara sekalian bersedia dengan penuh kerelaan hati menghitungi sinus dan kosinus sudut-sudut wajahnya [menyiratkan seolah-olah bangun muka BJ itu segitiga] serta mampu mendefinisikan persamaan garis singgung dari tiap kurva sidik jari yang tergurat di telapak tangannya, sungguh sangat jelas kalau BJ ini benar-benar remaja tulen yang sedang semangat-semangatnya mengejar cita-cita dan angkot Way Kandis (loh? Apa hubungannya???). Tapi siapa juga yang mengira kalau BJ ini terdengar tangisnya pertama kali oleh manusia pada tanggal 4 Desember 1939? Bila dioperasikan dengan hukum matematis, sungguh (ya, benar-benar sungguh) sungguh-sungguh sangat jauh sekali jaraknya dengan tahun 2011 ini ya???!!! Maklumi sajalah. Matematika itu bisa saja menipu ; karena pada dasarnya ia adalah sekumpulan aksioma hasil interpretasi pemikiran manusia, dan kita juga tahu kalau pemikiran manusia itu mutlak tidak sempurna XD.


Panggilan resminya (sih) Iyan. Tapi “Iyan” agaknya ke-KERE-nan [ke-kere-nan lho, bukan ke-keren-an] gimanaaaa gitu deh,  jadi beberapa orang memanggil dirinya dengan berbagai sebutan lain yang sebenarnya (kalau dipikir-pikir) berasal dari namanya sendiri kok. Ketika pertama kali nongol di tim LCT, marak sekali seperti booming film box office  panggilan “Christi”. Kalau manggil “Christ” kayaknya tanggung amat lah, gak enak juga sama lidah (hahaha), jadi bijaksananya mendingan huruf -i itu ikut juga sekalian.

Beberapa orang yang memanggil dia dengan “Christi” sadar sesadar-sadarnya lho kalau itu nama cewek. Tapi apa boleh buat? Paling mereka akan bilang,”Ah, Christi ini. Slow ajaaaa.” Terdengar jahat ya? Yah, sesungguhnya di telinga saya tidak terkesan jahat kok. Jadi, slow ajaaaaaa <ehehehehe>.

Ada beberapa orang yang memanggilnya dengan frase kedua : Tamaro. Itu pun tidak benar-benar “Tamaro”, melainkan “Tam-Tam”, bahkan ujung-ujungnya berakhir ke kesan wanita juga, yaitu “Tamara” ; sampai akhirnya dimulailah pengeksplorasian lebih lanjut menjadi “Christiana Tamara”. Belum lama ini, muncul lagi merek terbaru “Christya” meskipun itu hanya sesaat. Bahkan seperti kasus RSA, sempat pula secara tidak penting nama lengkapnya ditukar total menjadi NTC (Nadeak Tamaro Christyan). Untungnya masih ada orang-orang waras yang kasihan dan mau memanggilnya dengan sebutan “Iyan”.


Si Iyan (wah, manggil pake panggilan resmi) ini masih bercokol di sekolah tercinta SMANDA. Sekarang pangkatnya sudah berganti menjadi “senior” sehingga dia bebas berbuat apa saja di tim LCT SMANDA. Menurut sumber-sumber solid dan terpercaya, Iyan ini sekarang banyak bullshitnya, atau bahasa bagusnya tukang boong gitu lah. Setipe dengan Atma. Kalau mereka berdua diadu, entah siapa yang menang bullshitnya, yang jelas FA tidak pernah dibohongi sama Iyan [suatu prestasi tersendiri kan? *bangga*]. Kenapa bisa begitu? Yah, mungkin karena muka Iyan ini memang sudah kentara muka boong (PEACE, BRO!).


Problem yang sedang dihadapi? Kalau sudah jadi pelajar kelas XII itu apa sih problem utamanya? Secara umum, mudah ditebaklah ya, yaitu 2 poin : (1)lulus UN atau tidak dan (2)masuk ITB atau tidak. Apalagi sudah memasuki semester 2, kedua masalah itu makin runyam saja [pengalaman]. Ya gak? Tapi slow aja ; kabarnya ITB membuka kuota 100% untuk SNMPTN. Apalagi kemarin menjabat peringkat 1 Try Out ITB ya??? [cieeeeeee].

Kalau sudah begini, saya gak yakin Iyan bisa gak masuk dengan jumlah kursi tersedia sebesar itu. Amien.

(Itu doa serius dari dalam hati).


Di hari yang sama dengan pelaksanaan TO ITB itu, seseorang mengabari saya kalau Iyan mulai menggunakan kacamata. Kacamata minus 2 ; dengan spesifikasi mata kanan maupun kiri kedua-duanya minus 1, sehingga jika dijumlah menjadi -1 + -1 = -2 kan? [matematika pun terbawa]. Seseorang itu bilang lagi kalau Iyan jadi terlihat “unyu” [buat saya ini salah satu istilah menjijikkan. Orang menjijikkan mana yang menciptakan kosakata begini???] dan lebih pintar. Memang saya belum lihat ; tapi menurut mata hati saya, Iyan tetap saja BULLSHIT. Mau dia pakai lensa cekung, lensa objektif, lensa okuler, ataupun lensa pembalik pada teropong bumi, tetap saja bagi saya (dan mungkin beberapa orang) Iyan adalah Mr. Bv115h!t [sangking bvll5h!t-nya akhirnya jadi 4L4y].


Jangan ditanya. Please, jangan ditanya. Jangan pernah tanya apakah Iyan ini tipe-tipe remaja pengacau atau bukan. Anda pasti makhluk dari planet atau dunia lain jika masih tetap keras kepala bertanya. Begini, bisakah Anda rasakan aroma-aroma “kacau” di sekeliling Anda saat membaca tulisan ini??? Ya, kacaunya itu sudah seperti penyakit menular. Jika iseng dinominalkan, mungkin tingkat kekacauannya telah menyentuh angka 8. Atau Anda bisa tanya rekan-rekannya di SMANDA sebagai bahan referensi. Jangan kaget juga jika mereka mematok nilai lebih.

Sesuai dengan keterangan (masih) sumber-sumber solid dan terpercaya tanpa ditambah atau dikurang, Iyan dan seseorang yang saya rasa tidak sengaja terlibat (Yone .red) bertingkah sedikit tidak manusiawi pada LCTIP 2010 lalu. Sebenarnya bukan salah Iyan jika ingin dicari pemicu awalnya. Tapi tetap saja siapapun yang berbuat maka dia yang salah [hahaha]. Tidak terlalu fatal juga lah akibatnya ; hanya saja Bu Siho sukses besar mencicipi rasa teh isi saus. Entahlah, saya juga lupa siapa yang mencontohkan Iyan untuk mencampur-campur makanan secara brutal seperti itu <yang ngomong tidak sadar>.


Iyan turut bergabung sebagai salah satu CEO (woh, CEO) dalam insiden “malam Minggu cerah sebelum pengumuman Ujian Nasional” yang dialami Atma. Untuk beberapa tindakan meyakinkan di awal dia memang patut diacungi jempol ; bahkan mungkin dialah yang pertama kali jadi sasaran interogasi via telpon dari Atma. Patut diacungi jempol sekali ; sampai akhirnya jempol itu sendiri harus mengarah ke bawah karena Iyan malah buka mulut. Entah karena desakan Atma yang membuat dirinya tertekan perasaan bersalah (alah!) atau apa ; yang jelas tindakannya yang terakhir ini benar-benar tidak membantu. Atma bisa tiba-tiba terjangkit DBD hasil penularan Flavivirus jenis baru kalau saja kebohongan saat itu dipending sampai besok pagi ; dan mungkin saja kami (pasti) akan dengan senang hati tertawa menikmatinya. Tapi sudahlah. Biar itu jadi sekedar kenangan manis bagi kami, walaupun di pihak Atma rasanya tidak manis sama sekali.


[NOTE : esoknya tatapan siswa/i kelas XII RSBI 1 serasa tidak bersahabat ke gw ; sampai akhirnya gw sadar kalau sesungguhnya saat itu gw telah membohongi ke-26 penghuni #EINsteins (gini bukan sih tulisannya?)

Harap maklum ya. Kami ini hanya sekumpulan anak-anak muda kesepian yang mencoba mencari kesenangan dengan memanfaatkan (penderitaan) orang lain. Lagipula, lumayan juga buat Atma karena insiden ini bisa jadi “stress simulation” sebelum menghadapi stres sebenarnya di FKUI. Jadi, sebenarnya, kedua belah pihak, baik yang dibohongi maupun yang membohongi, sama-sama diuntungkan di sini. Hahahahaha]


Spesialisasinya sampai sekarang adalah Matematika. Anak emas guru-guru Matematika yang pastinya lah ya, tapi yang secara terang-terangan menganakemaskannya semasa LCT adalah Pak Muji dan Pak Panto [applause]. [masih applause]. [masih applause!]. [waw, masih applause!!!]. [applause panjang berjam-jam sampai bel pulang SMANDA berbunyi]. [applause seharian sampai bel masuk SMANDA berbunyi besoknya]. [ya, applause aja terus sampe kiamat!!!] => maaf, terlalu mendramatisir. Entah populer atau tidak, saya juga tidak terlalu tahu karena bukan berasal dari angkatan yang sama dengannya. Sedikit yang bisa saya umbar di sini adalah Iyan itu selalu pakai jaket ke sekolah. Pertama kali saya kenal dengan jaketnya adalah jaket hijau bergambar peralatan sekolah tapi tulisan yang tercetak di sana adalah STONE [sebuah bukti dari ketidakkonsistenan perusahaan tekstil ; entah apa maksudnya mengalihkan makna SCHOOL ke kata STONE]. Lalu jaket yang kedua adalah jaket Green Day abu-abu yang sempat saya coba saat istirahat LCT THP 2010. Saat itu komentar saya adalah : bau. Maaf, itu bukannya datang dari hati, tapi sepertinya yang mengeluarkan judge jahat begitu adalah kepribadian saya yang lain [alasan mode ON]. Sedangkan yang ketiga, yang bertahan hingga sekarang adalah jaket kelasnya. Saya sempat paleng saat berkunjung ke SMANDA tahun lalu dan melihat banyak remaja mengenakan jaket kuning-kuning dengan tulisan SINCOSTAN yang membuat kepala saya pusing seketika (secara saat itu saya benci Matematika). Saya bahkan sempat berpikir ingin membakar toko yang berjualan jaket seperti itu dengan obor SEA GAMES. Sayangnya tidak jadi karena obor SEA GAMES sendiri sudah mati dan baru akan dihidupkan lagi tahun ini <hahahaha>.


Ulang tahun terakhirnya terjadi pada tanggal 4 Desember kemarin. Masih dari sumber-sumber solid dan terpercaya yang dilindungi kesaksiannya, kabarnya sempat terjadi kasus tidak mengenakkan saat acara potong kue. Tapi itu tidak berlangsung lama kan? Kamar kost-an Okta akhirnya bisa jadi sarana pelampiasan pesta kecil-kecilan. Sayang saja saya tidak ikut kecipratan Magnum ya.


Tak apalah. Untuk orang seperti saya, senang pun sudah cukup (coooohh…).



3.    Febrasari Almania
Panggil saja Bongkrek 2. Walaupun merasa yang paling muda karena dikeluarkan dari rahim ibunya pada tanggal 4 Februari 1993 (paling muda kan di antara anggota lainnya???), tapi ia rela dijadikan Bongkrek tengah-tengah. Kenapa begitu? Sebuah prinsip yang simple saja : ia tidak ingin tidak terlalu diperhatikan sebagai urutan akhir dan juga tidak ingin terlalu mencolok karena titel “yang pertama”. Singkatnya, seorang Febra itu mengutamakan balance, dimana laju reksi reaktan menjadi produk sama besarnya dengan laju reaksi produk menjadi reaktan (itu bukannya kesetimbangan kimia ya? Kenapa istilah balance-nya nyambung ke situ???).


Biasa dipanggil Febra. Namun entah kenapa sejak menjajaki bangku SMA, panggilannya ini mengalami distorsi ke arah yang lain. Yang aneh pertama adalah “Pepi”. Pihak pencetus “Pepi” ini beralasan karena muka Febra mirip artis Pepi yang di tipi-tipi itu. Entah bagian muka mana yang sama, tapi Febra terima-terima saja karena dia sangat LEMAH untuk memperjuangkan panggilannya yang biasa [KASIHAAAAAN…]. Sampai akhirnya seluruh teman sekelasnya berbondong-bondong memanggilnya dengan “Pepi” ; bahkan dalam kurun waktu yang bisa dibilang cukup singkat, sebutan “Pepi” itu bermetamorfosislah menjadi aneka macam variasi panggilan baru seperti “Pepiyong”, “Pepong”, “Pepoy”, “Pepipul”, “Pepul”, “Pepbul”, dan serentetan “Pep-pep” lainnya. Belum lagi sebutan “Enchan” atau “Enchano” yang datang dari komunitas jilbaber. “Tawar” atau “Kentang” [ini lagi-lagi karena muka Febra dianggap mirip kentang] adalah sedikit dari  panggilan tidak jelas lainnya. Lalu ada juga mereka-mereka yang dengan indahnya memanggil dengan “Febre”, “Fertebreae” [gw serasa tulang belakang!], bahkan “Fiber”! Pernah pula di kesempatan yang sama, kasus RSA dan NTC terulang sehingga nama lengkapnya ditukar menjadi AF (Almania Febrasari) ; yang sempat membuatnya bingung sendiri saat membaca komen notes untuk membedakan inisial barunya dengan inisial nama Aulia Febianda, salah satu juniornya. Tak ketinggalan juga orang-orang (tidak tahu motifnya apa) yang secara sengaja memenggal “Febra” menjadi 2 suku kata yaitu “Fe” dan [cencored], kemudian melegalkan seenaknya suku kata [cencored] sebagai panggilan.  Parahnya, mereka mengucapkan [cencored] ini dengan enteng dan tanpa beban sama sekali. Pernah terdengar panggilan [cencored] ini diteriakkan (oleh seorang siswa cowok malahan) dari dalam kelas IPA 1 periode 2008-2010? Jika tidak pernah, syukurlah ; tapi jika pernah, mohon jangan sebarkan aib ini ke dunia luar ya.


Saat ini mengejar ilmu pengetahuan secara sementara di Fakultas MIPA Universitas Lampung. Kenapa “sementara”? Entahlah, mungkin Febra punya niat untuk berhenti kuliah dan langsung jadi sampah masyarakat saja.

(kasihan ya?)


Ada 2 masalah cukup besar yang saat ini sedang dia geluti berdasarkan skala prioritas, yaitu (1)masalah motivasi yang kadang naik kadang turun seperti pasang-surut air laut dan (2)masalah cita-cita seabrek, yang membuatnya cukup kebingungan harus memulai langkah nyata dari bagian yang mana. Tapi untuk dua masalah ini, Febra yakin waktu yang akan memberikan jawaban, sehingga dia slow-slow saja dengan keadaannya sekarang. Yang tergolong masalah berat justru terjadi di masa sebelumnya, dimana Febra mengalami apa yang disebut dengan friendsick syndrome ; yang hampir bersamaan dengan sindrom ini pula ia mengalami kegalauan terbesar dalam hidup : merelakan atau kembali mengejar fokus utama. Praktis, selama hampir satu bulan, Mr. Galau berhasil mengombang-ambing dan membingungkan hatinya, hingga akhirnya dia hanya bisa menangis sedu-sedan di dalam kamar. Febra bahkan berpikir : kalau saja kutampung air mata ini, mungkin aku bisa panen garam. Mungkin aku mampu menghasilkan 2000 bungkus garam ukuran 20 gram. Kalau per bungkusnya kujual Rp 1.000,00, aku bisa dapat untung bersih Rp 2.000.000,00 => kenapa jadi beralih ke otak bisnis???


Namun hanya sampai medio Oktober saja kegalauan itu berlangsung ; karena akhirnya Febra memutuskan untuk mengambil kesimpulan pasti : kembali mencoba menggapai FKUI. Walaupun ia sedikit merugi karena bisnis garamnya tidak berjalan lagi (bisnis lagi =_=’) akibat duktus lakrimalis sudah disegel rapat setelah Mr. Galau pergi, yah tidak apa-apalah. Febra telah menyiapkan solusi jitu untuk strategi bisnis season ke-2 kok, yaitu “panen garamnya dari air mata orang lain saja”. Hahahahaha.


Sama seperti Iyan, Febra ini termasuk tipe-tipe remaja pengacau tulen yang mungkin memang sengaja dilahirkan dari sperma dan ovum bertabiat pengacau dengan tujuan hidup untuk menciptakan kekacauan. Tidak ada yang tahu berapa “intensitas kekacauan” yang dimilikinya, sebab setiap KACAU-meter yang dipakai untuk mengukurnya selalu menampilkan hasil ERROR kemudian meledak seketika seperti kembang api tahun baru dengan hanya menyisakan asap sedap. Febra-nya sih mencoba berprasangka baik kalau tingkat kekacauan miliknya terlalu kecil sehingga sulit dideteksi oleh KACAU-meter biasa. Itu dari sisi pemikiran Febra ya, orang lain mungkin berpikir sebaliknya.

Dan mungkin pikiran orang lain itu yang benar. Ckckck.


Febra itu bisa dibilang tipikal manusia (saya sebenarnya juga tidak yakin Febra itu termasuk Homo sp. atau bukan #saya emang bukan Homo kok [Homo yang terakhir maknanya lain]) yang polos pada waktunya dan licik pada waktunya. Yang jelas, Febra mungkin tidak punya waktu sama sekali untuk sekedar sedikit bertindak waras <hahaha>. Mode polos membawanya menjadi pribadi yang mudah sekali tertipu, sedangkan mode licik membimbingnya menjadi pribadi “devil” [mengadaptasi istilahnya Aulia ; tapi tidak se”devil” Iyan kok, karena bagaimanapun juga Febra itu orang baik (narsis)] yang pada awalnya memiliki  senyum menawan bersinar sampai ke ujung dunia namun lambat laun berubah jadi senyum picik karena menyimpan maksud terselubung. Punya obses tersendiri sama kacamata ; sayangnya obsesi itu harus dikubur dalam-dalam karena matanya sampai sekarang sehat-sehat saja. Hobi pakai jaket juga---hanya saja mulai terlihat bagus pakai jaketnya saat mengenakan baju bebas saja sehingga gak pernah pakai jaket semasa masih jadi anak berseragam---makanya jaket kelasnya udah JELEK RAPUH kayak gitu walaupun umurnya baru setahun kurang.


Populer? Ah, tidak. Kalau Anda sekalian mendengar nama Febra populer di masa lalu, mungkin untuk pertanyaan ini : orang ini cowok apa cewek? Atau kalau ada yang bilang Febra populer karena pintar, jangan percaya deh. Tidak ada nilai yang mewah, indah, atau apa ; nyaris tidak sampai KKM iya juga. Kalau memang kalian ketemu nilai bagus di rapornya, itu mungkin karena guru bidang studinya yang miris melihat tidak ada nilai yang bisa dibilang mengagumkan tercetak di rapor Febra sehingga beliau akhirnya bersedekah dengan sedikit mendongkrak nilainya ; atau wali kelasnya yang sibuk meminta tambahan nilai pada guru bersangkutan sehingga nilainya bisa terangkat (sedikit). Paling yang konstan kerennya di rapor itu hanya pada spesialisasinya, yaitu Biologi ; itu juga bukan karena dewa atau sejenisnya, tapi karena sang guru memandang Febra sebagai ex-olimpiade nasional, sehingga beliau sengaja menaikkan nilai Febra untuk menjaga nama baik. Hahaha. Saya beberkan sekarang ya kalau ITU SEMUA HANYA HOKI. Murni HOKI. Cuma datang latihan di sekolah 2 kali kok ya tiba-tiba bisa lolos OSN---gak wajar kan? Mungkin panitia olimpiade saat itu lagi juling matanya atau rasa belas kasihannya sudah masuk versi malaikat sehingga bisa dengan mudahnya menobatkan Febra sebagai salah satu peserta tingkat nasional.


Ulang tahun terakhirnya saat H-66 SIMAK UI 2010 [maksa-maksa-maksa].


Udah ah, Febra ini, gak penting.


-------o0o--------



Nah, sekarang, dari tulisan di atas, saudara-saudara sekalian bisa menentukan, mana “generasi muda yang patut dicontoh” dan mana “generasi muda yang tidak patut dicontoh”. Hahaha.

-Dari sebuah note facebook tertanggal 17 Januari 2011-



Monday, September 5, 2011

Kangen FAO

Jujur, gw ini bukan tipe-tipe makhluk yang mampu terang-terangan bilang "kangen". Kalau ingin mengekspresikan rasa satu itu pasti akan gw pakai serangkaian kalimat yang maknanya tersirat. Tapi entah, gw kira ini sudah friendsick tingkat dewa sehingga gw kehabisan ide dan yang tersisa ya cuma kata "kangen".


Open house ke rumah Atma kemaren-kemaren sukses membongkar kembali agenda per-LCT-an yang awalnya terpojok tak berdaya di sudut-sudut memori gw. Pemicunya adalah Atma yang bilang,"Mana Febra? Ini piala kita!" sambil nunjukin piala besar di dalem lemari. Gw gak inget apakah pialanya memang segede itu, tapi kalau dulu gw liat sih memang gede-gede [kenapa gw harus membahas pialanya?!]. Dalam sepersekian detik film masa lalu berputar di otak gw, menghanyutkan gw dalam kerinduan maha dahsyong (weits, bahasa banci -_-).


LCT itu bisa dianggap sebagai salah satu periode terpenting di masa-masa SMA gw. Kalau diibaratkan sebuah kelas, setaralah sama Ichigo. Bedanya, kebersamaan gw dengan Ichigo sampai dua tahun, sedangkan ini cuma tiga bulan lebih sedikit. Walaupun sebentar, tetep gak kalah seru kok. Horornya MIPA pun gak sanggup menghilangkan keseruannya. Saingan bareng, latihan bareng, ketawa bareng, gila bareng, gaje bareng, kongek-kongekan bareng, menang bareng, kalah bareng ; pokoknya semua itu indah bangetlah. Bahkan kalau ada kata lain di atas "indah", pasti gw pake kata itu.

FAO adalah penyebab utamanya. Gw selalu bersyukur kalau inget gimana Bu Siho ngegonta-ganti rekan setim gw sampai akhirnya gw mendarat di tim terbaik. Beneran, gak peduli kekalahan apa yang pernah kita alami, gw tetep percaya kitalah tim LCT terbaik [#maksa].

Suka-suka gwlah mau maksa atau gak XP


Rasanya pengeeeen banget mengulang itu semua ; tapi kalau menyangkut itu, waktu selalu berlaku jahat dengan memerangkap gw di zaman ini. Akhirnya satu-satunya jalan hanya lewat mimpi. Kalau bener kejadian gw mimpi jadi anak SMA terus kumpul lagi dalam FAO, niscaya gw akan berdoa pada Tuhan agar gw dibiarkan terlelap selama-lamanya.

Tapi setelah dipikir-pikir, ekstrem jugalah kalau gw sampe tidur gak bangun-bangun begitu. Masa depan gw masih panjang, oi. Hahaha. Cara terbaik memang mengabadikan lewat tulisan agaknya. So, posting berikutnya akan diisi oleh dokumentasi-tiga-bulannya FAO yang diambil dari catatan pribadi gw sendiri. Yah, ada sih hal-hal yang berbau privacy di dalamnya, tapi sebelum dipublikasi bagian-bagian itu akan gw hilangkan atau gw sensor.


Next : [FAO] The Beginning


Pengakuan #2

Tuhan, pada tanggal 19 Juli setahun yang lalu, aku bertanya pada diri sendiri,'Sanggupkah aku tidak bertemu dia selama kurang lebih 5 tahun?' Aku gak tau apakah dia punya pertanyaan yang sama atau gak, tapi waktu itu aku gak berani jawab. Walaupun akhirnya aku bertindak kuat untuk bilang,'Sanggup', aku bisa ngerasa kalau hatiku malah bilang,'Tidak.'

Aku cuma mau ngaku, Tuhan, kalau sehari kemarin itu gak cukup. Bener-bener gak cukup. Aku selalu kesel berat kalau inget waktu itu gak bisa di-lobi.

Kata-Mu, setiap penyakit ada penawarnya kan? Sumpah, sekarang aku berharap banget ada yang jual obat rindu.

PS. obat yang dimaksud bukan gratis nelpon berjam-jam.




Sunday, September 4, 2011

10 Malaikat dan "Job"nya

Tiba-tiba gw inget sama zaman pas gw kecil dulu dikasih PR ngehafal nama-nama malaikat lengkap dengan tugasnya. Sekarang ketika gw udah bangkotan begini, gw malah berpikir jahil apa pekerjaan malaikat-malaikat ini di dunia nyata seandainya mereka itu manusia. Hahaha. Cekidot deh :


1. Jibril (menyampaikan wahyu) >tukang pos

2. Mikail (pembagi rezeki) >dermawan kaya raya, petugas pembagi sembako gratis

3. Izrail (pencabut nyawa) >algojo hukuman mati

4. Izrafil (peniup sangkakala pada hari kiamat) >penjaga sekolah yang tugasnya mencet bel pulang

5. Rakib & Atid (pencatat amal baik dan buruk) >sekretaris sebuah perusahaan

6. Munkar & Nakir (menanyai manusia di dalam kubur) >anggota kepolisian bagian interogasi

7. Malik (penjaga pintu neraka) >kepala penjara

8. Ridwan (penjaga pintu surga) >satpam rumahnya Bill Gates


Sumpah, ini lucu-lucuan doang. Beneran deh. Buat para malaikat yang jadi objek tertawaan, plis jangan marah, terutama Izrail. Inget, marah itu sifatnya setan. Damai itu selamanya indah. [nge-les sebisa-bisanya]. Hahahahaha.


Friday, September 2, 2011

Kichi Melancholic

Kenapa sebegitu terikatnya aku padamu?
Kenapa sebegitu eratnya kamu menempel padaku?
Kenapa sebegitu sulitnya untuk melepas bayang-bayangmu?
Kenapa sebegitu menyiksanya hanya untuk sekedar pura-pura melupakanmu?

Kenapa aku tidak pernah lihai berbohong pada diri sendiri tentang keberadaanmu?
Kenapa aku tidak pernah sanggup untuk melemparmu ke dalam ketiadaan?
Kenapa aku selalu dibelenggu rasa yang sama sampai rongga tulang yang paling dalam?
Kenapa cinta untukmu selalu ada?

Kenapa hatiku begitu lemah?
Kenapa serapuh itu benteng pertahananku untuk melawan daya magismu?
Kenapa racunmu begitu berat untuk kutawar?
Kenapa pula seindah itu ilusimu di mataku?
Dan kenapa harus semenyakitkan itu ketika kusadari semuanya belum nyata?

Kenapa tidak pernah ada kepastian?
Kenapa harus tanganku yang berusaha menggenggammu?
Kenapa harus selalu aku yang mengejarmu?
Kenapa harus selalu aku yang menangis?

Kenapa sepanjang ini jalan yang harus kutempuh?
Kenapa jarak itu tak kia mendekat?
Kenapa kesempatannya tak pernah datang?
Kenapa kenyataan seolah-olah tidak berpihak... pada KITA?


Angin melayang sesukanya, menjangkau angkasa, sampai menyusupi rongga dan jejak yang terkubur dalam tanah. Angin tidak bisa ditahan, ceritanya tak akan pernah habis, tak akan usai. Angin tidak terikat janji, yang karena itu pula angin bebas mengunjungi segalanya, sekaligus meninggalkan segalanya. Angin bisa memilih untuk tetap tinggal, tapi angin juga berhak untuk pergi.


Dan adalah suatu hal yang wajar jika angin tidak pernah kembali ke tempat yang sama.



Wind

Cultivate your hunger, before you idealize
Motivate your anger, to make them all realize
Climbing the mountain, never coming down
Break into the contents, never falling down

My knee is still shaking like i was twelve
Sneakin' out the classroom, by the back door
A man railed at me twice, though
But i didn't care
Waiting is wasting, for people like me

Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't dry, with fakes or fears
'cos you will hate yourself in the end

Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't dry, with fakes or fears,
'cos you will hate yourself in the end

You say dreams are dreams
I ain't gonna play the fool anymore
You say 'cos i still got my soul
Take your time baby
The road needs slowin'down
Reach yourself, before you bloom
Reflections of fear make shadows of nothing
-shadow of nothing-

You still are blind if you see winding road
'cos there's always a straight way to the point you see

Don't try to live so wise
Don't cry, 'cos your so right
Don't dry, with fakes or fears
'cos you will hate yourself in the end

Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't dry with fakes or fears
'cos you will hate yourself in the end

Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't dry with fakes or fears
'cos you will hate yourself in the end

'cos you will hate yourself in the end
'cos you will hate yourself in the end
'cos you will hate yourself in the end   ~Wind by Akeboshi

--------------------------------------------------------------------------

Kalau dilahirkan lagi, kamu mau jadi apa?

Angin.


Hidup

Segunung tawa dan air mata
Segenggam cinta
Seberkas luka
dengan selembar kasa yang entah apakah ada gunanya

Sebersit kesadaran
Sebuah jalan
Sebentuk danau
Seluas lautan
Sedalam jurang
Selebar langit di depan mata
Setinggi dinding kamar
atau segagah matahari di pusat tata surya

Setitik sakit
dan secercah impian

Sehebat sandiwara
Setumpuk cerita dengan ending yang sama


-gw, yang sedang merenungi sesuatu bernama hidup-


Idealis/Realis

Di antara kedua sisi ini, yaitu idealis atau realis, jujur gw lebih pilih idealis. Gw tahu idealis sepenuhnya atau realis sepenuhnya itu gak bener sehingga gw harus menyertakan kedua-duanya dalam hidup gw. Tapi, bagaimanapun juga, gw selalu mendominankan area idealis dibanding yang lain karena cuma saat menjadi idealislah gw bebas menginginkan apa saja, tanpa harus takut terbentur pertanyaan "impossible or not?". Apapun itu, nyata atau tidak, rasanya bisa ada dan gw senang tentang itu.



Sunday, August 28, 2011

Gui-ppocampus

This Way selalu sukses menjerembabkan gw ke dalam setumpuk nostalgia yang sama. Periode putih-abu-abu yang jaya. Depapepe belum perlu terlalu khawatir dengan problem yang gw alami, tapi mereka sepertinya harus tau bahwa dentingan gitar mereka yang satu ini telah membangkitkan arus kenangan yang menjebak gw begitu kuat, yang tidak pernah bisa gw lawan sekeras apapun gw mencoba.

Kisah seorang gw di masa-masa sekolah terbilang tertutup dengan indah, dan mungkin saja gw terlalu sayang untuk melepaskannya barang sebentar. Jadilah This Way sebagai pelatuk untuk menyeret kembali semua memori itu ke permukaan. Dan bukan salah gw juga jika gw tidak memiliki pertahanan jiwa apapun dan ikut larut dengan mudahnya ke dalam film masa lalu.


Seharusnya kalian sadar bahwa dari setiap petikan dawai itu bisa menyusun sebuah candu. Tidak seperti efek mariyuana dengan 'fly'nya, hanya sebuah flashback biasa. Sekedar candu ringan yang selalu indah sekaligus membuat hati sedikit perih karena kenyataan tak pernah absen menegaskan kalau gw tidak pernah bisa merusak alunan waktu dan kembali ke sana lagi.


Tepat Setelah Lulus

Kata maaf meluncur keluar melalui bidang kasar berkoefisien 0.4 dengan kecepatan awal 20 m/s. Hitunglah jarak yang ditempuh benda sampai berhenti!

(Eh, kok jadi Fisika?!)



Tes tes. Check check [alibi checksound]


Kata maaf meluncur keluar dari dasar hati penulis karena telah kesekian kalinya mengotori blogspace ini dengan sebuah posting sampah hasil karya orang yang juga SAMPAH (Hiks! T_T). Ini sudah lembaran tisu kelima, kawan, yang membuktikan betapa sedihnya gw karena gak bisa mengekang hasrat menulis yang abnormal. Lalu akhirnya lembaran tisu yang keenam, ketujuh, dan kedelapan. Lalu kesembilan. Ya, lalu kesepuluh. Juga kesebelas. Oh, banyak sekali tisunya. Bukan, tisu-tisu itu bukan untuk menyeka air mata sehabis menangis, tapi memang gw aja yang autisnya kumat jadi kurang kerjaan ngitungin tisu. Yah, maklumilah, tulisan ini bernada protes dan tanpa ada orang-orang seperti kalian yang (gw paksa) mendengarkan protes gw ini, gw akan galau, goncang, dunia persilatan gonjang-ganjing (?), kemudian akan panas, pusing, lompat-lompat menggapai layang-layang nyangkut, lalu berburu ubur-ubur (?????).


~~NICE PROLOGUE~~


Gw bukan mau bagi-bagi cerita-indah-menyenangkan ngapain gw tepat setelah lulus. Gak akan gw umbar-umbar karena fase itu merupakan aib khusus remaja jaman puber. Iyalah ; di saat semua orang lagi nyoret-nyoret di kertas buram karena soal ini perhitungannya rumit sekali, eh maaf, maksudnya di saat semua orang lagi nyoret-nyoret baju atau ngrumpiin calon salon tempat dandan buat perpisahan, gw malah lagi dihajar sama seseorang karena gw (dengan sadar dan sengaja) berbohong kalau orang itu gak lulus di malam sebelum pengumuman. Hajarannya sepenuh hati coy, sampai-sampai gw harus menghubungi psikolog gw untuk rehabilitasi akibat trauma mendalam [Anda tahu ini majas hiperbola].


Ya, gw akui gw ini anak yang bermasalah. Dari awal masuk SMANDA sebagai peserta MOS, gw udah mengacaukan definisi orang-orang tentang ‘bagaimana pria’ dan ‘bagaimana wanita’. Mereka kebingungan, lalu gw membiarkan mereka tetap dalam kebingungan, hingga akhirnya gw juga ikutan bingung karena mereka terus-terusan bingung. Ketika makin beranjak gila (bukannya beranjak dewasa malah beranjak gila), ketika kontrol diri gw musnah dan kehabisan udara, gw mulai nunggak uang kas, LKS gak bayar-bayar, kartu SPP ilang, jarang piket, saat Jum’at bersih bukannya nyapu-nyapu gw malah berfotosintesis, lalu foto-foto (hahah), kemudian bertransformasi dengan melakukan translasi (3,0) dilanjutkan refleksi terhadap sumbu X, lalu gw beralih fungsi jadi tukang sapu saat bersih-bersih selesai dan jam belajar dimulai (loh?). Ngerusak toilet, makanin batang palem, makanin putri malu, makan memakan, makan dan dimakan, jaring-jaring makanan, piramida makanan, makanan higienis, 4 sehat 5 sempurna, sapi memamah biak (XD), kudeta dan pengasingan guru-guru Matematika, ngebakar lab kimia dengan pengendalian api, menangkap avatar Aang lalu membunuhnya, berubah menjadi Power Ranger ; stop, stop, ini bukan gw woy! -_-“ Sangking banyaknya kekacauan yang gw lakukan ini membuat nama gw harum berkibar-kibar di SMANDA niscaya sampai 7 angkatan. Makanya kalau ada junior kamu nanya,”Kak, dulu kita punya kakak kelas namanya Febrasari Almania ya?”, lalu setelah kamu jawab,”Iya, kenapa dek?” terus si junior nanya lagi,”Oh… yang katanya suka ditemukan teronggok tak berdaya di dalam kotak sampah organik itu kan?” ; nah, biar dia puas, bilang aja dengan muka yakin,”Iya.”


Bahkan, namanya juga penyandang adjektif “bermasalah”, sampai-sampai setelah gw lulus pun gw masih punya sedikit masalah sama SMANDA. Tolong jangan tanya apakah masalah yang gw punya ini tergolong penting atau tidak, tergolong urgent atau tidak, tergolong masalah besar atau ternyata hanya biasa-biasa saja atau bahkan tergolong masalah yang sebenarnya tidak perlu dijadikan masalah. Jangan sekalipun bertanya tentang itu. You know me (so well), I know you (so well) ---SM*SH--- Yang jelas, beri gw selamat kalau ternyata di note ini gw menulis paling tidak satu hal yang bisa dibilang tidak gaje dan mampu dimengerti oleh orang banyak.


-------o0o--------


Q : Kenapa SMANDA melakukan renovasi habis-habisan tepat setelah gw lulus?

Ya, gw tau kalau semua renovasi itu terkait dengan SBI. Tapi coba perhatikan silogisme berikut.

P1 : Semua murid SMANDA diwajibkan membayar SPP
P2 : Semua yang membayar SPP berhak menikmati hasil pembangunan
P3 : [Febrasari Almania]* adalah murid SMANDA
K : [Febrasari Almania]* berhak menikmati menikmati menikmati** hasil pembangunan

*dapat diganti oleh nama-nama murid kelas reguler yang lain.
**tiga kata “menikmati” di sana bukan salah ketik, melainkan untuk mempertegas saja.



PS. Walaupun gw nunggak uang kas, gini-gini gw bayar SPP.
Gw juga gak pernah ngutang di kantin.
Karena semua budget buat uang kas mengalirnya ke kantin -_-



Jujur, bukan perbedaan fasilitas antara golongan reguler dan SBI yang mau gw perdebatkan. Itu sebenernya hal yang lumrah karena tercermin dari selisih biaya pendidikan yang luar biasa. Lagian, semua sarana-prasarana yang ditawarin SMANDA selama gw sekolah udah cukup untuk membuat gw mengucap syukur. Yah, mungkin yang gw sesali dari SMANDA hanyalah kenapa di sekolah ini gak ada tempat parkir buat helikopter? Gimana gitu ya, sebagai siswi yang pulang-pergi kemana-mana pake helikopter, jelas gw kesusahan [SOK BANGET SUMPAH].

Yang bener adalah : kenapa bukan toilet yang direnovasi paling awal? Gw rasa petinggi-petinggi SMANDA terlalu meremehkan peran toilet dalam mencerdaskan umat. Masa’ dari jaman gw masih imut-imut sampai sekarang pun gw masih imut-imut, itu toilet masih gitu-gitu aja? Gak imbang dong kalau gedung-gedung kelas udah kayak rumah makan Padang sementara toiletnya bisa dibilang lebih mirip ruang eksekusi mati daripada tempat buang hajat. Inget gak jargon sejuta pelajar : PMP a.k.a. Posisi Menentukan Prestasi? Karena jargon begituan udah kaku dan tidak mengikuti perkembangan era globalisasi, maka izinkanlah gw untuk mengusulkan jargon baru, yaitu TMP a.k.a. Toilet Menentukan Prestasi.


Anda akan selalu salah kalau menganggap saya sedang bercanda.

Yeah, Anda akan selalu salah.

Walaupun saya juga belum tentu benar (lho?)



Toilet adalah sumber inspirasi. Ya, silakan ketawa. Tapi memang begitulah adanya dan gw adalah buktinya. Bukan, maksudnya bukan karena setiap saat kalian memandang muka gw dan serta-merta kalian langsung dapet pencerahan lantas kalian men-judge muka gw mirip toilet. Bukan begitu ya. ***“Bukan, maksudnya bukan karena setiap saat kalian memandang muka gw dan serta-merta kalian langsung dapet pencerahan lantas kalian men-judge muka gw mirip toilet“ => Ini emang penulisnya kurang ajar ; bisa-bisanya menyisipkan kalimat yang menyanjung gw tapi juga sekaligus merendahkan gw*** Maksudnya, cukup sering gw dapet inspirasi hidup pas lagi di toilet. Ide buat ngejayus mampus di posting ini juga merupakan salah satu hasil brainstorming di toilet. Memang ini baru hipotesis, tapi gw punya suatu alasan ilmiah kenapa toilet bisa memberikan inspirasi lebih daripada di tempat lain. Asumsinya adalah kita melakukan pekerjaan-pekerjaan standar ketika di toilet, yaitu BAB dan BAK. Ingat, dari sekian banyak  limbah metabolisme tubuh, ada yang bersifat racun ; dan dari sekian banyak racun itu pasti ada yang kerjanya menghambat fungsi otak. Saat kita buang hajat, semua limbah yang racun-racun ini ikut terbuang dan secara logika, setelah bebas dari pengaruh racun, tentunya  kinerja otak jadi lebih baik dong. Jadi bukan hal aneh kalau kita jadi makin kreatif atau cerdas sesaat di toilet. Serius, gw bahkan pernah nemuin jawaban soal limit pas lagi merenung dalem toilet.

[Gw baru sadar kalau hipotesis yang gw kemukakan di atas bisa dijadikan bahan skripsi kedokteran]


Toilet adalah target pelampiasan. Kali ini, asumsinya adalah pekerjaan-pekerjaan di luar standar ketika berada di toilet. Toilet adalah sebuah tempat dimana rasa malu tidak berlaku ; kecuali kamu sok aman masang toilet di kamera CCTV, eh kebalik, masang kamera CCTV di toilet  karena takut ada yang maling sabun. Mungkin di tempat lain, kita merasa malu untuk melakukan sesuatu, yang karena kita tidak melakukannya, kepala jadi pusing, pening, galau syndrome, hati gundah gulana, porak-poranda, usus terburai, tulang tercerai-berai ; cukup, cukup, ini udah mulai ngaco. Kondisi kejiwaan yang begini sangat mampu membuat otak kita bertengger pada level under pressure. Seindah apapun dunia, seganteng apapun saya (?), kalau otak kita tertekan, kita gak akan bisa menikmati semua hal dengan nyaman. Ambil contoh konkret aja, misalnya saat kamu diselingkuhin sama pacar kamu. Bayangin, pacar yang udah bertahun-tahun bareng kamu, yang kalian udah bersama sebagai sepasang kekasih bahkan sebelum bisa ngelap ingus sendiri, yang kamu gak ragu lagi kesetiaannya karena telah bersumpah cinta selamanya sehidup semati di depan nisan nenek moyang kamu, ternyata mengkhianati kamu. Kamu kesel, dendam kesumat, marah, mata merah, hidung merah, kuping merah, lidah merah, badan merah, pegal-pegal, encok, nyeri, panu, kadas, kurap, kaki gajah, gagal ginjal, cairan serebrospinal, Alzheimer, hematoma subdural, kontusio, neural tube defect, ambivalen, demensia [obral mampus istilah kedokteran], sementara planning kamu besok adalah ulangan Matematika. Kamu mencoba belajar di tengah situasi diri kamu yang kalut. Hasilnya? Gak ada satu pun materi yang ke-save di harddisk otak kamu. Kamu mulai merasa gila sampai akhirnya sadar kalau kamu harus cepat-cepat menghilangkan sakit hati kamu. Kamu harus men-transfer semua perasaan tidak menyenangkan ini kepada yang lain. Akhirnya kamu menjatuhkan pilihan kepada toilet dan memiliki dua opsi tentang apa yang akan kamu lakukan di dalam sana : bunuh diri atau teriak keras-keras. Karena kamu pelajar SMANDA dan  kamu mengenal betul kalau prinsip SMANDA bukan “Prestasi, Reputasi, Prestise, dan Bunuh Diri”, maka kamu pilih opsi kedua (Peringatan : sangat ditentang keras bagi siapapun yang ingin memilih opsi pertama. Segala macam variasi bebauan terkumpul jadi satu dalam toilet, tidak perlulah ditambah lagi dengan bau mayat). Terserah, mau di air atau di udara, lalu kamu mulai teriak begini sambil nginjek-nginjek jamban,”DASAR SIALAN! JADI SELAMA INI LO ANGGEP GW APA? JADI GINI? LO PIKIR LO SIAPA?  MUKA KAYAK GILINGAN CABE AJA UDAH BERANI LO NGEDUAIN GW! AWAS LO YA! AWAS! ULANGAN BESOK, LO GAK BAKAL GW CONTEKIN!!! @#**!!&#%$......”

Nah, ber-sumpah-serapah-lah sampai kamu puas. Dijamin, setelah semua uneg-uneg kamu keluar, otak kamu akan berada di posisi rileks lagi dan proses belajar kamu akan berjalan lancar. Besoknya, bersiaplah untuk mendulang poin sempurna dari hasil ulangan kamu, kemudian berikan wajah kemenangan tapi sok jual mahal kepada dia yang telah mencampakkan kamu.


Inilah sebabnya kenapa gw bilang toilet memiliki peran dalam mencerdaskan umat. Manusia normal gak akan bisa konsentrasi belajar sambil nahan pipis akibat toilet sekolahnya mengerikan. Tidak konsentrasi belajar berarti jeleknya nilai ulangan. Jeleknya nilai ulangan berarti pula jeleknya nilai rapor. Akhirnya, jeleknya nilai rapor berbuntut pada tidak naik kelas serta berlanjut menjadi kekecewaan orang tua.  Apalagi kalau kamu lebay cuma gara-gara nilai rapor jelek doang lantas tanpa pikir panjang langsung berniat loncat indah dari pohon pete cina yang tingginya 18 m. Gak cuma keluarga kamu yang kecewa, Tuhan juga kecewa sama kamu. Para pemerhati bangsa juga ikutan kecewa karena kamu dianggap berandil besar dalam meningkatkan angka bunuh diri nasional sehingga nama bangsa tercemar. Nah, kesimpulannya, jargon TMP ciptaan gw tidak salah. Tidak salah, kawan. Memang sejak awal itu tidak salah.

Tidak salah, tapi norak. Itu ‘kan yang ada di pikiran kalian??!



Maka, sangat gw rekomendasikan bagi para pejabat SMANDA untuk sesegera mungkin merenovasi toilet. Bandingkan ini : para murid masih bisa belajar tanpa kelas, tapi ingat, para siswi tidak bisa ber-ekskresi tanpa toilet. Tolong pikirkan. Sekali lagi, tolong pikirkan. Cobalah berperspektif dari posisi para murid. Mungkin toilet guru sana memang bagus, tapi coba sesekali kunjungi toilet siswa, niscaya Anda akan terenyuh dan langsung melakukan taubatan nasuha saat itu juga setelah melihat kondisinya.


Baiklah, hentikan sekarang juga diskusi tentang per-toilet-an ini. Semakin dibahas, semakin jelas di mata kalian kalau image gw ini penghuni toilet sejati T_T


Sebenarnya gw hanya mau curcol soal lenyapnya semua ruangan yang jadi ex-kelas gw dari muka bumi. Bukan toilet, bukan. Hilangkan semua imajinasi toilet kalian dan berhenti menghubung-hubungkannya dengan diri gw.


Bukan karena sedih lantas gw menangis meraung-raung garuk-garuk tembok atau kelakuan tidak senonoh lainnya, cuma SMANDA rasanya ganteng aja gitu karena tepat setelah gw lulus, semua kelas panas yang dulu pernah gw huni langsung dirombak jadi BER-AC. BER-AC (yang ini pake garis bawah #kenapagitu). BER-AIR CONDITIONER. Yeah. Sejuk banget agaknya kelas kalian sekarang ya. Kalau inget dulu, kayaknya angin semilir aja udah cukup untuk ngebuat kami sujud syukur. Serius. Temen gw sampe ngaku,”Gila ya kelas ini, panas banget  sampe gw gatel-gatel.”  Bayangin, seberapa besar intensitas ultraviolet yang terakumulasi di kelas itu sampe gen-gen kulit temen gw bermutasi lalu secara ajaib timbul gatel-gatel (alesan gw mengerikan deh). Kalau kami ini pengikut aliran animisme-dinamisme, mungkin bakalan muja-muja Dewa Angin deh kami  -_-


Ya, gw tau semua AC itu terkait dengan SBI. Tapi coba perhatikan silogisme berikut.

P1 : Semua murid SMANDA diwajibkan membayar SPP
P2 : Semua yang membayar SPP berhak menikmati hasil pembangunan
P3 : [Febrasari Almania]* adalah murid SMANDA
K : [Febrasari Almania]* berhak menikmati menikmati menikmati** hasil pembangunan

*dapat diganti oleh nama-nama murid kelas reguler yang lain.
**tiga kata “menikmati” di sana bukan salah ketik, melainkan untuk mempertegas saja.


Keliatan kalo kopas   #emangkopas


Jujur lagi, bukan perbedaan fasilitas antara Reguler dan SBI yang mau gw perdebatkan. Lagian, gw gak terlalu suka sama AC. Untuk gw, cukup Angin Cepoi-cepoi (AC) aja deh. Gak apa-apalah kami cuma dapet jatah kelas panas dengan loteng yang suka bocor pas ujan plus lemari reot busuk tempat nampung buku-buku tebel yang males dibawa  karena berat sekaligus sebagai tempat berbagai spesies arthropoda melestarikan jenisnya. Kelas yang ada “kursi pencabut nyawa” di bagian belakang yang kalau kita duduknya gak hati-hati di sana, pantat kita bisa kejepit dan itu rasanya sakit banget [penulisnya pernah ngerasain ya?]. Kelas yang ditandai dengan bau-bau perjuangan (baca : bau keringat) yang lebih hebat (baca : makin menyengat) saat periode-periode akhir kelas 12. Yah, kalau otak kami gak direbus barengan dulu sampai sedikit-sedikit gila (gak, gak sedikit, gw yakin), mungkin gak akan ada semua memori indah yang kami punya sekarang. Kalau kelas kami itu dingin, mungkin kepala kami juga ikutan dingin hingga akhirnya kami sepakat nyalain api unggun buat menghangatkan diri. Ringkas sekali, apaan coba? Kelas dingin cuma ngasih kenangan maen api unggun.  Gak gehol banget.


Tapi mau bagaimana pun, tetep aja gw agak sedih. Kelas-kelas tempat gw membangun kejayaan masa muda yang sedikit berantakan ini udah raib. Mungkin saat kami datang lagi ke SMANDA sambil menggandeng buah hati masing-masing, kami cuma bisa bilang begini,”Ah, dulu kelas kita gak sebagus ini.”  Benar, bersyukurlah kalian adik-adik kelas yang tidak ikut merasakan kejamnya kenyataan. Entahlah, entah kenapa takdir Tuhan untuk kami terlalu miris, terlalu sadis, terlalu sakit seperti hati yang teriris-iris [Backsong : lagu-lagu dangdut buat kondangan]. 


Ya Tuhan, bahkan aku tidak punya foto-fotonya…. *sangat lebay*


Seperti yang gw utarakan di atas, gak cuma karena sedih lantas gw nangis meraung-raung garuk-garuk tembok atau melakukan tingkah tidak senonoh lainnya ya. Palingan cuma meluk-meluk batang pohon terus ketawa-tawa sambil gigit daun  #samaaja?


Oke, mari meloncat ke topik aneh nomor 2.


-------o0o-------


Q : Kenapa SNMPTN Undangan baru ada tepat setelah gw lulus?


Merasa dirugikan? Jelas banget anak kuliahan kayak gw ngerasa rugi. Apa-apaan itu kuota kepala 6 hanya dengan modal nilai rapor? Kalau ditanya, sumpah deh gw gak ikhlas. Coba yang beginian baru terbit tahun 2013, mungkin gw masih bisa rela. 


Bukannya menghujat kalian-kalian yang bertengger di universitas impian masing-masing hanya karena rapor ya, tapi gw cuma mau mengungkap suatu fakta. Kenyataannya, bahkan untuk ukuran SMANDA, gak semua nilai rapor tergolong dewa yang kalau dilihat tanpa dibarengi dengan iman bisa ngebuat kita buta total itu hasil keringat sendiri. Gak percaya? Terserah, yang jelas gw kenal seseorang yang hanya dengan skill nyontek kelas kakap bisa masuk 5 besar---dan seseorang itu bukan gw ya. NOTE : yang gak ngerasa, gak perlu sok-sok tersinggung ; di sana gw pakai kata-kata “gak semua”. Bukan mustahil juga perangkat sekolah ambil andil dalam melebih-lebihkan nilai rapor anak-anak didiknya. Guru juga manusia, siapa yang tau kan? Untuk yang ini, mungkin udah lumrah dimana-mana dan jadi rahasia umum. Gw pernah dapet nilai 92 untuk suatu bidang studi padahal ulangan cuma sekali dan itu juga sepertinya gak melewati batas remid. Entahlah 92 itu hasil kalkulasi dari mana, tapi terbukti kalau nilai bisa dimanipulasi dan itu artinya peringkat gak membuktikan apa-apa. Jadi kalau ada temen kamu yang sombong dengan menampilkan muka menyebalkan minta dijitak ke kamu karena rangkingnya yang lebih tinggi dari kamu, gak usah pikir-pikir lagi, jitak aja. Sok amat. Bangga bener kali sama rapor yang tinggal di-sotosop aja nilai itu bisa diganti.

Ditambah lagi, nilai itu relatif. Gak ada jaminan nilai 8 di SMANDA bisa juga kamu dapatkan di SMA lainnya. Setiap guru punya kriteria masing-masing  untuk soal ujiannya. Ada guru yang termasuk tipikal murah hati jadi menganugrahi pertanyaan-pertanyaan lemah ke murid-muridnya, ada guru yang terobsesi banget sama cita-cita mencerdaskan bangsa jadi ngasih soal-soal  konsepsional yang kalau lagi gak beruntung bisa sangat sukses membuat kepala cekot-cekot, ada juga guru bermental psikopat yang gak mikir-gak ngaca gimana dia pas masih jadi pelajar dulu sehingga seneng banget menyodorkan soal-soal di luar kurikulum seharusnya tanpa peduli mereka yang dikasih itu bisa ngerjain apa gak. Enak untuk mereka yang ditangani sama guru-guru tipe 1 dan 2. Nah, yang dapet tipe 3??? Sakit amat diajarin sama guru begitu---mendingan kalian bunuh di tengah jalan aja tu guru dengan dalih “Bapak ataukah kami yang mati lebih dulu”. Nilai pas-pasan dari guru tipe 3 jelas kalah sama nilai-nilai indah dari guru-guru tipe lainnya ; yang berakibat pada semakin kecilnya kans mereka untuk diterima di universitas yang sama. Kasian kan? Padahal, walaupun pas-pasan, belum tentu juga mereka ada di tingkat yang lebih bawah karena banyak faktor X yang patut dipertimbangkan. Untuk kasus ini, gw cukup berpengalaman. Selama kelas 10, ada suatu bidang studi yang sangking susahnya pas ulangan dapet 7 aja rasanya kayak nemuin harta karun di jalan. Eh, pas naik kelas 11, dapet nilai 9 di bidang studi yang sama kesannya datar aja. Terbukti secara nyata ‘kan berarti, betapa nisbinya sebuah nilai?


Apapun surga dunia yang orang-orang dapatkan lewat rapor, sampai saat ini gw lebih suka jalur tes. Sebutlah gw idealis, tapi jangan pungkiri kalau lulus lewat tes itu feel-nya lebih dapet. Lulus lewat perjuangan sendiri, boy---silakan ikut berbangga bagi Anda yang banting tulang  SENDIRI untuk nilai rapornya. Saat ngeliat kata “SELAMAT…”, rasanya jagat raya ini cuma punya kamu dan Universitas X (syouh). Atau gw pinjem kata-kata temennya temen gw deh : nanti kalau udah punya anak, gw bisa bilang gini ke anak gw,”Bapak masuk FKU[piiip] dengan kerja keras, nak. Bapak rela putus dengan pacar bapak yang cakep cuma karena mau konsentrasi belajar keras tiap hari” ---Warning : ini cuma sampel. Yang gak kuat pisah sama pacar disarankan jangan coba-coba.  Sungguh sangat gw like pernyataan ini. Coba bandingin dengan yang bilang gini,”Bapak masuk FKU[piiip] dengan gede-gede-in nilai rapor, nak. Bapak fotokopi, kasih ke sekolah, dikirim ke U[piiip] terus tinggal berdoa sambil nunggu pengumuman.” Wacananya sama, tapi ‘rasa’-nya jelas jauh beda. Lain ceritanya kalau si Bapak nambahin embel-embel,”Nilai rapor yang gede itu Bapak dapet dari usaha sendiri, nak. Bapak rela ninggalin rumah selama 40 hari 40 malem cuma buat belajar menyendiri di hutan” ---Warning : ini juga cuma sampel. Bagi yang gak kuat hidup secara ekstrim gini, gak perlu coba-coba.


Kalau sadar semua kepincangan di depan mata begini, gw heran deh kenapa Dikti malah makin me-leluasa-kan penggunaan rapor pas penerimaan mahasiswa baru. Kayak gak pernah sekolah aja. Mungkin zaman-zaman mereka masih SMA dulu masih cupu ya. Masih lugu. Masih polos. Makanya update dong, biar tau perkembangan abad 21. Jangan dari dulu sampe sekarang cupu terus gak ada kemajuan.


Mulai menusuk.


-------o0o--------


Q : Kenapa SMANDA baru diundang ikut lomba Biologi Kedokteran Dasar di FKU[piiip] tepat juga setelah gw lulus?


Gw bakalan ladenin serius perlawanan mereka-mereka yang juga memperebutkan jabatan wakil SMANDA untuk lomba ini. Beneran deh, kalau misalnya cuma diambil 1 orang dan kondisinya saat itu ada kakak kelas yang Biologi-nya sok meraja di atas gw, gw tantang si kakak kelas. Bodo amat, emang gw takut mentang-mentang posisi gw junior?

Pikiran gw sih ya : gak menang lombanya pun, gw bisa jalan-jalan ke FKU[piiip]. Jangan nanya apa yang bisa diliat ; itu kampus, isinya paling ruang kuliah sama laboratorium, ketemu-ketemu paling juga sama tukang sapu-sapu-nya, gak ada yang menarik perhatian. Tujuan gw ber-plesir-plesir ria itu cuma mau cari suntikan semangat dalam menggapai cita-cita. Sampai sekarang gw gak bisa bayangin seberapa besar motivasi yang akan gw dapet kalau itu bener kejadian. Sayangnya SMANDA baru dijatahkan untuk lomba itu setelah gw sukses jadi alumni.


Kenyataan hidup yang ini semakin menghancurkan harapan gw untuk mengunjungi U[piiip]. Gw emang belum pernah ke U[piiip] sama sekali, mau kampusnya di [cencored] ataupun di [cencored], belum ada satupun yang tanahnya gw nodai dengan jejak kaki gw. Gw cuma tau bangun gedung rektoratnya aja, itu pun dapet gambaran dari brosur. Sampai akhirnya gw bertekad begini,”Mungkin sekarang belum, tapi saya akan injak Anda saat saya sudah resmi jadi bagian dari almamater Anda.”  Makanya, dipaksa sekuat apapun,  gw selalu gak mau ikut-ikutan foto ja[piiip]. Gw lebih kukuh sama pendirian gw : Gw akan berfoto sama ja[piiip] milik gw sendiri ---gw sih mikirnya,’Udah minjem almamater orang, diabadikan, taunya gak masuk, nanti pas liat foto itu lagi,  rasanya sakit banget gak sih?’  Tanpa gw sadari, justru semua ini yang jadi cambuk ampuh buat gw sampai sekarang. Kalau inget ini, mata gw yang selalu karatan kalau lagi lembur belajar malem bisa mendadak sehat lagi. Segala hingar-bingar film action di tipi langsung terlupakan dan tertinggalkan.


Yah, kalaupun nanti ternyata takdir Tuhan berbanding terbalik dengan harapan gw, sebagai seseorang yang menghormati janji sama diri sendiri, ya udah, inilah derita gw  #pasrah


--------o0o--------


Q : Kenapa di SMANDA ini gak ada tempat parkir buat helikopter???


Ini lagi yang ditanya. Siapa sih yang bikin ini? Gak penting banget.



Sorry cuma ngejayus doang XD



Monday, May 2, 2011

Bacalah ini, jika Anda ingin masuk perguruan tinggi favorit!

Copyright © Alf 2010
Mumpung masih bulan September, kutulis note ini untuk adik-adikku yang sekarang sudah kelas 3 SMA.

Untuk kalian yang belum kelas 3 SMA tapi ternyata ke-tag juga, aku yakin, suatu saat nanti kalian akan mengalami yang namanya kelas dua-belas ; so, jadikanlah note ini sebuah referensi untuk menghadapinya kelak, alhamdulillah kalo bisa menginspirasi kalian semua.


--------o0o--------


Atmosfer dua semester terakhir dalam dunia putih abu-abu punya sensasi yang berbeda dibanding semester-semester sebelumnya. Kenapa? Secara udah kelas dua-belas. Kita mulai mikir-mikir : gua mau jadi apa ya? Ntar gua mau nglanjut kemana ya? ; dan yang paling penting : GUA LULUS GAK YA? Semua tuntutan ini bisa memaksa kita berubah dari tabiat asli kita, lho. Aku bilang begini karena memang itulah yang aku rasakan tahun kemaren. Tau gak sih? Temen-temenku dulu yang sukanya maenan dan males-malesan sekarang jadi rajinnya minta ampun ; kemana-mana bawa buku, tiap hari pergi les, pulang malem-malem bukannya nonton tipi malah belajar lagi. Orang-orang yang emang dari dulunya pinter-pinter malah makin gila aja jadinya ; cabut dari kelas bahkan bolos sekolah berminggu-minggu---bukan karena sakit atau izin---biar bisa bertapa di rumah untuk belajar sampe puas. Karena aku anak IPA, maka yang diobrolin tiap hari ya gak jauh-jauhlah dari empat pelajaran paling ganteng sedunia : Matematika-Fisika-Kimia-Biologi. Sebelum kelas dua-belas, biasanya mah abis shalat maen-maen dulu, kejer-kejeran lah kayak orang autis, makan di kantin sambil ngrumpi lama-lama, masuk geh suka telat. Sekarang? Menyimpang 180 derajat. Gak dhuha atau dzuhur, semuanya langsung cepet-cepet balik ke kelas terus asik ngerjain soal lagi. Satu kelas itu matanya hampir rusak semua ; kalo ku itung kelasku kemaren yang pake kacamata ada 26 orang dan mungkin ke depan jumlahnya akan bertambah.

Mungkin begitulah gambaran hebohnya anak-anak SMA kalo udah kelas dua-belas. Jadi jangan heran kalo ntar temen-temen kita pada keilangan jati diri semua; yang awalnya baik malah jadi egois, yang awalnya nyenengin eh malah jadi serius abis gak ketulungan, yang mulanya males sholat malah rajin ke mesjid dan ng-infak tiap hari ; karena emang keadaan udah maksa kita untuk mementingkan diri sendiri. Gak ada lagi kepentingan golongan, kepentingan sekolah, apalagi kepentingan negara. Yang penting buat gua sekarang ya masa depan gua ; masa depan gua ya tergantung gua, bukan temen sekelas, guru SMANDA atau pemerintah Indonesia, jadi yang harus diutamain sekarang ya gua, bukan waktunya lagi mikirin temen apalagi masa depan bangsa! Gitu lah kali ya pikiran temen-temen sekelasku waktu itu. Hahaha.



Nah, pastinya di kepala kalian sekarang udah tertanam jelas dong ke depannya bakalan jadi apa. Ingin jadi dokter kah? Arsitek kah? Programmer? Psikolog? Akuntan? Pengusaha? Atau ingin jadi Presiden? Atau mungkin ingin mengikuti jejak Sri Mulyani?

Kalau kalian sudah punya bayangan cita-cita yang mau dikejar, itu artinya kalian udah selangkah lebih maju dari temen-temen kalian yang belom punya atau masih bingung mikirin “saya ini mau jadi apa?”. Karena kalian udah punya tujuan yang jelas serta pondasi yang mantap, daripada mereka-mereka yang gak tau mau kemana dan gak jelas mau jadi apa.


Untuk kalian yang masih bingung pas udah lulus SMA selanjutnya mau ngapain, ada beberapa opsi buat kalian : ngelamar kerja, lanjutin kuliah, atau buka usaha alias jadi wiraswasta muda. Yang jelas jangan buru-buru lari ke KUA. Kalau lulus SMA langsung nikah, alamat keturunan bakal sengsara, karena hidup di dunia ini gak cukup cuma modal cinta. Kalian boleh ngelamar ke KUA asalkan ada kepentingan darurat saja, misalnya terjadi “kecelakaan” dan kalian dimintai pertanggungjawaban.


Kalo mau langsung kerja, carilah lowongan yang nerima ijazah SMA. Emang sih jaman sekarang sangat sedikit sekali pihak yang mau mempekerjakan lulusan SMA, tapi di Lampung ada kok. Salah satunya PELINDO. Tahun kemaren PELINDO membuka kesempatan buat lusan-lulusan SMA untuk ngelamar kerjaan jadi staf operasional. Tesnya cuma ada dua : TPA sama wawancara (apa lebih ya? Kayaknya ada tes kesehatan gitu gak sih?). Satu orang dari kelasku keterima di sini dan sekarang lagi ngejalanin proses training di Jakarta.


Yang mau kuliah, siapin deh mau masuk jurusan apa. Diutamain yang sesuai sama cita-cita kita. Buat orang-orang yang masih pening nentuin jurusan, permasalahan kalian adalah kalian gak punya impian. Kalo udah punya impian, insya Allah 80% kamu udah menuju ke jalur yang sukses. Maka yang paling penting sekarang adalah apakah kamu sudah punya impian?

Kalo belum, maka kamu dalam kondisi bahaya. Hidup kamu akan terombang-ambing dan bagaikan air yang mengalir kemana saja. Sebenernya jika kamu tidak punya impian, maka kamu akan merasa capek melakukan segala hal. Bahasa kasarnya buat apa belajar jika belum punya impian. Buat apa bimbel sana-sini kalo belum punya impian. Yang lebih parah lagi, ada ungkapan “sebaiknya kamu jangan hidup jika kamu tidak punya impian”. Nah lo?! Zig-ziglar juga bilang kalo orang yang paling miskin adalah orang yang tidak punya impian. So, kalo kamu gak mau jadi orang miskin, segeralah tentukan impian kamu.

Salah satu pertanyaan yang bisa membantu kamu untuk ngebentuk impian kamu adalah : apa sih bakat dan minat kamu? Kita ambil contoh seseorang, sebut saja XXX. Si XXX pinter Biologi. Dia minat dan suka banget sama pelajaran Biologi. Apa sih bidang pekerjaan yang di dalemnya ngungkit-ngungkit Biologi? Banyak. Guru, dosen, dokter, ilmuwan, peneliti, orang farmasi, atau jadi penulis Campbel. Akhirnya XXX mutusin jadi dokter. Dia pun milih FKU* sebagai sasaran utamanya. Nah, gampang kan? XXX akhirnya udah punya impian. Dia gak pusing-pusing lagi nentuin jurusan. Begitu juga kamu. Pertama, kamu harus kenali dulu apa bakat dan minat kamu, baru kamu menyusun impian.

Kalo kamu malah makin bingung karena gak tau bakat dan minat kamu sebenernya di bidang apa, saranku ikut psikotest deh. Lewat psikotest, kamu bisa tau jelas kemampuan kamu itu apa dan gak bakal ribet-ribet lagi nentuin jurusan. Atau konsul ke ortu, sodara-sodara kamu, guru BK, atau temen-temen kamu. Selama ini kan kamu idup bareng mereka, sedikit banyak mereka tahu lah tentang diri kamu. Siapa tahu mereka bisa ngebantuin kamu mendefinisikan apa kelebihan kamu.

Sekedar informasi tambahan, kamu bisa jawab beberapa pertanyaan ini untuk memudahkan kamu pilih jurusan.
Pertama : apa kamu orang yang teliti?
Kalo bukan, sebaiknya jangan maksain diri untuk masuk jurusan kedokteran, elektro, mesin, atau akuntansi.
Kedua : apa kamu orang yang rajin?
Kalo bukan juga, jangan masuk ke jurusan yang banyak tugasnya, contohnya Fakultas Teknik. Kabarnya, anak FT harus begadang sampe subuh cuma buat ngerjain tugas.
Ketiga : kamu buta warna gak?
Kalo iya, artinya kamu gak bisa masuk jurusan kedokteran, teknik, kimia, dan farmasi. Walaupun diterima, kamu pasti ditolak lagi, kecuali kamu udah nyogok dokter yang meriksa kamu untuk buat surat keterangan palsu yang menyatakan kalau mata kamu sehat-sehat aja. Coba jurusan lain, misalnya IPS ; atau kalau tetep mau IPA, bisa Ilmu Komputer atau Matematika.


Kiat lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jurusan adalah peluang kerja setelah lulus kuliah. Jangan sampe kamu milih jurusan tapi ga tau ntar mau kerja apa. Kalo prospek kerjanya sulit, alihkan perhatian kamu ke jurusan yang lain. Jangan mentang-mentang orang Jawa tulen terus kamu kuliah di Sastra Jawa UI, tapi pas udah lulus bingung kerjanya apaan. Kalau begini, bisa-bisa gak ada ortu yang mau nikahin anaknya sama kamu karena kamu pengangguran. Tapi, menurutku, gak mungkin lah pihak universitas mau ngebuat suatu jurusan yang pas lulus gak punya peluang kerja. Gak mungkin banget (siapa juga yang mau masuk jurusan kayak gitu?). Makanya cari tahu sebanyak-banyaknya perihal jurusan yang kamu pilih. Cari tahu sendiri, jangan nyuruh orang nyari tahu terus kamu tinggal enak minta info. Kalo kamu yang nyari sendiri, kamu bisa tahu secara detail. Selain itu, kamu juga gak akan mudah termakan sama kabar burung atau omongan-omongan negatif tentang jurusan pilihan kamu. Intinya, keuntungan kamu cari info sendiri itu adalah kamu bakalan mantap dengan jurusan kamu dan gak akan mudah dipengaruhi orang.

Tapi inget juga, dalam pemilihan jurusan kayak gini, kamu juga harus mampu mengukur kemampuan kamu sendiri. Kalo kira-kira kamu gak sanggup masuk ke jurusan yang bersangkutan, jangan maksain diri, daripada kamu harus masuk ITB (Ikut Tahun Berikutnya) gara-gara gak diterima dimana-mana. Tapi, seberapapun tidak sanggupnya kita, asal belajar tekun, apapun pasti bisa. Nothing impossible. So, yakin dan percaya aja sama diri kita.


Setelah pilih jurusan dan tau gono-gininya jurusan kamu itu, konsultasilah ke ortu. Promosiin jurusan kamu. Kasih tau sama ortu semuanya yang kamu tau. Diskusiin biaya kuliahnya berapa, karena mereka kan yang bakal ngebayarin kamu kuliah? Kadang-kadang ada ketidakcocokan antara pilihan kamu sama pengennya ortu. Kalo udah begini, jangan lantas langsung ribut, apalagi bacok-bacokan. Masa’ kamu ngebacok ortu kamu cuma karena beliau gak setuju?! Bicara baik-baik. Yakinkan ortu dengan suara yang lembut. Biasanya hati orang lebih cepet luluh kalo kita ngomongnya sopan. Jangan pula kamu ngasih penjelasan dengan kesan menggurui, karena orang yang lebih tua biasanya gak suka digurui. Yang ada bukannya luluh, ortu kamu malah tambah ngotak nantinya. Atau bagi yang muslim, shalat istikharah. Misalnya kamu mau masuk kedokteran, tapi ortu kamu pengennya masuk STAN yang cepet, langsung kerja, dan gak bayar. Shalat deh kamu, mohon petunjuk yang mana yang terbaik buat kamu. Ntar kalo udah dapet ilham, ternyata kedokteran, kamu bilang begini sama ortu kamu : aku disuruh Tuhan masuk kedokteran. Kalo kamu udah bilang begini, yakin 100% deh, ortu kamu gak akan ngelarang kamu lagi buat masuk kedokteran. Hahaha.

Tapi jangan juga kamu boong. Gak dapet ilham apa-apa, eh ngakunya ke ortu disuruh Tuhan jadi dokter. Atau ilhamnya ternyata STAN, tapi kamu ngotot pengen kedokteran terus bilang yang nggak-nggak kayak gini : aku dikasih petunjuk sama Tuhan kalo aku masuk STAN aku bakal di-DO di tengah jalan. Jangan! Ngomonglah yang jujur. Kalo bohong, bisa-bisa nanti kamu kualat.


Jika jurusan sudah ada di tangan, sekarang kita akan melangkah ke 3 poin penting yang bisa bikin kamu semua sukses tembus perguruan tinggi yang kamu idam-idamkan, yaitu :
1. Persiapan mental
2. Persiapan akademis
3. Persiapan teknis


--------o0o--------


Persiapan mental
Pertama, mental kamu. Ini hal paling penting dan merupakan kunci utama dalam perang perebutan kursi di universitas. Kebanyakan dari kita memiliki beberapa “gangguan jiwa” yang bisa bikin kita gagal, di antaranya :
• Tidak punya impian
Ini nih masalahnya anak-anak SMA yang bingung milih jurusan apa karena tujuan hidupnya gak jelas. Sudah kita bahas tadi.
• Menyatakan bahwa saya tidak mungkin masuk
“Saya ingin masuk ITB, tapi kayaknya gak mungkin deh.” Begini nih ucapan orang yang pasrah. Sebisa mungkin singkirkan jauh-jauh perasaan ini dari hati kamu. Kamu harus optimis, jangan pesimis duluan.
• Takut gagal
Kamu berpikir gagal, ya kamu gagal!!! Jangan pernah takut gagal karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jika kamu berpikir jatuh, maka kamu akan jatuh.


Berani gagal, tapi jangan keterusan gagal. Walt Disney, bapak film kartun yang menghasilkan tokoh Donald Bebek pernah 203 kali gagal dalam bisnisnya. Kolonel Sanders si penemu resep KFC, gagal menawarkan resepnya ke 1000 restoran sampai akhirnya restoran ke-1009 baru mau menerimanya. Thomas Alva Edison bahkan mengalami 1000 kegagalan lebih dalam percobaannya menemukan bola lampu. Bayangin aja apa yang terjadi seandainya Edison berhenti di percobaannya yang ke-500? Bisa-bisa sampe sekarang kita masih pake lilin.

Kalau mau sukses, pesanku : jangan sampe kalian punya perasaan-perasaan kayak gitu. Jangan sampe kalian menyerah duluan sebelum berperang.


Untuk memotivasi kamu, baiknya kamu beli atribut-atribut dari universitas yang pengen kamu masukin, misalnya pin, gantungan kunci, atau bahkan kaosnya. Kalo aku sih kemaren punya gantungan kunci UI, itupun ga beli, tapi dapet dari temen alias gratis. Kalo perlu, kamu ke kampusnya sekalian, foto gedung fakultas yang kamu pengen masukin, terus pajang di depan meja belajar. Mengunjungi kampus kek gini lumayan bermanfaat lho, bisa ngasih aura positif ke kamu.

Terus jangan kebanyakan cemas. Ini biasanya penyakit anak-anak SMA yang gak siap padahal ujian masuk universitas udah dekat. Makanya belajar. Daripada cemas, mending belajar sana. Cemas yang berlebihan gak akan menghasilkan apa-apa.



Persiapan akademis
Semuanya juga udah tahu tanpa diomongin terang-terangan. Hanya tujuh huruf : B-E-L-A-J-A-R. Belajar! Kamu gak akan bisa masuk jurusan yang kamu pengenin kalo gak belajar alias cuma mengandalkan faktor hoki atau nungguin wahyu dari Tuhan. Jadi, belajarlah kalian, mulai sekarang. Se-ka-rang! Sekarang juga, sesegera mungkin setelah kalian baca note ini. Makin dini kamu belajar, persiapan akademik kamu akan makin matang, dan peluang kamu untuk berhasil juga akan makin besar. Apalagi kalo jurusan pilihan kamu itu jurusan favorit, belajarlah mati-matian. Kurangi maen-maenan. Jangan lupa juga manage waktu belajar kamu.


Nih, aku mau sharing cara belajarku dulu biar bisa dijadiin contoh.

Waktu itu rasanya rajin banget. Aku belajar tiap hari. Pulang sekolah, aku istirahat sebentar, terus ba’da Isya aku mulai belajar. Dimulai dari jam 8-10 malem. Di atas jam 10 malem, aku tetapin sebagai jam bebas. Namanya juga jam bebas, jadi terserah kita mau ngapain. Mau langsung tidur, belajar lagi, refreshing, jungkir balik, ngancurin barang-barang, atau ngebakar rumah tetangga juga boleh. Tapi, 70% dari jam bebas biasanya aku pake buat belajar lagi ; kadang bisa sampe jam 2 subuh atau kalo lagi niat-niatnya malah bablas sampe besok pagi alias ga tidur seharian. Nonton tipi udah mulai jarang, karena waktu itu filmnya jelek-jelek ; di atas jam 12 malem itu yang ada cuma film-film Cina aneh sama film-film yang labelnya dewasa. Syukur-syukur ketemu sinetron ulangan, tapi sayangnya aku gak suka sinetron.

Pas hari libur, aku juga belajar. Sama kayak hari-hari sekolah, aku belajar 2 jam, tapi kalo libur gini belajarnya 4 kali sehari. Jam bebas tetep berlaku. Tapi kalo libur, biasanya jam bebas kepake buat tepar gara-gara siangnya kepala udah pening akibat kebanyakan belajar.

Karena pas hari-hari sekolah belajarnya cuma bisa 1 kali, yaitu pas malem doang, akhirnya aku “membuat hari libur sendiri” a.k.a. BOLOS SEKOLAH. Biasanya sih bolosnya pas ada pelajaran-pelajaran selain MIPA, malah pas pelajaran Matem aku pernah cabut dari kelas. Bolos sih bolos, tapi pas bolos itu aku belajar sampe mampus ; jadi, bolosnya gak asal bolos aja. Atau gak ikut upacara bendera, malah ngendep di kos-kosan. Ngapain? Ya belajar juga! (hahaha). Temen-temenku yang laen juga banyak kok yang kayak gitu. Semuaaaanya mentingin MIPA, apalagi pas udah deket SIMAK UI tuh. Kan pas itu SIMAK UI abis UAS. Hampir satu kelas gak ada yang belajar buat UAS, semuanya kompakan belajar buat SIMAK UI aja. Terus, UAS-nya? Yah, pengertian aja lah kita..., atau nekat sekalian nebak-nebak pilgan. Wahahaha.

Nah, sekarang terserah kalian. Mau ngikutin gaya belajarku (asal kamu kuat) atau buat gaya belajar sendiri.


Belajarlah dari buku-buku ringkasan. Ini untuk menghindari kamu pening duluan gara-gara materi tes masuk universitas yang banyaknya gak kira-kira. Sering-sering ngerjain soal, karena yang kamu hadapi pas tes nanti soal kan? Tapi jangan juga kamu ngerjain satu-dua soal doang terus kamu bobo. Kamu harus ngerjain ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, bahkan sampe kamu kekurangan soal dan akhirnya kamu bikin soal sendiri-jawab sendiri ; supaya ilmu kamu makin tinggi. Dengan begitu, pesaing-pesaing kamu akan makin sulit ngalahin kamu.

Soal-soal yang kamu kerjain juga jangan sembarangan. Kalo kamu ambil tes kemampuan IPA, gak usah latian soal-soal sejarah (ngapain, cuma buang waktu aja karena gak bakal keluar pas tesnya), kecuali kalo kamu belajar buat UAS. Makanya sebelum belajar kamu harus tahu dulu kisi-kisi materi yang mau diujikan, jadi kamu paham materi mana yang perlu dan ga perlu dipelajarin. Tapi biasanya sih tes-tes masuk universitas itu mencakup semuanya, bahkan ngerambah pelajaran SMP. Pengalamanku waktu latihan soal-soal SNMPTN : di tes bidang studi Matematika Dasar, keluar juga materi Himpunan sama Persamaan Garis. Jadi, buat kamu yang udah lupa, buka lagi buku SMP kamu kalo belum di-loak-in. Terus kamu juga cari soal yang agak berbobot dikit, karena soal-soal tes kayak gini beda abis sama soal-soal yang biasa kamu kerjain di kelas. Carilah paket-paket naskah soal tes asli tahun-tahun sebelumnya atau soal try out modifikasi yang ada kuncinya. Pilih soal yang standarnya sesuai sama tes masuk universitas yang akan kamu ikutin, baik itu dari jumlah soal maupun tingkat kesukarannya.


Coba deh sering-sering kerjain setiap naskah soal dengan kondisi seperti tes asli. Pasang target waktu dan jangan buka buku. Itung berapa persen soal yang bisa kamu jawab, itung juga berapa salahnya berapa benernya. Yang paling penting yang harus kamu liat adalah : berapa lama kamu ngerjain satu soal? Kalo SIMAK UI, jatah kamu 2 menit/soal. SNMPTN lebih parah, cuma dikasih 0,8-1,5 menit/soal. Itu buat anak IPA, kalo anak IPS mungkin lebih dikit lagi. Jadi, kalo kamu masih kelamaan ngerjain soal, latihanlah banyak-banyak sampe kamu sakti. Atau kalau gak mau repot, ikut TO sana. TO-nya juga ikut yang pesertanya ada banyak, yang sampe ribuan bahkan jutaan kalo perlu, karena peserta tes yang akan kamu ikuti itu se-Indonesia lho (tanya sama BPS sana, berapa banyak penduduk Indonesia). Kalo kamu ngikut TO yang pesertanya cuma 5 orang, mending gak usah ikut sekalian. Mendingan kamu tidur di rumah.


Belajar terus-terusan juga gak bagus buat otak kamu. Kalo bisa sediain 1 hari penuh dimana pas hari itu kamu gak berhubungan sama sekali dengan pelajaran. Pas hari itu kamu puas-puasin deh maen, hangout sama temen-temen kamu, nonton tipi sampe bosen, tidur gak bangun-bangun, atau apa kek yang jelas bukan belajar. Kalo aku, hari refreshing sejuta umatku adalah hari Sabtu. Di hari Sabtu aku maen PS ; nonton tipi tapi cuma film-film action kayak Bioskop Trans TV atau film kartun sama acara-acara komedi doang jadi aku gak akan kelamaan nongkrong di depan tv (soalnya aku gak suka [banget] sama infotainment, berita [kecuali berita olahraga], sinetron, drama Korea, juga acara cari jodoh macem Take Me Out dan reality show aneh lainnya yang sekarang lagi marak-maraknya di dunia pertelevisian Indonesia. Sebenernya agak tertarik sama kontes-kontes cari bakat gitu, tapi makin lama malah cuma tambah bosen karena kebanyakan komennya juri => jadi curhat) ; atau yang paling sering keluar rumah. Keluar rumah pun aku cuma sendirian dan gak punya tujuan. Pokoknya keluar rumah aja, karena nyaris selama seminggu itu aku 6 hari mengendap dalem kamar gak keluar-keluar, jadi karena jenuh ya aku manfaatin satu hari ini buat jalan-jalan. Mulai dari yang deket kayak ke PKOR sampe yang jauh kayak terminal bawah Ramayana. Sebenernya pernah pengen ke Bakau, tapi takutnya nanti gak bisa pulang (?). Terus kalo udah sampe di tempat tujuan, ngapain lagi? Ga tau. Ga jelas (hahaha).

(PERINGATAN : jangan pernah ngikutin gaya refreshing-ku terutama part “keluar rumah”. Kalo ga beruntung, bisa-bisa kamu diculik orang atau dirazia kamtib gara-gara disangka anjal)

Tapi jangan juga kebanyakan refreshing-nya daripada belajarnya. Misalnya kamu bikin planning : belajar 1 hari full, tapi refreshingnya 6 hari. Wah, kacau. Ini mah males namanya!!! Jangan males-malesan deh. Pas tes nanti, yang ditanyain itu apa yang udah kamu pelajarin, bukan judul film bioskop yang udah kamu tonton pas refreshing.


Kalo punya duit lebih, kenapa gak ikut bimbel sekalian? Lumayan buat kamu yang mau cari ilmu tambahan di luar sekolah. Pilih bimbel pun jangan asal-asalan. Cari bimbel yang buat suasana belajar, bukan maenan. Niat ikut bimbel ya buat belajar, bukan buat cari gebetan. Ikutlah bimbel yang memaksa kamu ngerjain soal, bukan bimbel TGMS (Tonton Guru Menyelesaikan Soal) karena nanti kamu gak bisa-bisa. Terus kalo udah ikut bimbel, jangan sering bolos. Buku paket jangan sampe bersih. Kalo ada, ikutin TO-nya secara rutin. Tapi, kalo gak ada dana, gak usah maksa. Jangan sampe ortu kamu jual sawah cuma gara-gara ngebiayain kamu ikut bimbel (anak durhaka tuh kamu!). Latian soal-soal aja di rumah. Banyak juga kok orang tanpa bimbel bisa masuk universitas favorit, di jurusan yang favorit pula. Atau kalo mau murah, fotokopi aja catetan les temen-temen kamu. Kalo bisa, cari temen kamu yang perfeksionis abis, karena biasanya orang-orang yang perfeksionis catetannya bagus, rapi, dan lengkap, sampe omongan guru yang gak penting kena catet juga. Plusnya, gak perlu capek-capek pulang malem tapi kamu dapet ilmu yang nyaris sama dengan mereka. Gampang kan? Hidup mah dibawa enak aja, gak usah mikir yang susah-susah. Hahaha.


Jangan pula kamu lupa ibadah gara-gara sibuk belajar. Inget, pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan. Bagi yang muslim, biasain bangun malem buat tahajud-an terus baca Alqur’an. Berdoa biar kamu dimudahkan pas tes nanti. Minta juga sama Tuhan semoga jurusan pilihan kamu saat ini sepi peminat. Karena semakin dikit saingan, kans kamu untuk lolos makin besar. Iya kan? Tapi jangan juga kamu ibadah terus-terusan sampe-sampe gak belajar. Itu mah sama aja boong. Pokoknya dunia sama akhirat kamu harus seimbang, jangan berat di salah satu aja.


Persiapan teknis
Sepinter apapun kamu, kalo kamu salah ngisi atau salah ngegunain alat kamu, kamu gak akan pernah masuk universitas idaman kamu. Warning! Hati-hati pas daftar! Cek dulu semuanya kalo perlu sampe sepuluh kali sebelum kamu konfirmasi formulir kamu. Nama yang lengkap, jangan tulis nama panggilan atau nama account fb kamu yang alay. Alamat, sekolah asal, nomor telpon jangan sampe salah. Terus, yang paling penting, jurusan pilihan kamu. Pernah ada kejadian pas temenku daftar online SIMAK UI di kelas. Dia pilihnya sarjana Reguler, tapi karena mouse-nya angong, jadi ke-klik Kelas Internasional yang muahal buanget itoew. Untung aku liat dan ngasih tau. Kalo aku diemin aja, wah,apa jadinya?!

Foto kamu juga foto yang formal. Jangan foto pas lagi piknik,maen bola, apalagi foto kamu yang lagi mengacungkan jari angka dua. Foto yang dipasang foto yang baru, jangan foto kamu pas masih bayi. Usahakan tampilan kamu “fotogenik”. Jangan “fotogenit” kamu yang lagi ngedipin mata sebelah.


Sekarang Indonesia agak canggihan dikit karena koreksi LJK pake sistem scanning. Maka itu LJK harus diisi sama pensil 2B. Jangan pake pensil HB, 6B, pensil warna, apalagi crayon. Pensil kamu juga jangan yang udah pendek ; akibat kamu keukeuh make’nya dari jaman SD sampe sekarang. Beli yang baru ; belinya jangan cuma satu batang, kalo bisa kotak pensil kamu penuhin sama pensil 2B buat cadangan. Terus hati-hati yang pake pensil mekanik. Periksa isi pensil kamu, 2B apa bukan. Kalo bukan, beli juga sana. Jangan minta ke kawan terus, modal dikit dong! Pas beli juga cek dulu, itemnya sama gak sama itemnya pensil 2B asli. Sebab pernah waktu itu aku beli isi yang 2B, eh pas ditulis di rumah taunya HB, labelnya doang yang 2B (sialan emang tuh tukang jual pensil!).

Penghapus juga yang bagusan, mahal sedikit gak papa yang penting kamu bisa lulus tes. Jangan ngapus pake karet gelang karena sangking gak ada duitnya buat beli penghapus. Ngutang sama tetangga atau temen kamu, yang jelas jangan nyolong di toko orang, ntar kamu digebukin habis-habisan. Jangan pake penghapus yang wangi, biasanya itu bisa bikin item LJK kamu.

Jangan lupa papan alas. Ini untuk mengantisipasi kondisi meja tes kamu yang gak bagus. Kalo gak punya, bisa pake triplek licin. Tapi jangan juga kamu bawa triplek 2x3 meter terus kamu gergaji di lokasi buat dibagi-bagi ke temen kamu.


Nah, kalo kamu semua udah ngelakuin semua persiapan di atas dengan baik dan benar, artinya kamu sudah siap perang sekarang. Selanjutnya, beberapa strategi berikut seputar hari-H akan bener-bener mengantar kamu ke pintu kesuksesan. Ini juga penting banget. Jangan sampe persiapan kamu yang udah bagus-bagusnya jadi gak berguna gara-gara hari-H yang kacau.


H-7 Tes
Gunakan waktu H-7 untuk rekreasi atau refreshing. Terserah aja mau ngapain, yang penting otak kamu bisa fresh lagi. Makan-makan bareng temen kamu kek, jalan-jalan sama keluarga kamu, atau mau yang sedikit ekstrim yaitu guling-gulingan di rel kereta api juga gak apa-apa asal kamu gak kegiles kereta nantinya. Tes-tes beginian mah jangan dipikirin terlalu pusing, dibawa santai aja kali. Tapi belajar ya masih tetep, bagusnya kamu memfokuskan diri ke latihan soal-soal yang sulit aja.

Jaga kesehatan! Jangan sampe H-7 kamu diopname di rumah sakit. Makanya jangan kebut-kebutan, ntar kecelakaan. Yang bawa motor, usahain kemana-mana pake helm. Yang bawa mobil, jangan lupa safety belt. Berdoa banyak-banyak semoga ga ada preman bersenjata yang nodong kamu di tengah jalan. Kalo pun takdirnya ketemu dan kamu gak bisa ngelawan atau minta pertolongan, mending pasrah aja. Berabe urusannya kalo kamu sampe ditusuk pake pisau atau ditembak pake pistol. Uang gak papa melayang asal nyawa gak ilang. Pesaing kamu bisa seneng kegirangan kalo kamu mati sebelum tes. Atau kalo premannya pake tangan kosong, asalkan berani ya lawan aja. Tapi liat-liat dulu. Kalo premannya sabuk item taekwondo sementara kamu cuma punya ilmu silat level rendah, mending pake jurus langkah seribu deh daripada ntar tulang kamu patah-patah.


Kebersihan rumah kamu harus dijaga. Kuras bak mandi, kubur kaleng bekas dan ban bekas, biar gak kena demam berdarah. Jangan ngelakuin aktivitas yang berat-berat kayak lari marathon atau bantuin bapak kamu gali sumur. Olahraga boleh, asal yang ringan-ringan aja semisal senam pagi. Jangan sok-sok mau angkat besi buat pamer ke pacar kamu. Terus makan kamu juga diperhatiin. Jangan sampe telat. Jangan makan makanan yang merangsang perut, misalnya rujak, makanan basi, atau sambel cabe 2 kg ; takutnya kena tipes. Jangan makan juga makanan yang ngeganggu tenggorokan kayak jus jeruknipis+manggamuda atau keripik pedes. Selain itu, biji kedondong sama kulit nanas juga jangan dimakan.

Yang terakhir, berdoa dan berdoa. Dekatkan diri sama Tuhan. Ibadah yang khusyu’ dan jangan suka telat. Hindari berbuat maksiat. Soalnya kalo kita banyak-banyak bikin dosa, ntar doa kita gak dikabulin.


H-3 Tes
Latian soal-soal berat baiknya kamu hentikan. Sekarang kamu ulang materi-materi yang sifatnya hapalan biar pas tes kamu gak lupa.


H-1 Tes
Siapin semua alat tulis kamu. Nomor peserta jangan sampai lupa. Kalo ada berkas-berkas lainnya, siapin juga. Soalnya pas SNMPTN kemaren, selaen nomor, kita juga disuruh bawa ijazah sama kartu identitas. Kalo udah semua, masukin ke tas yang gampang dibawa.

Siapin pakaian yang lengkap dan rapih. Jangan sampe pas hari-H kamu keabisan baju sama celana. Pilih pakaian juga yang pantes dan sopan. Jangan pakaian yang biasa kamu pake buat nge-cheers atau gaun penganten, karena kamu bukannya mau nikah di sana. Inget ya, pake sepatu. Jangan pake sendal. Sebab pas hari pertama SNMPTN, aku pake sendal, terus ditegor sama pengawas. Untung ditegor doang, gak diusir keluar. Fiuuhh…

Kamu juga butuh instrumen pencatat waktu. Siapin jam tangan yang bisa dipercaya. Tapi kalo gak ada, kamu gak usah maksa minta beliin jam baru sama ortu kamu. Di tempat tes, biasanya disediain jam dinding.

Survei lokasi tes! Rute ke tempat tes harus sudah kamu kuasai, kalo bisa sampe ke jalan tikusnya sekalian. Kamu perlu tahu berapa lama waktu yang kamu butuhin selama perjalanan dari rumah ke lokasi. Cek lalu lintasnya, sering macet apa nggak. Pastiin juga ruang ujian kamu, jangan sampe kamu kelayapan nyari tempat ujian. Liat gimana suasananya. Kalo pake AC sedangkan kamu gak tahan dingin, berarti besok kamu harus bawa jaket. Yang penting, jangan kamu bawa kayu bakar sama korek api terus kamu bikin api unggun di sana. Emangnya acara kemping?!

Yang bawa kendaraan pribadi, periksa kondisi ban, oli, bensin, dan segala macam perkakasnya itulah. Sebaiknya isi bensin pas H-1. Jangan lupa SIM dan STNK biar gak kena tilang.

Belajar hanya ringkasan-ringkasan yang sifatnya hafalan. Jangan ngerjain soal-soal sulit lagi. Atau sebaiknya kamu refreshing total biar stres kamu ilang.

Cepet tidur dan jangan kebanyakan pikiran. Siapin untuk bangun pagi. Syukur-syukur bisa bangun subuh buat ibadah dulu.


Hari-H : Pra Tes
Sarapan secukupnya dan jangan kekenyangan. Bagusnya makan makanan yang kaya protein dan buah-buahan, tapi bukan buah-buahan yang asem. Jangan makan makanan yang merangsang perut lagi. Jangan juga kebanyakan minum karena bisa membuat kita sering ke WC. Sebaiknya minum susu atau minuman isotonik waktu pagi hari, atau air putih juga ga apa-apa, asal jangan minum tuak atau minum baygon. Selain itu, selesaikan urusan pencernaan.

Berangkat dari rumah sebaiknya lebih awal untuk menghindari kemacetan. Khusus yang bawa kendaraan sendiri : bawa uang lebih untuk jaga-jaga kalo ke bengkel. Membawa kendaraan pribadi jauh lebih berisiko apabila terjadi kerusakan atau kena paku di jalan. Sebaiknya kamu bawa orang lain, atau bahasa lainnya dianter.

Ketika di lokasi, jangan banyak minum. Atau kalo udah terlanjur, sebelum masuk ruang tes baiknya kamu buang air dulu. Tes-tes begini biasanya gak ngebolehin pesertanya keluar lagi kalo udah masuk ruang tes. Kalo kamu ngotot keluar, sama pengawas bisa dianggep selesai. Pokoknya jangan sampe pas ngerjain soal kamu kebelet pipis! Urusannya bakalan runyam kalo udah begini. Kamu gak akan bisa konsen ke soal karena kamu lebih fokus nahan pipis kamu.

Rileks, gak perlu tegang. Kalo kamu tegang, soal yang sebenernya gampang bisa jadi keliatan susah. Ilangin stres kamu dengan makan permen karet atau makan coklat, atau ngobrol yang lucu-lucu sama temen kamu, atau apalah yang penting kamu gak stres lagi. Hindari peserta yang selalu gelisah, karena mereka memberi energi negatif pada kita. Jangan pula mendekati peserta yang tidak siap (masih kasak-kusuk buka buku).


Hari-H : Pengerjaan Soal
Pertama, ambillah posisi duduk yang nyaman dan percaya diri. Mulailah dengan doa. Jangan pernah berpikir untuk berbuat curang karena curang sama artinya dengan korupsi. Apalagi kalo ketahuan ; bisa fatal akibatnya.

Cek kelengkapan soal dan keadaan LJK. Jika ternyata kamu dapet soal yang gak lengkap atau LJK yang tidak layak pakai lagi (maksudnya LJK-nya kotor, robek, atau terlipat), minta ganti ke pengawas segera. Kemudian, isi data diri (nama, nomor peserta, tanggal lahir, dan kode soal) di LJK dengan benar. Periksa lagi kalau-kalau masih ada yang salah.

Akhirnya, mulailah mengejakan soal! Berurusanlah pertama kali dengan soal-soal mudah, abaikan dulu soal-soal yang kamu bener-bener gak bisa dan jangan terlalu dipikirkan. Nanti, setelah soal-soal mudah dikerjain semua, manfaatkan waktu yang tersisa untuk ngerjain soal-soal yang susah tadi. Kalo udah berhasil dijawab, jangan sampai salah menghitamkan jawaban di LJK! Tapi jangan juga kamu itemin semua sangking putus asanya ; malu tau, bisa diketawain sama pengawas. Satu lagi ; jangan pernah coba-coba cap goci atau maen tembak kalo bener-bener gak tau atau ragu-ragu, coz biasanya jawaban salah ada nilai minusnya. Bisa-bisa yang awalnya udah lolos, eh karena banyak jawaban salah malah gak lolos jadinya. Rugi kan?

Manfaatkan waktu yang tersedia sampe gak bersisa dengan sebaik-baiknya. Fokuslah selalu ke soal. Konsentrasi tingkat tinggi. Jangan pedulikan apapun yang terjadi di sekitar kita, misalnya peserta yang udah nyerah atau sudah gak betah. Gak usah juga kamu perhatiin pengawas kamu lama-lama karena beliau ganteng (nanti aja itu mah! Udah lain urusannya!). Pokoknya, sebelum waktu habis, jangan nyerah dulu, jangan berhenti ngerjain soal kalo ada yang belum selesai. Tunggu pengawas datang sampai meminta LJK untuk dikumpulkan.

Perlakukan LJK seperti raja. Jangan sampe kelipat, sobek, kotor, keinjek sepatu, atau basah kena keringat. Untuk menghindari keringat yang mengucur dari tangan, sebelumnya kamu pake sapu tangan atau tisu. Kalau mau praktis, bisa aja pake sarung tangan (tapi norak). Atau kalo mau yang lebih sangar lagi, coba aja pake sarung tinju (hahaha [lumayan, jadi senjata buat ninju mati pengawas yang mintain LJK]). Manggil pengawas juga hati-hati, jangan sampe muncrat, ntar hujan lokalnya jatoh ke LJK kamu.

Khusus untuk tes yang memakan waktu 2 hari (contohnya SNMPTN) ; setelah ujian hari pertama usai, kamu pulang (jangan nginep di lokasi, ya!), istirahat, dan siapkan diri untuk menghadapi ujian besok hari. Lupakan segala permasalahan di hari pertama. Fokus aja ke materi yang akan diujikan hari kedua (tes Kemampuan IPA dan atau IPS). Hindari temen-temen kamu yang grasak-grusuk cek ‘n ricek jawaban soal barusan. Karena kalo kamu ikutan ngebahasnya, kamu bisa nge-drop di hari kedua kalo ternyata jawaban kamu banyak yang salah. Padahal (khusus SNMPTN), hari kedua itu hari yang signifikan. Makin besar nilai kamu di hari kedua dibandingkan hari pertama, peluang kamu buat lolos juga akan semakin besar, karena biasanya rata-rata nilai kebanyakan peserta (sekali lagi, ini khusus peserta SNMPTN) di hari kedua lebih kecil daripada hari pertama.


Pasca Tes
Pulang dengan tenang. Jangan buat keributan. Gak usah bikin konvoi keliling kota sangking girangnya. Jangan juga lupa diri sampe-sampe kamu iseng ngerobek-robek kartu peserta karena euforia berlebihan abis selesai tes. Biasanya, kartu peserta itu dipake buat proses daftar ulang. Makanya disimpen, jangan sampe ilang apalagi dirobek-robek atau dibakar sampe jadi abu.

Tugas kamu tinggal berdoa, berdoa, dan berdoa. Serahkan sisanya pada Yang Di Atas. Kamu udah usaha ; sekarang saatnya untuk memohon yang terbaik sama Tuhan. Sekali lagi, sekedar mengingatkan, jangan banyak-banyak bikin dosa biar doa kita dikabulin. Jadilah orang baik-baik sampe pengumuman nanti.

(kok kesannya niatan jadi orang baik-baik cuma buat masuk universitas favorit ya? Jangan lah. Kalo bisa seterusnya deh ; jangan cuma sementara aja jadi orang baik, terus abis pengumuman jadi berandalan lagi. Hahaha. Parah amat!)


--------o0o--------


Pasca Pengumuman
Ini hanya sekedar nasihat dari seorang kakak yang baik ; berupa pembenahan sikap setelah beragam macam rasa kalian dapatkan di hati akibat pengumuman.

Ketika diterima di universitas favorit kamu, bersyukurlah pada Tuhan. Laporkan ke orang tua dan berterima kasihlah pada meraka. Terus, jangan mentang-mentang diterima, lantas kamu hura-hura. Gak perlu pesta 7 hari 7 malem, cukup undang sodara-sodara kamu buat makan kecil-kecilan atau traktir temen-temen kamu. Gak perlu juga diumumin ke tetangga lewat speaker masjid (norak banget!).

Sebaiknya kamu urus masalah administrasi di sekolah kamu secepatnya ; biasanya sih legalisasi ijazah atau rapor. Say thanks ke kepsek, guru-guru, pak satpam, sampe ke pelayan kantin kalo perlu, karena mereka udah berjasa banget sama kamu. NOTE : pak satpam sama pelayan kantin juga berjasa lho. Coba deh kalo gak ada yang jaga keamanan, siapa tahu ada preman mabok ngamuk di sekolah kamu terus tanpa sengaja tu preman ngebacok kamu pake celurit ; nah, mati deh kamu. Pelayan kantin juga ; kalo gak ada kantin di sekolah kamu, makan siang mau pake apa? Makan angin? Atau nyari minum abis olahraga mau dimana? Masa’ mau ke supermarket dulu cuma buat beli aqua? Gak praktis banget!

Urus juga masalah administrasi kampus kamu. Cari informasi tentang seluk beluk pendaftaran seperti tata caranya, kapan waktunya, dan biayanya. Konfirmasi ke ortu kamu, apakah biayanya udah ada apa belum. Kalo belum, bisa jual motor, jual mobil, jual sawah, jual kebo, atau apalah asal jangan rumah kamu (kasian ; kalo dijual, keluarga kamu mau tinggal dimana? [kecuali rumah kamu lebih dari satu]). Jangan juga kamu nekat jual adek kamu ke orang laen (wah, gak punya iman nih kamu! Masa’ adek sendiri dijual?! Yang bener aja!!!).

Misalkan, kamu belum mampu bayar, segera cari informasi beasiswa atau keringanan biaya kuliah. Secepatnya kamu urus beasiswa atau keringanan tersebut kalo kamu udah mendapatkannya. Awas, bagi yang mampu, jangan sok-sok miskin. Bayarlah sesuai tarif yang ditentukan. Jangan ngaku-ngaku bapak kamu tukang sayur, padahal aslinya juragan sayur yang tajir abis. Masih banyak orang laen di luar sana yang lebih membutuhkan.

Kalo pendaftaran udah beres, cepat atau lambat, namanya juga mahasiswa baru, kamu akan di-OSPEK. Siapkan fisik dan mental kamu untuk menghadapi senior-senior kamu. Berdoa aja semoga kamu dapet senior yang baik dan gak suka ngebentak-bentak (kayak aku ; dapet senior anak ROHIS, jadi gak berani marah-marah gara-gara bulan puasa [hahaha]). Smackdown aja tu senior kalo udah mulai nyebelin ; kalo perlu bakar idup-idup, terus buang abunya ke laut. Kita kan sesama manusia. Buat apa takut???

(kalimat yang di-bold terakhir agaknya ajaran sesat nih…XD)


Ketika kamu (secara tidak beruntung) gagal lolos tes, sikap kamu yang pertama adalah : jangan berburuk sangka kepada Tuhan. Berpikirlah positif ; jangan langsung menganggap Tuhan tidak adil dan lain sebagainya. Jangan sampe kamu frustasi lantas mencoba bunuh diri dengan minum racun tikus atau loncat dari pohon pete’. Kalo kamu nekat ngelakuin itu, nanti kamu masuk UNJ (Universitas Neraka Jahannam). Ortu kamu buat kamu itu susah payah lho, masa’ kamu ngebuang nyawa kamu gitu aja?

Analisislah penyebab kegagalan kamu. Misalkan kamu gagal di SIMAK UI, lalu ingin mencoba SNMPTN dengan pilihan jurusan dan universitas yang sama. Jangan kamu ulangi lagi penyebab kegagalan kamu itu di SNMPTN. Belajar lebih giat lagi dan tingkatkan ibadah kamu. Mungkin kamu gagal di tes sebelumnya karena usaha kamu belum maksimal. So, maksimalkanlah apa yang perlu dimaksimalkan saat itu juga, insya Allah kamu akan mendapat hasil yang maksimal pula. Tuhan ngasih balasan yang setimpal dengan usaha kita masing-masing kok. Perjuangan kamu ini nanti pasti akan bisa dipetik buahnya.

Kalau ternyata, setelah mencoba berkali-kali, setelah mengevaluasi seluruh penyebab kegagalan dan memperbaikinya, setelah persiapan kamu yang habis-habisan, rupanya kamu masih gagal juga, mungkin yang kamu pilih itu bukan hal yang baik untuk kamu. Ingetlah selalu kalau Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Mungkin kamu dapet di jurusan yang sebenernya gak kamu pengenin, tapi percayalah kalo pilihan Tuhan itu adalah yang terbaik buat kamu ke depannya. Mungkin justru di jalan yang tidak kamu harapkan inilah kamu akan menuai kesuksesan. Mungkin aja pilihan idaman kamu yang nantinya malah ngebuat kamu jadi pengangguran atau mungkin jadi pribadi yang hancur-hancuran sehingga akhirnya di-DO di tengah jalan. Kita gak pernah tahu skenario Tuhan kan? Yang jelas, kita tahu kalo Tuhan gak akan pernah mau menjerumuskan hamba-Nya. Jadi, terima dan syukuri saja apa yang kita dapat. Positive thinking, renungi, dan ambil hikmahnya.


--------o0o--------


Mungkin hanya itu aja yang bisa ku-share sama kalian. Diabaikan gak papa, dijadikan bahan tertawaan juga boleh, diikutin ya alhamdulillah. Syukur-syukur karena tulisan ini kalian bisa masuk universitas yang kalian impi-impikan, atau bahkan keterima di luar negeri. Wah, bangga banget. Asalkan keterima sebagai mahasiswa ya, bukannya sebagai kacung tukang buat minumannya dosen atau jadi penjual nasi uduk di sana. Tapi ya oke-oke aja kalo kamu mau kerja begituan, ‘kan halal, asal kamu jangan ngaku tamatan SMANDA. Hahaha (jahat betul).

Jadilah orang hebat. (karena hampir semua yang ter-tag anak SMANDA ; kecuali satu orang yang masih kelas 3 SMP [semoga kamu jadi keluarga besar SMANDA tahun 2011 ya. Amien], dan karena aku alumni SMANDA juga, jadi aku sedikit menyanjung SMANDA di sini) SMANDA udah terkenal mencetak banyak orang hebat, so jadilah kalian orang hebat-orang hebat cetakan SMANDA yang berikutnya. Insya Allah aku juga akan jadi orang hebat nantinya (Amien [hahaha]). Harumkan nama almamater. Jangan buat malu dan jangan malu-maluin. Kudoain kalian dapet perguruan tinggi yang terbaik buat masa depan kalian masing-masing, alhamdulillah kalo perguruan tinggi yang bersangkutan ternyata juga favorit kalian. Amien.


Salam sukses,

Jangan pernah berhenti berpikir! (Albert Einstein)


Note on Febrasari Almania's Facebook