Showing posts with label melancholi. Show all posts
Showing posts with label melancholi. Show all posts

Sunday, October 13, 2013

Perfect Symmetry

Gw terlempar ke jaman SMA yang unyu. Dimana Seseorang sedang bahagia dengan Seseorang lainnya, sementara gw terjebak bersama soal-soal Biologi yang mengecoh luar biasa. Ya gak papa sih. Posisinya saat itu gw bahagia, dan mereka juga bahagia.

Seterpisah gimanapun kita, semoga bersua lagi di suatu momen yang baik yak.

"and then Beautiful Goodbye..."

Wednesday, December 19, 2012

Saya merasa kehilangan, sedalam-dalamnya kehilangan.
Semoga kamu juga mengalami kehilangan yang sama,
sehingga gak cuma satu arah,

gak cuma saya yang sakit.

Monday, November 26, 2012

Ketika Seandainya-Vierra berkumandang...

gw teringat kalau gw pernah begitu lekat dengan lagu ini dan terbiasa menyanyikannya untuk seseorang.

Yah, abaikan.

Wednesday, November 21, 2012

Love-Autoreply

Stay stay with me
I will be your best friend
I will be your guiding light

Stay stay with me
I will be your lover
I will be your everything

Hi honey listen to me carefully
For all the things that matters
Only you can take my golden heart

~Thanks to Mocca atas ke-buset-an yang telah terjadi malam ini~

Thursday, December 29, 2011

Melankolis Kronis

Apakah saya memang kelewatan melankolis?
Atau ternyata saya menghayatinya sejauh itu?

Yang bener aja men, masa saya bisa nangis cuma karena BACA KOMIK NARUTO?!

Wednesday, October 26, 2011

Octobomb

Posting bulan Oktober meledak juga seperti bulan kemarin. Gw kira, dengan dimulainya perkuliahan, otak kanan gw akan kembali tumpul dan akhirnya sulit lagi untuk mencapai nominal 100. Ternyata, yang namanya badai melkol itu belum selesai di liburan yang lalu.

Agaknya ini karena keseringan dengerin Archuleta nyanyi deh -____-

Tuesday, October 4, 2011

Terlalu Indah

Kita harus menerima bahwa
Memang tak ada kisah yg bisa sempurna
Seperti yg selalu diimpikan
Dan mimpi tak selalu jadi kenyataan

Ada awal dan ada akhirnya
Yang mungkin tak dapat terurai semua
Ada duka, ada bahagia
Yang mungkin tak akan pernah terlupa
Dan hatiku berkata

Selamat jalan kekasih
Manis yg berujung perih
Kisah yg sungguh terlalu indah
Kini semua berakhir sudah

Selamat jalan kekasih
Walau teramat sangat perih
Namun aku pasti coba
Untuk jalani ini semua  ~Terlalu Indah by The Rain

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw inget gimana lagu ini sempat menjadi tema hidup gw selama beberapa bulan. Lebai, ya emang lebai, tapi kalau didenger lagi sekarang, The Rain memang bener. "Kisah yang sungguh terlalu indah dan itu berakhir sudah". Sedih bangetlah pas ngetik kalimat barusan, tapi lagu ini juga mengajarkan gw untuk merelakan segalanya. Karena hidup gak pernah jalan di tempat. Apapun yang terjadi, the show must go on. Gw gak bisa berkutat dengan kenangan yang itu-itu aja selamanya. Gw harus terus berjalan; dan sesuatu yang statusnya tertinggal tetap harus ditinggal, sesakit apapun gw saat meninggalkannya.

Hujan

Seorang teman berkata benar : "Hujan dapat mengingatkan seseorang pada masa lalu."

Setelah sekian lamanya, hujan turun lagi. Aku menatap bulirnya yang mengaliri kaca angkot dari dekat. Dan, kalian gak akan tau betapa senangnya aku bisa kembali bertemu hujan. Selain karena sumur keluarga akan terisi air, juga karena flashback sesaat namun indah yang seketika memenuhi kepalaku.

Entah kenapa feel-nya lebih terasa; apakah karena waktu itu hujan juga dengan awan yang mendungnya sama, atau apalah, yang jelas untuk yang satu ini aku gak pernah keberatan jika harus kembali melankolis lagi. Aku menganggapnya sebagai sebuah obat penenang hati paling ampuh dalam suasana perkuliahan yang mulai kacau. Yang mampu membuatku kuat dengan keyakinan bahwa di akhir semester ini, mereka ada; dan aku ada untuk mereka, untuk larut sedikit dalam cerita-cerita dunia luar yang mereka bawa, untuk menambah beberapa beban berupa kenangan baru di dalam hati.

Turunlah lagi besok, besok, dan besok, dengan durasi yang lebih lama, sampai kau sendiri bosan. Agar waktu sedikit melambat, agar kami rasanya dekat; seolah-olah duduk bersebelahan di atas kursi yang sama.

Friday, September 9, 2011

7/9 Memoar's Effect

Hei, dua tahun yang lalu, kita ada di belakang meja yang sama.

Sekarang, izinkanlah aku merasa senang sedikit dengan berkata,"Saat ini kita punya meja masing-masing, dengan ego masing-masing, untuk menuju impian masing-masing ; tapi sampai kapanpun itu, sepuluh, dua puluh, empat puluh, delapan puluh, bahkan sampai usaha kita yang terakhir untuk duduk pun, jikalau memang yang "masing-masing" itu masih berlaku, apapun dan siapapun tidak akan menyangkal kalau dulu KITA PERNAH ADA."

Sejauh apapun terpisahnya, kita sedekat kemarin, meskipun itu hanya dalam ingatan sendiri-sendiri. Kenyataan mengakui. Waktu mengakui. TUHAN mengakui.

-it's OK kalau melkol-


Monday, September 5, 2011

Dipecundangi Lagu-Lagu Warnet

Hari ini gw memojokkan diri di warnet baru yang dipromosikan adek gw. Setelahnya gw berpikir si Naji ini akan sukses kalau kerja sebagai ketua Himpunan Humas Warnet Se-Indonesia. Wajahnya yang tidak setampan gw itu gak akan jadi masalah, gw rasa. Apalagi statusnya adek gw kan, setidaknya walaupun sedikit, dia turut mewarisi "gen-gen ganteng yang gw sisakan" laaah.

Cukup bernarsis-narsis ria.


Ichirin no Hana diputar. Langsung terhenyak habis-habisan gw karena baru inget rock-nya Jepang sekeren itu.  Setelah berhasrat sebentar untuk men-download full album-nya High and Mighty Color, gw bertanya-tanya tentang semua anime yang gw gila-gilai dulu. Apa kabar "Bleach"? Apa kabar "Naruto"? Apa kabar "Eyeshield 21"? Apa kabar "Mr. Fullswing"? Apa kabar "Trinity Blood"? Apa kabar "Fairy Tail"? Apa kabar "Godhand Teru"? Apa kabar "Alive"? De el el. Karena dunia komik yang gw biarkan berkembang dalam fase-fase galau ini cuma "One Piece" dan "Fullmetal Achemist" sih. Terlalu tidak cukup waktu yang gw punya kalau gw meladeni segala judul yang terpampang menggoda-goda di Sentaro. 

Terus tiba-tiba loncat drastis ke Saat Indah Bersamamu-nya Ungu feat. Andien. Gw, yang sebelumnya ngamuk nge-post soal berhenti menjelma jadi makhluk melankolis, segera menelan muntah sendiri saat sebagian sisi hati gw kembali cengeng, saat Tuan Hippokampus gw kembali open sale box office tahun 2007-2010.


Tepuk tangan deh buat gw yang tidak konsisten.


I Can Wait Forever

You look so beautiful today
When you're sitting there it's hard for me to look away
So I try to find the words that I could say
I know distance doesn't matter but you feel so far away
And I can't lie
Every time I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

You look so beautiful today
It's like every time I turn around I see your face
The thing I miss the most is waking up next to you
When I look into your eyes, man I wish that I could stay
And I can't lie
But every time I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait
I can wait forever

I know it feels like forever
I guess that's just the price I gotta pay
But when I come back home to feel your touch
Makes it better
Till that day
Theres nothing else that I can do
And I just can't take it
I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever (I can wait forever)
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait (I can wait)
I can wait
I can wait forever
I can wait forever
I can wait forever...

--------------------------------------------------------------------------

Oh, gw gak sekuat itu deh agaknya.


Perfect World

I never could have seen this far
I never could have seen this coming
It seems like my world is falling apart
Why is everything so hard
I don’t think that I can deal with the things you said
They just won’t go away

In a perfect world
This could never happen
In a perfect world
You’d still be here
And it makes no sense
I could just pick up the pieces
But to you this means nothing,
Nothing at all

I used to think that I was strong
Until the day it all went wrong
I think I need a miracle to make it through
I wish that I could bring you back
I wish that I could turn back time
'Cause I can’t let go
I just can’t find my way
Without you I just can’t find my way

In a perfect world
This could never happen
In a perfect world
You’d still be here
And it makes no sense
I could just pick up the pieces 
But to you this means nothing, 
Nothing at all

I don’t know what I should do now
I don’t know where I should go
I’m still here waiting for you
I’m lost when you're not around
I need to hold on to you
I just can’t let you go


In a perfect world
This could never happen
In a perfect world
You’d still be here
And it makes no sense
I could just pick up the pieces
But to you this means nothing,
Nothing at all

You feel nothing,
Nothing at all
Nothing at all


Friday, September 2, 2011

Kichi Melancholic

Kenapa sebegitu terikatnya aku padamu?
Kenapa sebegitu eratnya kamu menempel padaku?
Kenapa sebegitu sulitnya untuk melepas bayang-bayangmu?
Kenapa sebegitu menyiksanya hanya untuk sekedar pura-pura melupakanmu?

Kenapa aku tidak pernah lihai berbohong pada diri sendiri tentang keberadaanmu?
Kenapa aku tidak pernah sanggup untuk melemparmu ke dalam ketiadaan?
Kenapa aku selalu dibelenggu rasa yang sama sampai rongga tulang yang paling dalam?
Kenapa cinta untukmu selalu ada?

Kenapa hatiku begitu lemah?
Kenapa serapuh itu benteng pertahananku untuk melawan daya magismu?
Kenapa racunmu begitu berat untuk kutawar?
Kenapa pula seindah itu ilusimu di mataku?
Dan kenapa harus semenyakitkan itu ketika kusadari semuanya belum nyata?

Kenapa tidak pernah ada kepastian?
Kenapa harus tanganku yang berusaha menggenggammu?
Kenapa harus selalu aku yang mengejarmu?
Kenapa harus selalu aku yang menangis?

Kenapa sepanjang ini jalan yang harus kutempuh?
Kenapa jarak itu tak kia mendekat?
Kenapa kesempatannya tak pernah datang?
Kenapa kenyataan seolah-olah tidak berpihak... pada KITA?


Sunday, August 28, 2011

Gui-ppocampus

This Way selalu sukses menjerembabkan gw ke dalam setumpuk nostalgia yang sama. Periode putih-abu-abu yang jaya. Depapepe belum perlu terlalu khawatir dengan problem yang gw alami, tapi mereka sepertinya harus tau bahwa dentingan gitar mereka yang satu ini telah membangkitkan arus kenangan yang menjebak gw begitu kuat, yang tidak pernah bisa gw lawan sekeras apapun gw mencoba.

Kisah seorang gw di masa-masa sekolah terbilang tertutup dengan indah, dan mungkin saja gw terlalu sayang untuk melepaskannya barang sebentar. Jadilah This Way sebagai pelatuk untuk menyeret kembali semua memori itu ke permukaan. Dan bukan salah gw juga jika gw tidak memiliki pertahanan jiwa apapun dan ikut larut dengan mudahnya ke dalam film masa lalu.


Seharusnya kalian sadar bahwa dari setiap petikan dawai itu bisa menyusun sebuah candu. Tidak seperti efek mariyuana dengan 'fly'nya, hanya sebuah flashback biasa. Sekedar candu ringan yang selalu indah sekaligus membuat hati sedikit perih karena kenyataan tak pernah absen menegaskan kalau gw tidak pernah bisa merusak alunan waktu dan kembali ke sana lagi.


Mengapa malam ini Kau terasa begitu dekat?
Jantungku yang berdegup lebih cepat...
Itu bukan pengaruh obat 'kan?


Jika kenyataan rasanya begitu menyentuh,
Begitu mudah untuk dihitung,
Terlalu lambat...
Bukan karena aku yang melemah 'kan?

Bukan karena aku akan mati 'kan, Tuhan?

-night, 26811-