Showing posts with label doctor. Show all posts
Showing posts with label doctor. Show all posts

Sunday, September 15, 2013

My Gold


Gw terpaku dengan almamater seorang teman yang teronggok di bawah meja dari entah jaman kapan. Kemudian tertarik untuk berpose tampan. Terang benderang. Silau. Dan tampan. Hahaha #apasih.

Semua yang berkilau belum tentu emas. Spongebob berkata benar lho. Sehebat apapun penampakan gw di atas itu, setinggi apapun nama gw jika benar jadi seperti itu, dan seindah apapun imajinasi gw tentang kehidupan itu, emas gw tetap bukan di situ. 

Sedihkah? Gak lagi kok. Ada emas yang lain di sini, yang walaupun... jika dibandingkan dengan emas tadi ternyata kalah karatnya, gw tidak mau melepaskannya. Satu yang sangat gw banggakan darinya adalah karena Tuhan memberikan emas-Nya ini dengan cara yang tidak biasa. Dramatis, dengan akhir manis.

Hidup Jaket Hijau!!! #denganKepalanMahasiswaMIPA

Sunday, February 3, 2013

HOMIY

Kiri : angan-angan masa depan ketika gw masih menginjak usia belia.
Kanan : sebatas motivator bisu, yang tidak juga dilepaskan dari dinding kamar, walaupun realitanya sudah jelas menyimpang.




Bersama lagu Separuh Aku yang di-repeat sepanjang malam.

Gak tau maksudnya apa? Ya, saya juga gak. Entah memang gak tau, atau sangat gak mau tau. Paham aja. Hahaha.

Tuesday, December 18, 2012

Dan Gw Berkicau tentang Move On

X : (mengeluh karena terlanjur jadi mahasiswa XD) Saya ini maunya bisa tidur dengan tenang dan nyaman...

Gw : Ya ampun, kalau buat saya, itu mimpi yang sangaaat muluk.

X : ???

Gw : Mungkin termasuk mimpi gak tercapai malahan. Setara dengan mimpi saya yang mau jadi dokter. Tidak terjangkau.

X : Naaah, gw udah nahan-nahan gak ngungkit-ngungkit yang terakhir itu, ternyata disebut juga. 
Tapi masih diusahakan lah yaaa...

Gw : Gak dong. Ngapain lagi diusahain? Kalau udah ditolak itu ya move on laaah... 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tau kenapa? Saat gw bicara sok bijaksana seperti itu, saat itulah gw seperti melihat seorang Febrasari Almania yang sok super tegar tetapi sebenarnya menyedihkan.

Sunday, November 11, 2012

Midnight Menye-Menye

Terkadang gw bertanya-tanya,"Seperti inikah rasanya cinta mati?". Gw tidak pernah menjawabnya, atau barangkali, tidak berani menjawab. Yang jelas, yang tersisa untuk gw setelah menyerah tentang SNMPTN tahun lalu adalah ikhlas. Toh, apalagi yang bisa gw lakukan untuk sesuatu yang mustahil gw miliki? Maka, gw memilih berlaku selayaknya pecinta satu sisi yang gentle.

Kemudian, malam ini, semua ilusi hebat itu kembali membayangi kepala gw. Gw pun teringat kalau gw pernah mengaku begini,"Rasanya sakit, tapi gak mampu untuk benci." Walaupun kesannya seperti imitasi quote FTV, tapi itu nyata, dan gw tidak tahu sampai kapan kondisi begitu akan bertahan. Mungkin sedetik setelah gw selesai menulis posting ini, atau besok, atau bahkan selamanya. Mungkin sampai gw berhasil membesarkan anak gw hingga menjadi dokter ahli, dan mungkin saja karena itu gw akan iri mati-matian pada anak gw sendiri. Hahahaha. Gw juga merasa heran kenapa bisa muncul rasa sakit sesudah gw menetapkan diri untuk ikhlas. Yah, barangkali sakit itu muncul karena gw harus ikhlas, bukan karena gw tidak sukses mewujudkan apa yang gw impi-impikan.

Yang gw salutkan adalah tidak ada satu pun objek yang pantas dipersalahkan atas keadaan yang gw beberkan barusan. Tidak orang tua, tidak diri sendiri, tidak juga temen-temen gw. Tuhan pun tidak, karena gw memang tidak pernah sekalipun menyesal berada di tempat gw yang sekarang. Oleh karena itu gw takjub, mengenai betapa kerennya skenario yang Dia pikirkan sehingga gw tidak pernah dapat kesempatan untuk memelihara dendam. 

Gw membiarkan segala cinta lama dan lukanya sekalian menetap di bagian hati manapun yang mereka suka. Gw biarkan mereka datang dan pergi. Gw biarkan mereka mengganggu dan tidur dengan tenang kapanpun mereka mau. Gw angkat tangan dalam hal berurusan dengan mereka, selain karena optimis gw tidak akan sanggup melakukan apapun atas mereka, juga karena gw masih mempunyai dimensi hati lain yang perlu gw perhatikan : hidup gw saat ini. Thanks to reality. Kau sudah menjadi senjata ampuh tangguh untuk melawan menye-menye yang tiba-tiba kambuh.

Saturday, August 25, 2012

New Stream, New Intro

Old Me says,
"Nama gw Febrasari Almania. Gw adalah seorang makhluk yang masih bertanya-tanya apakah gw memang manusia. Gw terlahir dari biji jeruk yang dibuang oleh ibu gw secara sembarangan di tanah dan gw mampu berfotosintesis. Anehnya, morfologi diri gw seperti Homo sapiens kebanyakan, dimana badan tegap, dengan dua kaki dan dua tangan. Namun, bebuluan yang menyelubungi tubuh gw bukanlah dalam bentuk rambut, melainkan putik dan benang sari. Putik-putik dan benang-benang sari tersebut akan melakukan penyerbukan berdasarkan pada mood hati gw. Jika gw sedang bahagia-bahagianya, tidak hanya bunga, di sekujur kulit gw akan bergelantungan apel-apel ranum yang manisnya minta ampun. Pernah di suatu waktu gw berharap akan keluar Apple Macintosh dari pori-pori gw. Hahahaha.

Sayangnya, harus gw katakan bahwa jika ada di antara kalian yang mempercayai apa yang gw katakan barusan (kecuali bagian Apple Macintosh), maka kalian adalah orang gila XD

Gw sangat bercita-cita untuk menjadi dokter. Seorang dokter spesialis bedah syaraf tepatnya. Sejak dahulu gw selalu terkagum-kagum dengan desain otak yang manusia punya dan bermaksud mempelajarinya lebih dalam. Adapun alasan gw memilih seksi pembedahan karena gw menganggapnya sebagai kasta tertinggi dari 'tantangan yang berharga' dalam profesi ini. Sisi idealis dalam diri gw menuntut hidup yang tidak membosankan, tidak datar, dan tidak mulus-mulus saja, sehingga wajib bagi gw untuk selalu mencari sesuatu yang berbeda.

Dalam sudut kepala yang terdalam, gw adalah murni seorang imajiner. Gw suka memikirkan segala sesuatu dan membawanya ke dalam style gw, mulai dari yang tak masuk akal sekalipun sampai rencana hidup gw sendiri. Jika tak ada halangan, gw berharap masuk ke sebuah sekolah kedokteran ternama, dimana di sana gw bisa menemui banyak rival yang bisa menjadi rekan sekaligus batu loncatan bagi gw untuk memacu diri. Kemudian gw akan belajar sepuas-puasnya, sampai gw merasa pantas menyandang gelar dokter, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu. Gw terus berlatih, hingga akhirnya menjelma menjadi seorang dokter luar biasa yang bertemu dengan banyak pasien, lalu mencoba meringankan sedikit penderitaan mereka dengan bekal pengetahuan yang gw punya. Gw tidak akan mempermasalahkan tempat kerja gw nanti, apakah sebuah rumah sakit mewah langganan berobat para pejabat ataupun hanya sebuah puskesmas biasa di pelosok desa antah-berantah. Yang paling penting adalah gw bisa dekat dengan manusia, menghormati keluhan mereka, serta jauh dari pamrih."



New Me says,
"Nama gw Febrasari Almania. Gw adalah seorang makhluk yang masih bertanya-tanya apakah gw memang manusia. Gw terlahir dari biji jeruk yang dibuang oleh ibu gw secara sembarangan di tanah dan gw mampu berfotosintesis. Anehnya, morfologi diri gw seperti Homo sapiens kebanyakan, dimana badan tegap, dengan dua kaki dan dua tangan. Namun, bebuluan yang menyelubungi tubuh gw bukanlah dalam bentuk rambut, melainkan putik dan benang sari. Putik-putik dan benang-benang sari tersebut akan melakukan penyerbukan berdasarkan pada mood hati gw. Jika gw sedang bahagia-bahagianya, tidak hanya bunga, di sekujur kulit gw akan bergelantungan apel-apel ranum yang manisnya minta ampun. Pernah di suatu waktu gw berharap akan keluar Apple Macintosh dari pori-pori gw. Hahahaha.

Sayangnya, harus gw katakan bahwa jika ada di antara kalian yang mempercayai apa yang gw katakan barusan (kecuali bagian Apple Macintosh), maka kalian adalah orang gila XD

Setelah gagal berkali-kali dan menerima dengan sakit bahwa mungkin saja ini adalah takdir, cita-cita gw beralih menjadi seorang pengusaha IT kaya raya. Gw tidak terinspirasi dari pribadi Bill Gates, melainkan hanya terbuka pintu hatinya karena suatu kejadian-yang-tak-bisa-diumbar-umbar yang gw temui pada sore hari sepulang kuliah. Gw menyadari bahwa Tuhan ingin gw menolong orang lain dengan cara yang berbeda, ditambah dengan semakin terseretnya gw ke dalam dunia IT yang sedang gw geluti.

Dalam sudut kepala yang terdalam, gw adalah murni seorang imajiner. Gw suka memikirkan segala sesuatu dan membawanya ke dalam style gw, mulai dari yang tak masuk akal sekalipun sampai rencana hidup gw sendiri. Gw ingin menimba ilmu banyak-banyak. Gw tidak mau terjadi insiden dimana seorang klien kerja berkata begini pada gw,'Katanya lulusan ilmu komputer, masa' yang beginian gak bisa?!' Mengingat tempat gw belajar sekarang bukanlah sebuah perguruan tinggi besar, maka satu-satunya cara gw untuk membangun reputasi atas nama gw adalah melalui kemampuan gw.

Sebisa mungkin, gw akan berusaha agar studi postgraduate gw dilanjutkan di luar negeri. Namun, sebelum itu, setidaknya gw harus sudah memiliki sebuah perusahaan IT kecil yang gw bangun dengan modal gw sendiri. Ya, gw mencoba mandiri selagi gw memoles diri menjadi seorang ahli IT yang besar. Gw akan membuat banyak hal, mulai dari program-program biasa, situs, sistem informasi, robot, hingga sistem operasi. Setidaknya, dalam hidup gw ini, gw mengincar minimal satu hak paten atas penemuan gw. 

Selanjutnya, dengan sisa hidup gw, gw akan memperkaya diri sembari tidak lupa untuk membantu sebanyak-banyaknya orang dengan segala hal yang gw punya. Gw akan berlaku layaknya insan-insan sukses yang merajai majalah Forbes, yaitu rumah mewah dimana-mana, dengan garasi yang berjejalan mobil-mobil limited edition, yayasan amal yang akan menjadi lahan penyucian seluruh harta benda gw, serta sebuah jet pribadi yang akan mengantarkan orang tua gw ke Mekah untuk naik haji. Sebelum mereka meninggalkan gw, gw ingin membuat mereka tersenyum dan tidak pernah menyesal telah melahirkan gw ke dunia ini :)

Sesudah gw yakin bahwa gw telah membina keturunan-keturunan gw menjadi manusia-manusia yang baik, gw pikir gw ingin menghembuskan nafas terakhir dengan damai, tanpa menyusahkan orang-orang di sekitar gw, dan tentunya rasa sakit minimal."

Tuesday, April 24, 2012

GALAU'S NEVER DIE

"Nanti pindah ya... "

"Pindah? Pindah ke Salemba?"

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah berkata begitu, gw terdiam. Ter-flashback. Terpikir.

Sudah bulatkah keputusan yang gw ambil ini? 
Mungkin, lebih tepatnya, SUDAH IKHLASKAH? 

Kemudian gw meringis miris sambil menatap plafon rumah ketika menemui keadaan dimana hati gw tidak berani menjawab 'ya'. Ketika akhirnya bimbang tingkat lanjut kembali terpanggil. Ketika menyadari kalau ber-gegalauan bukanlah sikap yang bisa menyelesaikan semua tugas jahanam yang menggerogoti gw sepanjang semester penuh derita ini.

Maka, yang mampu gw lakukan saat itu hanyalah memutar dalam hati lagu "Pandangan Pertama"-nya RAN. Entah maksudnya apa, padahal agak "jleb" rasanya mendengar lagi "theme song gw ketika masih mengejar-ngejar FKUI" itu. Sebutlah, barangkali gw ingin mengumpulkan kebencian besar dalam hati gw sehingga bisa melupakan semua ego masa muda yang (secara tak sengaja) masih gw pelihara.

"...Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya..."

Sunday, March 4, 2012

Wednesday, February 22, 2012

E:\Music\Indonesian\RAN and Moving On

Kurasa ku tlah jatuh cinta.
Pada pandangan yang pertama.
Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya.

Oh Tuhan, tolong diriku.
Tuk membuatnya menjadi milikku.
Sayangku, kasihku, oh cintaku.
It's all that I need. 

~Pandangan Pertama by RAN (dengan sedikit penyesuaian)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lagu romance jaman gw ababil ini terdengar pada tanggal 22 Februari 2012 pukul 01.32 AM. Lalu, seperti yang kalian duga, Seksi Memori Cerebrum gw yang menel pun me-recall sesuatu. Bukan, sesuatu itu bukan kesialan gw yang sampai saat ini belum menemukan seorangpun untuk dicintai, tapi kenangan autis dua tahun lalu saat gw menggunakan tinta merah untuk menulis potongan lirik di atas pada halaman pertama buku rangkuman rumus yang gw punya, yang seselesainya gw menambahkan embel-embel seperti ini di bawahnya: "-nya dan It's di situ adalah Fakultas Kedokteran Universitas Istimewa". Hahahahaha. Kalau inget itu sekarang, rasanya gw mau ngomong "so swiiiiit" ke diri gw sendiri.

Ada-ada aja ya cara anak muda untuk menjaga obsesinya. Sayang aja gw tidak bisa menyertakan bukti berupa snapshot bersama posting ini karena halaman buku yang dimaksud udah ilang entah kemana. Tapi, sebenernya, wajar juga sih kalau hilang, soalnya aku sudah menyimpannya di tempat lain, yaitu di hatiku. Cieeeeeeh. :ngakak. Apa banget deh gw.

Sebagai gantinya adalah sketsa Rektorat Universitas Istimewa yang dibuat oleh temen sekelas gw ketika kami masih SMA, yang juga, dinodai dengan sedikit catatan penyemangat: "Kau hanya untuk mereka yang luar biasa. Untukmu, aku pasti akan jadi luar biasa". OK, I have been fired up for a moment (See? It works). Tapi, sayang lagi, gw tetap tidak bisa memberikan snapshot apapun kali ini karena... sketsa tersebut adalah tanda cintaku hanya untuknya, bukan untuk yang lain.

Krik krik krik.


Waks, apakah semakin lama gw semakin terlihat menjijikkan? Baiklah, mari hentikan. Gw tidak pernah berencana membuat kalian mengalami penurunan berat badan maksimal karena terus-terusan muntah-muntah akibat menemui gombalan gak genah di setiap akhir paragraf. Tapi, itulah kenyataannya. Everything I've told you is the truth. I think, it's love. Even more than that, it's love at the first sight. Yah, namanya juga cinta pada benda mati ya, jadi kalian jangan berharap gw akan berpegangan tangan, tuker-tukeran sepikan, atau meluk-meluk pilar gedung. Pokoknya, jika kalian pernah berada pada fase "ambisius kelas 12", kalian pasti mengerti perasaan gw.

This is a deep love, yang mungkin, karena itulah, gw belum bisa moving on sampai sekarang. Mengejar yang itu-ituuu aja. Yeah, poor me.

Barangkali gw akan berdalih,"Belum saatnya bagi gw untuk moving on," dan gw pikir barusan pendapat yang tepat. Jika Steve Jobs menyuarakan jargon "Think Different", maka gw menggenggam prinsip "Think Free". Adalah suatu kebebasan buat lo, apakah mau terikat pada sesuatu hal atau tidak, tapi cobalah peka pada tempatnya, yang berarti terikatlah pada saat lo merasa harus terikat, namun berhentilah untuk terikat setelah tiba waktunya untuk tidak terikat lagi. Begitupun gw. Walaupun gw orang yang sangat benci diikat-ikat, tapi terikat pada "cita-cita yang baik" merupakan penuntun gw menuju pribadi yang dewasa, kuat, dan tidak lupa bersyukur, serta sedikit melankolis XD (yang terakhir sifatnya opsional). Apalagi, gw menikmati berbagai warna yang gw jumpai selama berusaha mewujudkannya. Selain itu, masa depan gw masih ada di belakang garis penentuan, kemudian sikap yang gw ambil adalah memperjuangkannya, so... kenapa gw harus moving on jika gw sebetulnya sedang berjalan maju bersama hidup? 


Sayang, mungkin cinta kita tidak abadi. Namun ingatlah kalau kau pernah bertahta tak tergoyahkan di dalam hatiku dan itu menyenangkan. Terima kasih.

#apakah seseorang bisa menjelaskan virus apa yang sedang menjangkiti gw???

Thursday, December 29, 2011

Powerful Coincidence

So, it feels deeply great when I looked whole-heartedly at the hand-sketched rectorate of "Special University" picture while listening to a piece of Taylor Swift's song lyric: "you belong with me..."

such a powerful cocaine XD

Wednesday, November 16, 2011

KTM Kuning (baru sadar)

Qq : Pokoknya gw masih menunggu setoran KTM kuning ya.

Gw : Hahaha. Okeee. Gw gak akan lupa soal setoran.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa bulan kemudian saat berinteraksi dengan ATM...

Gw : 'Eh, KTM Uni[piiip] kuning juga ya?'

PS. terlalu gak peduli sehingga gak tau warna KTM sendiri padahal sudah bersamanya hampir satu tahun lebih XD

Terhasut Makara :)


Terima kasih karena sudah tidak pernah berhenti memotivasi saya. Saya curiga deh, jangan-jangan saat saya sudah tidak punya kesempatan lagi pun, kamu akan tetap manas-manasin saya. Hahaha.

Mau hadiah balik? Nanti, kalau saya dapat NPM baru ya.

Saya vs Spanduk [udah ketahuan pemenangnya]

Oke, siapapun Anda, Anda benar. Ini cerita galau.

Yang entah kapan, saat gw secara rajin pergi ke kampus untuk alasan sok suci seperti ini: kuliah, ada sebuah spanduk hijau semarak (terbayang sesuatu kah?) dengan tulisan "Ulang Tahun Ke-9 Fakultas Kedokteran" tertera di atasnya.

Ya, lagi. Spanduk lagi. Kedokteran lagi.


Apakah memang panca indra gw yang kehilangan alasan ---gw kira bukan, karena objek pandangan lain yang bisa dibilang lebih indah adalah pancuran di tengah bundaran yang dengan sudut yang tepat, gw bisa melihat pelangi di sana tanpa harus hujan dulu--- atau memang ini sudah jadi takdir memuakkan, saat ini, gw benar-benar merasa kalau sepasang mata bola yang gw punya ini memiliki reseptornya sendiri. Seperti teori gembok-anak kunci yang berlaku pada enzim dan substratnya, maka seperti itulah gw yang tidak pernah bisa lepas dari hal-hal berbau medis. Asal Anda tau, ini sekuel ketiga dari seri box office "Spanduk Galau" dan gw sama sekali tidak bangga tentang itu. Gw sangka spanduk wisuda Fakultas Kedokteran kemarin akan jadi yang terakhir, tapi berlanjut sampai ke area bazar di belakang Rektorat dimana spanduk yang gw tangkap adalah "FAKULTAS KEDOKTERAN", sementara di dekat gw ada spanduk "PERPUSTAKAAN" yang gak kalah besarnya.

Gw bukan ingin membuang jauh-jauh visi dokter yang gw pelihara, tapi untuk saat ini, sebaiknya jangan ungkit-ungkit kedokteran di hadapan gw. Ada saatnya "hati gw terbakar", tapi bukan sekarang, karena jelas gw lebih pantas untuk bersikap cool daripada kelebihan semangat dan hiperaktif lagi sampai-sampai rela belajar Bahasa Indonesia ketika orang lain sedang berenang di pantai. Niat gw masih sangat besar tapi semua ini bukan lagi motivasi kalau sudah sukses membuat gw galau berkali-kali. Dunia terkesan menyebalkan pokoknya, dimana galau karena "nyaris dapet" itu lebih besar takarannya, berlipat-lipat malah, daripada karena "gak dapet". Kan bahaya namanya kalau sangking galaunya, gw jadi motong-motong arteri pakai gunting kuku XD

Monday, October 24, 2011

Thursday, October 20, 2011

Dan Gw Kembali Galau

Setelah melihat dengan lekat stiker IDI di sebuah kaca mobil, yang membuat wajah gw seolah-olah terhajar gerbong kereta.

Tuesday, October 4, 2011

Jleb! Jleb! Jleb!


*tampar mata*
*tusuk mata*
*copotin dari rangkanya*
*cabik-cabik*
*terus buang ke tengah laut*

Jleb! Jleb!

"Ada temen saya, seorang dokter bedah kepala. Dia juga mengambil S3 di Jepang..." 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nice. Sekarang nge-jleb!-nya lebih spesifik ya.

Jleb!

"Selamat atas pelantikan dan pengambilan sumpah dokter angkatan ke-IX"

Ada sesuatu yang sakit banget ketika gak sengaja mata gw menangkap tulisan ini tertera di atas spanduk hijau di seberang jalan. Gak tau apa maksud-Nya, atau apa rencana-Nya, tapi gw merasa kalau Tuhan setiap saat selalu berusaha memotivasi gw. Contohnya aja saat dalam perjalanan pulang dari kampus, ketika duduk manis di dalam angkot, tiba-tiba ada sedan hitam dengan kaca belakang yang ditempeli stiker logo "universitas yang gw dewa-dewakan" melintas di depan mata. Lengkap dengan warna kuning yang menggoda. Dan itu gak cuma sekali, tapi berkali-kali, alhamdulillahnya dalam satu hari. Terkadang gw heran sendiri apakah masih di Lampung atau sedang di Jakarta.

Oke, jika benar asumsi gw, berarti Dia berhasil. Di satu sisi gw kembali bersemangat, berenergi, (kalau pinjam judul lagunya Andra & The Backbone) seperti hidup kembali, tapi di sisi lain, ya... gw tertusuk , tertohok, dan itu dalem. Dan tebak selanjutnya apa? Jika gw gak mampu menguasai diri, maka gw akan dilanda oleh sebuah perasaan yang serupa dengan galau. Lucu-lah pokoknya jadi gw ini.

Kemudian, yang membuat gw semakin bertanya-tanya adalah fenomena ketika besoknya si spanduk sudah sukses raib dari tempatnya. Berarti betapa sial gw ya yang secara ajaib bertemu dengan spanduk tersebut satu hari sebelum dia dicopot? Apakah memang ada sedikit konspirasi jahat di sini yang memang bermaksud menganiaya batin gw?! Zzzz.

Saturday, October 1, 2011

Eksis Sesaat

Seperti biasa, saat itu saya sedang duduk manis di barisan paling akhir saat Sang Dosen tiba-tiba berkata begini:

"...Komputer bisa digunakan dalam setiap bidang ya. Misalnya bidang kedokteran; ada yang mau masuk kedokteran, tapi sakit hati, maunya tetep kedokteran aja, gak bisa ke lain hati, bisa bikin software kedokteran..."

Dan mungkin sesuai dengan tebakan Anda: semua orang spontan menoleh ke belakang.

Saturday, September 24, 2011

Gw Terikat, Mus

Gw : Bayar UP 6 juta dulu. Baru bisa connect ke beasiswanya.

Muse : Jadi dapet gak dapet masih tetep bayar? Wah, mendingan ITB aja coba, Kak.

-----------------------------------------------------------------------------

Kalau gak terikat sama cita-cita, udah dari dulu gw daftar STEI atau SITH ITB, Mus. Percaya deh. Sayangnya, tujuan gw bukan sebatas Teknik Kedokteran, tapi Kedokteran Umum yang akan berlanjut sampai Pendidikan Spesialis Bedah Syaraf.

Kalau gak terikat sama cita-cita, udah dari dulu gw mengikuti jejak Rancho, Mus. Gak terbayang betapa besar kekaguman gw sama sosok insinyur setelah nonton "3 Idiots". Gak ketanjak lagi khayalan tentang gw yang berkacamata dan dengan sok cool-nya bongkar-pasang mesin-mesin dewa. Tapi tau apa? Visi masa depan gw sebagai dokter ternyata menyandang status jauh lebih tinggi : takkan terganti.


Ini bukan sekedar masalah prestise, tapi sudah kompleks dan ribet yang membawa-bawa kasta "cinta mati". Untuk pura-pura lupa aja gw bahkan gak sanggup. Beginilah gw, yang terlanjur terikat. Dan ikatan itu adalah sebuah komitmen yang akan terus gw jaga, yang gak akan pernah bisa diputuskan sebelum semua kesempatan gw habis.


Jadi, maaf ya Ganesha. Kamu tidak pernah saya pandang bukan karena gak layak masuk hitungan. Kamu hanya tidak akan pernah memiliki celah untuk mencuri hati saya.


Doctor vs Nanorobot?!



Oh, tentu tidak. Buat apalah dipertanyakan ; sudah jelas, sampai kapanpun, yang namanya "hand made" jauh lebih unggul.