Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Sunday, May 24, 2015

Setitik Tohokan di Balik "Maps"

I like to think through, we had it all
We drew a map to a better place
But on that road I took a fall
Oh baby why did you run away?

I was there for you
In your darkest times
I was there for you
In your darkest nights

But I wonder where were you
When I was at my worst
Down on my knees
And you said you had my back
So I wonder where were you
All the worse you took came back to me
So I’m following the map that leads to you
The map that leads to you
Ain't nothing I can do
The map that leads to you
Following, following, following to you
The map that leads to you
And nothing I can do
The map that leads to you
Following, following, following
Maps by Maroon 5


Cinta manusia selalu butuh timbal balik. What I say, ha?

Friday, May 22, 2015

Paper Boat

Mungkin boleh aku tak punya perahu kertas.
Di sisiku hanyalah Penulis Skenario Paling Cerdas.
Dari semua manusia yang terpapas,
radarku tersangkut, tertarik, terhempas,
pada dirimu...

Apalah arti sebentuk perahu...,
jika di sisiku adalah Dia Yang Maha Tahu.
yang berkuasa menghanyutkanmu,
menjawab panggilan radarku.

Semoga Sang Maha Cinta,
tak pernah bosan menyatu-kuatkan hati-hati kita,
di jalan-Nya,
dalam cinta-Nya,
sekekal-kekalnya,
sampai surga-Nya.

Bersama "Perahu Kertas" 07.33

Sunday, January 18, 2015

Haruskah Hadir Sebuah Sekat

Tersebutlah K dan G, dua orang yang memiliki latar belakang hidup sama sekali berbeda, di suatu musim yang cerah, menjalin persaudaraan, yang mana hanya Tuhan yang mampu memisahkannya. Meski berbeda jalur darah, kedekatan keduanya terbilang luar biasa. Setiap saat, kapanpun, dimanapun, mereka selalu terlihat bersama. Sampai akhirnya pola seperti ini menghajar publik, yang menimbulkan paradigma baru: ada K, ada G, atau sebaliknya. Dua insan ini bahkan berencana membangun rumah berdampingan, sangking tidak mampunya tak bertemu.

Walaupun hanya dengan berdua, kebutuhan hidup dapat terpenuhi, semua masalah dapat ditangani, dan semua kesulitan dapat dihindari, mereka sadar bahwa tak baik jika mengisolasi diri pada persaudaraan ini semata. Sebelumnya, mereka masing-masing telah memiliki teman-teman yang lain, yang juga senantiasa membantu dan menguatkan, yang oleh karenanya tidak dapat diabaikan begitu saja. Beberapanya bahkan lebih dari sekedar teman biasa, yang berarti kurang ajar sekali jika pesan orang tua berikut dilanggar:"Jangan karena kawan yang baru, kawan lama dilupakan."

Dengan intens tampilnya yang satu di hadapan teman-teman yang lain --yang terkadang turut diajak serta dalam acara informal mereka--, lumrahlah jika muncul anggapan "temanmu temanku juga". Maka itu, seminder apapun K, ia mencoba untuk membawa dirinya. Ditambah dengan gencarnya G mempromosikannya, K pun semakin dikenal. Sejauh ini, ia berhasil. Ia tak canggung. Ia membaur.

Tapi tidak demikian dengan G, padahal K sudah berusaha setengah mati mendekatkan ia pada teman-temannya. Terdapat satu atau lebih... katakanlah, budaya, yang tak cocok dengan dirinya, yang membuatnya selalu tidak nyaman. Itulah sebabnya mengapa paradigma "ada K, ada G, atau sebaliknya" sangat jarang terjadi ketika K sedang terlibat kegiatan bersama teman-temannya. Layaknya tegak kokoh sedinding sekat antara G dan kubu teman-teman K. Sekat yang selalu K harap roboh rata tak bersisa.

Pertanyaannya: jika K tetap kokoh dengan pendiriannya, G-kah yang perlu berkorban, atau jangan-jangan memang K yang terlalu banyak menuntut? Atau barangkali pertahankan saja status quo begini? Sayangnya, di hari-hari belakangan, hati K sedang tersiksa-tersiksanya karena solusi yang terakhir itu.

Jadi?

Sunday, November 2, 2014

Enoemos Ssim

There were soto and pempek.
If you had been here, I wouldn't have eaten all alone.

Sunday, June 15, 2014

Dalam hujan, aku bertanya.
Dalam kesal, aku bertanya.
Dengan cinta, aku bertanya,"Sedang apa?"

Sunday, October 6, 2013

Bahagia Tingkat Expert

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died every day waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
what's standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

One step closer

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

credit goes for this

Friday, October 4, 2013

The Best God Ever

Alhamdulillah. Alhamdulillah banyaaak sekali. Atas semua tamparan. Tohokan. Tusukan. Kebodohan. Kegalauan. Kejatuhan. Kehinaan. Ketidaksempurnaan. Juga kepahitan.

Atas semua pelajaran. Atas semua skenario yang terkesan menanjak lebai namun terasa manis sekarang. Atas semua kebanggaan karena telah dilahirkan sebagai seorang Febrasari Almania.

Wahai Aku, untuk apapun itu, jangan pernah dustakan nikmat Tuhanmu. Janji?

*ngangguk

Bara Lagu Cinta

Sayangku dapatkah kau merasakan
Betapa besarnya rasa cintaku untukmu
Cintaku pernahkah kita menduga
Di antara kita ada rasa yang mendalam

Sayangku yakinlah akan cintaku
Yang ku persembahkan seutuhnya untukmu
Kasihku jangan pernah kau ragukan
Luasnya cintaku yang ku beri untukmu

Genggamlah tanganku ini sayang
Cintaku telah tertambat mati untukmu

Selamanya..
Hanya dirimu yang selalu ada dalam hatiku
Selamanya...
Tentang dirimu
Kau selalu hadir dalam mimpiku
Engkau satu cintaku selamanya


------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gimana rasanya kalau pendamping hidup Anda yang halal menyanyikan lagu ini untuk Anda di hari ulang tahun Anda atau anniversary pernikahan? Kalau saya sih akan langsung menggumam dalam hati,"Terima kasih ya Allah, sudah mengantarkan saya pada dia."

Pasti meletup-letup. Apalagi si istri. Soalnya si suami sudah menyatakan kalau sampai mati, ia gak akan poligami. Hehehe.

Wednesday, June 26, 2013

Because I love you.
I love you, in this world, more than anyone else...

Sunday, May 26, 2013

This Night For 'Someone'

I shouldn't love you but I want to
I just can't turn away
I shouldn't see you but I can't move
I can't look away

And I don't know how to be fine when I'm not
'Cause I don't know how to make a feeling stop

Just so you know
This feeling's taking control of me
And I can't help it
...
Thought you should know
I've tried my best to let go of you
But I don't want to
...
...

It's getting hard to be around you
There's so much I can't say
Do you want me to hide the feelings
And look the other way
...
...
...

Just So You Know by Jesse McCartney

Thursday, April 11, 2013

Hei, Kau Yang Di Sana

Tersentil sedikit oleh posting sebelumnya. Untung status berikut gak jadi di-publish ya. Hehehe. Sebuah alhamdulillah, gw rasa. 


Mari kita jaga cinta yang kita punya sampai tiba saatnya, hei Kau Yang Di Sana #senyum

Kopas Jaya Facebook Pagi

Inilah caraku mencintaimu.
Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa,
tapi bagiku, inilah cara terbaik mencintaimu.

Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
justru karena aku sangat mencintaimu.
Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu.
Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.

Inilah caraku mencintaimu,
dalam diamku,
dalam ketulusanku,
dalam kesucianku,
dalam cara tak biasaku.

Meski sulit,
meski berat,
meski sakit untukku,
namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.

Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas.
Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung.
Pada-Nya kuharap Dia kan menjagamu untukku.
Pada-Nya kutitipkan hatimu.

Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung doa.
Agar untukmulah segala kebaikan.
Agar bersamamulah segala keindahan.


Inilah Caraku Mencintaimu oleh Sebuah Grup Facebook.

Thursday, February 14, 2013

Kalau Bukan Cinta Begini Kejam, Lalu Apa...?

X : Kenapa kalo orang-orang pacaran itu, abis putus, jadi gak mau setegoran lagi? Bagusnya, kalau hubungan sebagai pacar terputus, ya hubungan sebagai teman jangan ikut terputus dong.

Y : Oh, gak bisa gitu...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi? Apakah saat sepasang manusia seiya-sekata,"Yuk, kita pacaran", maka di momen yang sama juga berarti,"Kita bukan temen lagi."??? What a nonsense! Mengapa dunia kalian begitu sulit, wahai yang berkekasih?
Mungkin pencinta yang paling baik adalah Dia. Gak disayang, gak lantas marah-marah. Gak diinget, gak lantas diputus nikmatnya. Gak dipilih, gak lantas dicabut nyawanya.

Di hadapan cinta yang gak butuh timbal balik ini, apa cinta yang lain itu masih hebat?

Ketika Kubilang Cinta Rumit, Itu Tak Salah

Tau rasanya terjebak di antara sepasang kekasih yang sedang bertengkar? Uh, krik-krik maksimal.

Sekali gw berada di dalam kondisi itu, yang secara tak sengaja gw siasati dengan tertidur. Dan ternyata, siklus itu terulang kembali, dalam kondisi yang tidak memungkinkan gw untuk lagi-lagi memejamkan mata dan pura-pura tidak tahu apa-apa karena besoknya adalah jatah ujian Sistem Keamanan Komputer. Gw terdiam, dengan muka polos, menyaksikan mereka beradu argumen sambil menebar tatapan tajam. Aaaaah, Tuhan. Ingin rasanya gw diangkat naik ke Langit Ke-Tujuh untuk bersembunyi sementara sampai semua suasana tak mengenakkan ini mereda.

Mengapa bisa muncul sebuah keributan di tengah-tengah dua orang yang telah berkomitmen untuk saling mencintai satu sama lain? Satu hipotesis gw : semakin dekat seseorang dengan seseorang lainnya, maka peluangnya akan semakin besar untuk sering bertengkar. Mengapa begitu? Karena realita yang ada sering tidak sejalan dengan ekspektasinya. Saat yang satu menganggap,"Kok kamu keterlaluan gitu sih sama aku?!", sedangkan yang lain berharap,"Harusnya kamu ngertiin aku!", maka... CLASH. Menyemburlah ke udara segala sesal "Kita emang udah gak sepemahaman lagi.", atau "Haruskah cinta ini gw pertahankan?", atau "Kenapa gw harus kenal dia??!", atau... yah, you know what I mean lah.

You see? It's complicated. Ketika gw bilang cinta rumit, itu gak salah, broh.

Malam Minggu Sengit

5 Januari 2013 kemarin, dengan sepakat gw tetapkan, adalah 24 jam paling membosankan di tahun ini. Gw tidak pernah menyangka kalau akan sukses menjadi korban 3 jam perang dingin yang terjadi antara sepasang mantan kekasih. Padahal awalnya hanya sebuah ajakan baik-baik nan bermanfaat via sms: "ayo kita ngerjain laporan mikro di rumah XXX", tapi siapa yang tau kalau sesetelahnya gw menyesal habis-habisan telah meninggalkan kamar gw hari itu.

Sesuatu berjalan sebagaimana mestinya. Gw bahkan secara bahagia mendendangkan bertembang-tembang Sheila On 7 dengan volume suara normal, mengiringi mereka yang sedang---secara bahagia pula---menyaksikan film Perahu Kertas berdua saja di ruang tamu, yang membuat gw terkesan seperti stereo cinta hemat listrik yang pernah ada. It's okay; percuma aja gw menumpuk pengalaman sebagai "pengganti setan" sejak SMA kalau gw gak teradaptasi dengan kondisi begitu. Jadilah kami merasa luar biasa dalam dimensi masing-masing, dimana mereka bersama segala imajinasi ababilnya, dan gw yang berada di state "mood tingkat dewa" mengurusi Metode Numerik.

Sayangnya, semua nuansa menyenangkan itu berakhir saat ba'da Ashar. Tiba-tiba keduanya menunjukkan gelagat tidak mengenakkan, bahkan salah satunya sudah rampung berkemas dan menunjukkan wajah siap angkat kaki sekarang juga. Gw gak tau apakah hati gw mulai bisa mempedulikan orang lain di atas diri gw sendiri, tapi entah kenapa, gw gak bisa menerapkan sikap apatis maksimal gw ketika itu, sehingga GW MERASA SANGAT TERGANGGU karena atmosfer negatif yang keduanya sebarkan di sekitar gw. Passion gw yang tadinya membludak terhadap angka-angka terbunuh sudah. Alhasil, gw pun ikut-ikutan men-shutdown netbook, kemudian keluar ke teras, diam tak bersuara, menunggu mereka berdua selesai saling berbalas argumen via kertas binder -___-

Satu jam, dua jam, dan terus berlanjut hingga azan Maghrib mengudara. Gw sudah membaca semua yang bisa gw baca. Gw gak bisa tidur walaupun hujan deras berbadai turun sore itu. Gw memilih untuk tidak pulang duluan karena gw tidak ingin mengakhiri diskusi mereka yang alot sampai mereka menemukan solusi yang baik. Gw mengeluh dalam hati kenapa gw begitu baik hari ini, dan juga karena gw gak tau apakah bosan ini ada ujungnya atau gak. Puncaknya, sehabis shalat, gw melanglang buana sendirian mencari makan meskipun perut gw gak laper-laper amat. 

Bertepatan dengan melayangnya sepuluh-ribu-gw ke pundi-pundi negara abang bakso, datanglah sepasang orang rempong ini menjemput gw ke tempat makan yang gw datangi. Selain dari yang gw beberkan di atas, satu hal lain yang menjadi sumber kekesalan gw adalah : cuma satu pihak yang tersenyum. Setelah seluruh waktu yang gw korbankan, setelah seluruh energi yang gw kuras untuk memendam kejengkelan, setelah seluruh krik-krik yang gw terima, ternyata yang lain masih tetap terluka---kami sudah berteman cukup lama, sehingga adalah hal mudah untuk gw membaca keadaan hati masing-masing hanya lewat raut muka. Harapan gw tidak bertemu dengan realitanya.

Spontan gw curhat pada Yang Di Atas,'Kenapa begitu sulit untuk membuat dua kepala saja saling mengerti???' Pingin rasanya gw buka forum saat itu juga lantas melabrak secara terang-terangan,"Sebenernya apa masalah kalian?!" Tapi gw gak bisa. Gw memang gak terima begini akhirnya, tapi jika gw lakukan apa yang gw pikirkan tadi, itu sama aja dengan membangkitkan kembali perseteruan yang barusan reda.

Gw pulang. Duduk terpaku dalam perjalanan. Ketika gw mendapati bahwa gw tidak punya cukup adrenalin untuk melakukan apapun lagi, gw pun tidur. Penuh rasa kecewa. 

Tuesday, February 12, 2013

Mungkin kayak hadiah abis shalat Subuh, eh mereka keluar sendiri tanpa gw harus sakit.

Thursday, February 7, 2013

"Hoek" Goodbye

X : Ada yang ketinggalan gak?

Y : Cintaku padamuuu~

*mateeei
*muntahayampenyet
*nyeburjamban

Monday, February 4, 2013

Kadang saya sangat merindukan ketika kita berdua bicara seru tentang cinta.

Apa kamu bisa menemukan pendengar seperti saya di sana?

Sunday, February 3, 2013

Romance Time


Jangan tanya kenapa sekarang-sekarang ini segala postingan gw berbau cinta. Gw juga gak tau kenapa -_- Yang jelas, bukan karena gw sedang jatuh cinta ya. 

Yah, alasan terdekat yang bisa gw pikirkan adalah karena terpengaruh drama Korea. Daaan... mungkin juga karena gw ingin menunjukkan kalau... ya beginilah cintanya "kebanyakan" manusia. Hahaha. Kalian bebas berpendapat. Gw punya sudut pandang gw sendiri dan gw tidak akan mengatakannya :D