Showing posts with label handphone. Show all posts
Showing posts with label handphone. Show all posts

Saturday, June 29, 2013

Message Sending Failed

Bahkan sebelum saya pergi pun, sinyal operator udah lenyap entah kemana. Dan harus resend entah berapa kali biar statusnya sampe ke "delivered".

Kalau udah begini, mau pelanggan setia atau bukan ya gak ada bedanya. Sama-sama dongkol aja gitu. 

Cuma saya gak mau disetarakan ah. Kan saya ditambah ngucap istighfar setelah mosting ini. Hahahaha.

Friday, January 25, 2013

Kelakuan Operator

Gw sulit mau memanggilnya apa. Dibilang munafik, ya gimanaaa, dibilang strategi pemasaran juga, masa' sih iya? 

Operator merah bicara dengan gencar,"Murah, murah, murah".  Apa pantes titel begitu kalau nominal bensin motor untuk 3 hari ternyata cuma bertahan 24 jam setelah hanya dipakai buat sms-an? Gw, sebagai mantan pengguna, kesusahan sekali mengakses fitur-fitur gratisan yang ditawarkan, sehingga akhirnya menyerah dan berpaling pada solusi dual SIM. 

Operator ijo bicara dengan gencar,"Sinyal kuat". Di awal-awal pemakaian, di zamannya status gw masih "pure beginner", jaringannya selalu mengalami gangguan mulai dari ba'da Maghrib sampe jam 10 malem. Padahal itu worktime-nya anak muda yang jadi hotline curcol kayak gw. Memang sih, saat ini, peristiwa begitu jarang terjadi. Tapi jarang bukan berarti "tidak pernah" ya. Insiden yang sama terulang lagi ketika gw mendatangi konser Noah, dimana calon murid gw secara gigih mencoba menghubungi gw, yang tidak satupun berujung berhasil.

Operator lain bicara dengan gencar,"Sinyal kencang". Ini apa tah. Kuota internet gw masih utuh 5 GB-an walaupun masa aktif telah berlalu 2 minggu. Pasalnya sinyal modem terpojok di kasta EDGE melulu. Rasanya mau puasa Senin-Kamis aja bawaannya ---wujud rasa syukur--- pas ngeliat satu batang WCDMA nyelip di Mobile Partner.

Sunday, February 19, 2012

Android = Bak Sampah

Ya, gw telah lama menyadari kalau bentuk maskot Android serupa dengan kotak-kotak sampah pemerintah yang hadir di trotoar jalan. Nilai lebihnya adalah, ia lebih ganteng daripada tempat sampah sesungguhnya karena terkait dengan gadget.



Oke, jadi berterimakasihlah pada Google yang telah melambungkan harga diri garbage box kita sampai ke langit tertinggi, dengan brand : Android.

'Putus asa tah Feb, gara-gara gak punya Android?' 

P.S. telat mosting


Dan gw terbayang-bayang nomor henpon seseorang, tapi sampai sekarang masih gak punya keberanian untuk melakukan hal di atas.
Bukan karena tidak punya pulsa. Gw hanya terlalu norak dan juga terlalu LEMAH -__-

Backsong : gak gak gak kuaaat... gak gak gak kuaaaat...

Thursday, February 16, 2012

Kisah Handphone Hasil Minjam

Alright, semua tragedi berbau epik ini [lebai deh] dimulai setelah menghilangnya N70 hitam gw akibat kecebur di laut. Dengan sangat terpaksa, gw kembali lagi ke zaman purba saat menggunakan secara sementara Nokia 1208 yang ditinggalkan ibu gw kepada gw karena beliau beralih ke handphone Cina. Prioritas gw saat itu adalah informasi kuliah, walaupun gw sempat mengeluh tentang keypad-nya yang tidak ideal untuk ngetik sms.

Perjalanannya berakhir di pertengahan Oktober tahun lalu, tepatnya ketika malam makrab program studi sedang berlangsung di Pantai Sekarwana. Hp yang tutup baterainya udah longgar itu secara tidak sengaja melakukan aksi stunt berbahaya, yaitu memplesetkan diri dari kantong celana lalu keluar ke dunia bebas yang kejam, saat gw sedang jongkok di kakus untuk buang air kecil, dan kemudian mendarat di atas selokan yang dialiri air segar (dengan sedikit kandungan garam karena air tersebut berasal dari sumur yang letaknya dekat dengan tepi pantai). Bersama kekhawatiran akan buta waktu karena selama ini satu-satunya jam yang hadir di kamar gw adalah handphone, sepulangnya dari acara itu, gw melarikan pretelan 1208 ke konter. Sakitnya, harapan gw musnah sudah tatkala penghuni konter menyatakan kalau yang gw bawa sekarang adalah potongan bangkai.

Orang yang sama menawarkan ongkos servis sebesar Rp 50.000,- dengan tingkat keberhasilan yang tidak menjamin. Ibu gw pun memutuskan untuk memberikan gw hape baru daripada harus mengeluarkan nominal di atas untuk memperbaiki handphone yang sudah layak masuk museum. Rupanya ibu gw adalah pemegang prinsip ekonomi yang baik karena "baru" di sana maksudnya salah satu hape adek gw ditransfer sebentar ke gw.

Alas. Yang satu ini bahkan garis hidupnya lebih singkat. Lewat tahun baru pun kagak. Kronologinya berawal dari gw yang sedang telponan sambil berkeliaran naik motor di daerah Kedamaian. Jika kalian mengaku anak muda, pasti udah kenal banget sama pose gw kala itu: handphone dijepit di antara kuping dan helm. Lalu, karena itu malam hari, ---jangan tanya kenapa gw kelayapan malem-malem karena gw tidak mau jawab XD--- ditambah ketiadaan lampu jalan, serta gak memadainya lampu depan motor gw yang hampir mendekati ajal, gw pun gak ngeliat kalau ada lobang besar di depan gw. Alhasil, apalagi gw juga lagi buru-buru, akhirnya gw terabas lobang tadi dengan kecepatan tinggi, yang sukses memberi gw hadiah berupa efek gempa bumi 9.8 skala Richter.

Beberapa meter dari titik bercokolnya lubang celaka itu, ketika gw berniat untuk meng-sms seseorang, gw gelagapan karena gak bisa menemukan handphone gw dimanapun. Gw cepet tersadar kalau barang yang gw cari ternyata jatoh pas insiden "goncangan heboh" barusan dan sekarang sedang tergeletak-merana-sendirian di tengah jalan yang dingin. Akhirnya gw balik lagi ke TKP dan dengan sedihnya minjem senter abang-abang bakso yang lagi lewat karena gw gak punya satu benda pun saat itu yang bisa menerangi gelapnya situasi. 

Kabar baiknya, hape yang bersangkutan berhasil gw dapatkan. Kabar buruknya, dalam kondisi basah, mati total, dan LCD pecah.