Showing posts with label sorry. Show all posts
Showing posts with label sorry. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Seperti Cowok Baru 'Putus'

Pertanyaannya tidak dijawab pada suatu sore yang melelahkan, sehingga Dia sedikit kesal. Sedikit aja, gak banyak-banyak. Itu pun berkurang intensitasnya dalam perjalanan pulang menuju rumah, walaupun... kalau diinget-inget sih, lumayan juga jumlah sumpah serapah yang Dia pikirkan di kepala (hehehe). Ya sudah ya. Memang dasarnya Dia yang tidak bisa tega marah-marah cuma karena insiden gak penting begitu. Atau karena Dia yang lemah gak pernah bisa marah? XD Wallahu alam. Hahahaha.

Dia tertidur dengan handphone yang dalam kondisi tidak berpulsa. Sebuah sms datang dari Seseorang, mengajak untuk makan donat. Dia pun tersadar dalam setengah kantuknya kalau ia tidak bisa mengeksekusi aksi Reply. Dan... dia tidur lagi sambil bilang 'maaf' dalam hati.

Jadi, pada pukul 10 malam, tepatnya setelah Dia selesai belanja kopi dingin di minimarket, Dia memperoleh 3 misscall dari Seseorang. Disusul oleh sebiji sms yang gak enak banget auranya. 'Baiklah, apa kamu balik marah sekarang???'. Dia mulai berpikir sulit. Sudah tadi gak ngasih kabar apapun terkait acara makan-makan, gak ngangkat telpon pula. Mungkin ajalah ya kalau Seseorang kesal. Akhirnya Dia mengisi pulsa di minimarket yang sama dengan niat untuk minta maaf. Maunya via telpon, tapi Seseorang gak mau ngangkat tuh. Bales dendem nih ceritenye? Hehehe. Alasannya sih sakit gigi. Ya sudah. Toh kalau memang susah luar biasa menggerakkan mulut itu, ayo kita pakai keypad saja. 

Seseorang sih bilang "kagak". Juga bilang "selow". Terus bilang lagi kalau ia sedang ingin sendiri. Plis note : wanita itu 'implisit implisit nyakit'. 

"Kalau saya ada salah, maaf ya."

Gak dibales dong T_T

Makanya hatinya jadi galau. Sayangnya, gak ada yang bisa Dia lakukan untuk mengatasi rasa galau tersebut, sehingga mendadak Dia mau nyetel lagu-lagunya Vierratale sebagai temen belajar. Dia lagi jadi anak alay sekarang. Alhamdulillahnya alay beriman. Sembari menye-menye, Dia berdoa semoga mentari pagi esok mencerahkan hubungannya dengan Seseorang. Hahaha. Amien.

Thursday, March 7, 2013

Hai, Sudut Kepala Menohok

Kamu terlahir dalam ikatan pernikahan yang sah. Kamu tidak dibuang ke pinggir-pinggir jalan seperti yang berita-berita televisi tayangkan. Malah ayah dan ibumu membuatkanmu akte kelahiran. Mereka mengasuhmu dengan cinta di waktu kecil dan berharap bisa membanggakanmu ketika sudah dewasa. Kamu anak pertama dan kamu dinomorsatukan. Kamu pun berusaha menjaga nama baik mereka dan senantiasa mendoakan mereka agar mereka diberi umur panjang sehingga kamu sempat berbakti ketika mereka menua.

Kehidupan akademikmu luar biasa. IPK berada pada nominal yang tidak bisa disepadankan dengan miliknya mahasiswa rata-rata. Dengan bangga bisa kamu bilang kalau kamu mendapatkan semuanya dengan jalur yang benar. No cheating. No lobbying. Tanpa paha. Tanpa tepe-tepe. Tanpa mengulang atau SP mundur. Tanpa KKN. Yeah.

Namamu besar dimanapun kamu berada. Para dosen dan staf administrasi jurusan tahu kamu. Guru-guru sekolahmu yang dulu tidak akan mudah melupakanmu. Pegawai dekanat kenal kamu. Bapak kantin kenal kamu. Tukang somay, tukang bakso tusuk, tukang bubur ayam, dan tukang sate padang kenal kamu. Kasir Alfa**rt kenal kamu. Putri bungsunya dosen kenal kamu. Pelajar dari belahan sekolah yang lain kenal kamu. Bahkan penumpang sebuah bus yang domisilinya di Palembang aja kenal kamu.

Teman-temanmu luar biasa. Terkadang mengesalkan, tapi kamu tidak pernah bisa berhenti tertawa bila berada di dekat mereka. Mereka menginspirasimu dengan mimpi-mimpi dan aksi mereka yang hebat. Mereka perhatian, dan kamu memperhatikan mereka. Kamu diingatkan, dan kamu dengan senang hati mengingatkan mereka. Kamu menjadi pendengar yang baik, dan mereka mendengarkan kamu. Mereka paham bagaimana kamu, dan kamu paham bagaimana mereka. Kamu jujur, mereka jujur, walaupun saat kamu diam, mereka kepo. Mereka berbagi sehingga kamu berani membagi. Mereka sempurna untukmu, dan kamu cukup untuk mereka.

Kamu punya para junior yang tidak hanya menghormatimu, tapi juga menyayangimu. Yang menyapa kamu dengan senyum dan nada bicara tidak kaku. Yang kamu anggap setara denganmu dan tidak pernah kamu rendahkan.

Juga para senior yang selalu bersedia mengajari apa yang tidak kamu tahu. Yang sedang frustasi dengan skripsinya masing-masing tapi tidak pernah marah bila kena kongek olehmu. Yang kamu kagumi kemampuannya dan kamu andalkan.

Aliran hartamu insya Allah tidak akan pernah putus. Kalaupun memang terjadi bencana seperti itu, itu tidak akan sangat lama. Karena kamu tahu caranya untuk membuat kantongmu selalu tebal. Karena kamu mampu untuk membuat kantongmu selalu tebal. Karena sebenarnya ada keluarga di sana yang masih menopang hidupmu walaupun kantong mereka tidak selalu tebal. Yang sesungguhnya tidak kaya namun kamu tetap bisa makan, tetap bisa menikmati tidur di dalam rumah hunian, tetap bisa isi bensin, tetap bisa isi pulsa, dan tetap bisa nonton tipi. Yang sebenarnya tidak mampu untuk membuat sumur bor namun kamu tetap bisa minum, tetap bisa mandi, tetap bisa nyuci, dan tetap bisa buang air. Kamu tidak sampai harus tayammum karena tetap bisa wudhu.

Kamu tidak atheis. Kamu tahu siapa yang harus kamu sembah dan paham bagaimana cara menyembah-Nya. Kamu menyayangi-Nya dan selalu berharap agar Dia juga menyayangimu. Kamu ingin Dia selalu dekat dan alhamdulillah segera tersadar jika Dia ternyata menjauh. Kamu meminta pada-Nya saat kamu sulit, dan Dia menenangkanmu dalam kesulitanmu.

Kamu senang menjadi dirimu sendiri. Kamu tidak pernah menyesal terbentuk menjadi perfeksionis. Kamu tidak pernah menyesal kalau sampai sekarang masih juga idealis. Kamu menyukai apa yang kamu lakukan dan kamu mengerjakan segalanya dengan total. Kamu menghargai, mematuhi, dan memegang teguh setiap filosofi dan prinsip hidupmu. Kamu terus memperbaiki diri, tidak cepat puas namun senantiasa bersyukur, dan berlari sejauh-jauhnya dari sikap sombong. Bagimu, hidupmu yang terbaik. Se-lebih-baik apapun hidup orang lain, kamu tetap yakin, hidupmu tetap yang terbaik untuk dirimu.

Hatimu damai, tenang, dan tidak galau, insya Allah dalam waktu yang lama. Kamu sudah stabil. Tidak lagi ababil, meskipun banyak keadaan yang mencoba memaksamu kembali ababil.

Kamu bahagia. Mungkin benar kamu tidak mendapatkan apa yang selama ini kamu idam-idamkan, tapi ternyata Tuhan melihatmu dari kejauhan, kemudian menghadiahimu dengan pilihan-Nya. Kalau sudah begitu, apa ada lagi rencana lain yang lebih pantas?


Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan, wahai Aku???

Friday, January 11, 2013

Maaf kalau saya sok dekat.
Maaf kalau saya sok kenal.

Kita jauh. Sangaaaaat jauh. Dan bodohnya saya baru sadar kalau jarak kita sejauh itu.

Friday, December 21, 2012

Sorry to...

  1. Teman-temanku yang sudah datang minta tolong namun kutolak secara nyata karena aku sibuk dengan kegiatan koding sistemku. Maaf, karena aku telah memberi respon tidak menyenangkan. Maaf, kalau aku masih egois. 
  2. Laporan rangkaian adder yang kubuat hanya dengan mengganti bukti kepemilikan originalnya dengan nama dan NPM-ku.
  3. Laporan register geser yang sungguh sangat tidak maksimal.
  4. Tugas Akhir Riset Operasi yang nyaris melewati deadline pengumpulan.
  5. Salah satu dosen dan rekan-rekan sekelompokku yang gagal bangga padaku karena hanya mampu menyelesaikan satu buah form dalam waktu yang sepanjang itu.
  6. Kau. Aku bukan lagi aku yang sedekat itu pada-Mu seperti semester ganjil tahun lalu.

Sunday, December 16, 2012

Teringat Celetukan Seorang Teman

Pada dasarnya, aku menuntut ilmu untuk mengejar-Mu, Tuhan.

Pada dasarnya, aku berjuang keras begini untuk meraih surga yang sering Kau iming-imingkan.

Aku belajar mati-matian untuk membawa kesejahteraan pada keluarga, untuk mengawetkan senyum di wajah kedua orang tuaku, serta untuk membawa kemaslahatan pada orang-orang di sekitarku. Semuanya jelas berbuah pahala kan di sisi-Mu? Semuanya sesuatu yang baik kan, Tuhan?

Maka maaf kalau dedikasiku pada-Mu pernah terhalangi oleh ambisi diriku yang juga menginginkan prestise dunia. Maka aku mohon ampun jika aku tidak sengaja menjadikan-Mu sebagai yang nomor dua untuk sebuah urusan yang tidak bisa dibandingkan sama sekali dengan diri-Mu. Maka aku mohon diingatkan jika aku lupa sebenarnya untuk apa dan untuk siapa aku bernafas saat ini.

Sunday, September 4, 2011

Maaf ya....

(untuk seseorang di seberang sana)


Monday, July 11, 2011

Minta Maaaaaffff T_T

Ini permintaaan maaf yang kesekian kalinya, dengan alasan yang gw pikir sama dengan sebelum-sebelumnya : maap sekian lama gak merhatiin kamu lagi, blog. Meskipun gak separah arsip bulan Maret lalu yang gak punya posting sama sekali, yang ini tetep juga gw anggep parah. Walaupun itu tercetak angka "(7)" di bulan Juli, ya tetep aja parah. 

Tetep aja parah. 
Tetep aja parah. 
Tetep aja parah.
#nyesel lebai


Maaf ya bloooog. Maaaaaffff.


#sumpah, lebai