Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts

Sunday, March 22, 2015

Sunday Morning

I love sunday morning. Lengangnya jalanan, beserta lenyapnya polisi dari pandangan, yang itu berarti nol peluangnya untuk tertilang, sungguhlah sesuatu-sesuatu yang membuat hari menjadi menyenangkan. Meskipun masih banyak pekerjaan di belakang yang belum selesai, emm... tepatnya tak terselesaikan bahkan hingga pekan berakhir, that's enough. Baiknya, semua ini disyukuri dahulu, apalagi setelah kopi duren dan duku manis terhidang di depan mata, dengan harapan Dia terpuaskan, kemudian, dengan kuasa-Nya, memaksaku untuk melepaskan alhamdulillah-alhamdulillah yang lainnya. Amin :)

Tetiba teringat foto seseorang, berjas putih-putih, menggendong bayi di tangan dengan senyum mengembang. Ingin rasanya seketika melabrak beliau yang tau-tau punya anak tanpa mengundangku ke pernikahannya. Namun sebuah caption memutarbalikkan hati, menjungkirkan diri, membuka gerbang iri. Aku pun menyadari bahwa akhirnya sampailah aku pada sebuah fase, yang sayangnya posisiku di sana bukanlah sebagai fulan yang terlibat di dalamnya, melainkan sekedar orang lewat yang, tak bisa tidak, terdecak kagum. Yang, tak bisa tidak, terdiam termenung, mengangankan jalur hidup yang demikian terpampang dan terjamah, untukku. Yang, tak bisa tidak, mengakui penuh-penuh bahwa pengharapan lama itu masih bersikukuh bertahan, menyala, tak lekang hingga sekarang.

Untuk kesekian kalinya, syukur-lah perisai terbaik yang memakuku kuat pada realita. Nyatanya, paragraf lebai barusan berjaya tak satu sekon pun. Dan aku berlanjut menikmati pagi-Mu yang damai, menyentuh sejuk dan segarnya angin, memandikan diri dengan semburan cahaya matahari. And I felt good. Begitu luar biasanya sampai jalan licin becek yang kulalui pun tak mampu merusaknya. Dan aku terseponah, lagi, akan hebatnya Engkau, yang di tengah-tengah suasana serba menyulit ini masih menyerakkan kemudahan dan ketenangan, yang tak perlu uang seabrek-abrek untuk bisa mendapatkannya. Aku mah apa atuuuh tanpa Kamu yak.

In spite of that, I still love Sunday morning.

Actually, I love every morning :)

Sunday, November 11, 2012

Keampuhan Sms Send All "Met Malem" dan "Met Bobo"

Berikut merupakan cerita koplak namun mengharukan yang gw dapatkan dari temen kuliah ketika kemarin kami main-main ke pantai. Jadi, tokoh utamanya adalah tiga komrad satu angkatan : fresh-jombloer, sebut saja Bunga, kemudian mantan pacarnya, yang kita panggil saja Doni, lalu yang terakhir adalah teman Doni, yaitu Ferdi. Kisah bertema cinta ini tak sengaja terkuak saat kami sedang semangat-semangatnya menggalau-galaui Bunga yang baru saja putus.


PROLOG
Kembali pada masa-masa jaya kami di semester pertama, ketika kami masih dalam versi unyu-unyu-nya mahasiswa.

Gw gak tau, apakah Bunga yang ingin menghabiskan sms gratisan operator, atau memang begitulah trend anak muda jaman itu, yang jelas, dia selalu sms "Met malem" atau "Met bobo", yang disertai dengan emote-emote cantik, tentunya, di setiap malam, kepada kami (perhatikan kata "kami" yang dipertebal barusan ya), makhluk satu angkatan. Ya, kalian pasti langsung ngerti kalau sms ini tipenya send all, dan gw, juga orang lain, biasa aja dengan itu. Namun tidak dengan Doni. Mungkin karena di daerah asalnya sana, budaya beginian gak ada kali ya, jadi dia memberanikan diri bertanya, dengan polos, kepada Ferdi.

Doni : Fer, kok Bunga ini sms kayak gini terus ya?

Terus, emang dasar Ferdi-nya yang jahil, tanpa mikir lagi, dia sok enak nyeletuk,

Ferdi : Dia suka sama lo kali' Don!

Padahal itu sms send all, yang artinya Ferdi juga pasti dapet -_____- Kami gak tau apa reaksi dan tindakan Doni setelah jawaban ngasal tersebut, tapi kami terpaksa gak bisa memikirkan plot lain karena pada akhir semester, Bunga dan Doni beneran jadian. W-O-W. Gw ngakak, mereka juga ngakak. Terlepas dari valid atau tidaknya cerita yang baru saja gw beberkan, gw gak pernah kepikiran tentang kenyataan dimana dua orang menjadi sepasang kekasih karena sms send all XD

EPILOG
Berfoto di atas pasir Mutun, mengucapkan ramai-ramai "Doniiii~" sebagai pengganti "Cheee~se"

Saturday, March 10, 2012

Trouble Everywhere

Kenapa gw disambut dengan bejibun masalah di Sabtu pagi gw yang indah? Apakah karena "masalah" dan "indah" sama-sama diakhiri dengan huruf 'h' sehingga keduanya berkorelasi? [mau sok etimologi tapi gak nyambung]. Atau karena gw yang sampa'h'? [sial]. 

Atau karena rektor kita si ******?  #opini ala mahasiswa teladan (baca : jujur).


Ketika di subuh hari gw terbangun, kopi yang gw letakkan di atas CPU rusak telah mendingin. Dan juga berkurang seperempatnya, pertanda ada yang memasuki kamar pengap gw ketika gw sedang tidak terjaga dan menyeruputnya diam-diam. Setelah berdoa semoga "si peminum sebelum gw" tidak punya penyakit ganas apapun yang bisa menular melalui mulut, gw menghabiskan sisanya. Dengan cepat. Tepat. Kilat. Hebat.

Gw pun menyapa ebook Beginning Java yang menurut rencananya malam kemarin gw baca habis (lebai) namun tidak jadi karena ketiduran. Semua ini akibat dari kecapekan ketawa dan main gulat-gulatan tidak imbang di rumahnya Choi. Ckckck. Menyesal memang selalu datang belakangan. Terkadang gw ingin menukar kehidupan gw dengan miliknya "menyesal". Ya gimana gak tertarik coba, udah datengnya paling telat, yang jengkel orang lain pula.

Hahahaha.  #daripada gw "krik krik krik".

Diiringi dengan suara Archuleta, gw membaca dengan seksama lembar per lembar literatur yang memuat 1154 page itu. Sesuatu banget pokoknya ketika gw tidak mengantuk sama sekali selama proses membosankan tersebut. Apakah karena energi melankolis yang berasal dari genre backsong gw melingkupi dan menopang jiwa raga gw? Yah, apapun itu, yang jelas gw menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk sampai pada materi per-kompile-an.

Tanpa ada hujan badai dan pangeran pembawa payung hitam, tiba-tiba gw teringat pada MinGW PC gw yang tidak mau dikompile lewat cmd. Dengan berbagai cara, sampai mengobrak-abrik internet, hingga memanipulasi environment variables secara sembarangan, akhirnya... tetep gitu-gitu juga. Gw langsung merasa telah melakukan hal yang sia-sia pada 60 menit yang lalu. Keputusan bulat pun gw eksekusi: mari reinstall saja dengan panduan dosen Programming di kampus.

Puas menyiksa diri gw sendiri, gw segera berangkat ke kampus untuk menyelesaikan segala hal yang perlu diselesaikan. Rintangan kali ini berada di motor Revo yang gw kendarai. Lock panel yang menutupi lubang kuncinya tidak mau terbuka sepenuhnya, sehingga menghalangi kuncinya untuk masuk. Alhasil, gw pun menghabiskan 15 menit untuk mendapatkan solusinya: membiarkan begitu saja lubang kunci jahanam tersebut terpapar ke udara.

Setelah sukses menyedot perhatian nyamuk-nyamuk MIPA T yang bekerja keras siang-malam, sekarang uretra gw yang minta dimanja. It's just about time, desakan siklus "upload 5 MB" akan segera dimulai.

Hiks hiks hiks.

Thursday, August 18, 2011

Curcol .3

Terkadang, walaupun begitu menginginkannya, ada kalanya juga liburan yang gw jalani ini terasa sangat membosankan. Jika tidak bejubel stok buku yang harus gw baca sampai habis, sudah dapat dipastikan gw akan membusuk di dalam kamar karena gak ada hal lain lagi yang bisa gw kerjakan. Setelah tiga jam pertama pagi hari gw dihabiskan untuk aktivitas rutin makan-mandi-nyapu-nyuci, selanjutnya gw bebas bermalas-malasan. "Online" memiliki statistik memuncak di awal bulan, tapi lama-kelamaan grafik frekuensinya menurun juga karena gw mulai memasuki titik jenuh menekuni dua hal ini saat surfing di dunia maya : blogging dan facebooking. Bukannya tidak ada variasi lain, tapi gw enggan memulai bisnis online di warnet karena masalah kenyamanan. Jadilah kepentingan gw selanjutnya dengan internet terbatas pada email-checking, searching, dan download.


Jelas gw kembali menulis lagi. Masa-masa santai begini adalah saat yang tepat untuk mendera otak kanan dan kembali berkarya. Tapi biasalah, lagi-lagi yang mampu gw hasilkan sekarang hanya rangkaian paragraf panjang berbau curcol. Gw sangat merindukan diri gw yang dulu bisa memenuhi setengah isi buku 58 lembar dengan cerita fiksi hanya dalam waktu sehari. Sekarang kadang-kadang gw bingung sendiri apa yang sebenarnya gw tulis sampai gw tahan berjam-jam begitu. Entahlah, tapi gw merasa semakin dahsyat MIPA gw, semakin jebloklah kemampuan sastra yang gw punya.


Beberapa hari terakhir gw bertingkah seperti embrio : tertidur pagi sekali, lalu terbangun terlambat sekali. Pernah suatu saat gw tidur jam 9 malem dan bangun lagi pukul 8 pagi. Hampir 12 jam. Sungguh gak gw banget yang biasanya mengalokasikan waktu minimum untuk tidur. Yah, mungkin pernah sesekali gw meng-embrio seperti itu, tapi itu dalam kondisi yang tepat, misalnya setelah tes SNMPTN. Ini nggak, keadaan begini berlangsung hampir satu minggu ; hingga akhirnya kemarin malem gw berhasil tidak tidur kembali setelah menenggak habis segelas kopi Good Day.


Ada suatu hiburan tersendiri ketika kawan-kawan, baik itu teman kuliah atau teman-teman lama, ngajak main dan kumpul-kumpul. Setidaknya gw tidak membongkrek terus-terusan di dalam kamar gw yang remang-remang dan panas. Walaupun cuma ngrumpi gak jelas, itu lebih menyenangkan ketimbang ngomong sama buku Fisika di meja kerja (baca : belajar Fisika sambil nyanyi-nyanyi). Ya, kalau ditanya apakah gw masih belajar, terang aja gw masih belajar. Untuk "kehidupan kesetanan" gw yang selanjutnya, gw sudah memprediksi kalau tidak akan tersisa banyak waktu luang untuk persiapan SNMPTN 2012 dikarenakan gw akan 'dipaksa' fokus ke perkuliahan dan tentunya perhatian gw akan terkuras habis untuk menyukseskan "Plan B". Jadi, gw memanfaatkan sedikit waktu tak terpakai yang gw punya untuk tetap melatih otak. Anggaplah ini perwujudan dari pre-start action yang gw gadang-gadang di posting-posting sebelumnya.

Intinya, gw tetap mencoba untuk sibuk. Sibuk untuk masa depan gw yang masih panjang dan belum tentu mau jadi apa. Hahahaha.