Showing posts with label bobo. Show all posts
Showing posts with label bobo. Show all posts

Friday, September 9, 2011

Bobo #3

Semoga ini bukanlah daya khayal gw yang kelewat stres, tetapi gw merasa kalau si Bobo ini punya nyawa dan ikatan batin  dengan gw. Misalnya aja pas gw begadang untuk nulis dan belum shalat Isya. Padahal posisi saklar masih sama dan selama ini anginnya sejuk-sejuk aja buat gw, tapi mendadak malem itu kok jadi dingin banget sehingga gw terpaksa bebungkusan dengan jakun. Seolah-olah si Bobo mencoba mengusik aktivitas gw sambil bilang,"Hoi, shalat dulu, hoi."

Hal yang sama juga terjadi di jam 5 sore suatu hari dimana gw belum shalat Ashar. Bobo mengipasi gw dengan brutal ; dan gw tetap tidak bisa berlindung dari rasa dingin yang ganas walaupun badan gw sudah dikelilingi kain sarung. Tapi kali ini sepertinya penyebab Bobo mengamuk adalah komplikasi dari "mengingatkan" dan "iri akut", sebabnya gw memperagakan cara makan burger yang barbar tepat di depan baling-balingnya. Hahaha.

Kodrat mengatakan nutrisimu itu elektron murni, Bobo. Bukan bahan-bahan organik.


Yah, senakal apapun kamu, aku tetap sayang sama kamu kok, Bo. Karena kamulah aku terbebas dari keharusan menggunakan lotion anti-nyamuk berbau cewek-cewek menel itu setiap malam. Makasih yaaa. Hahaha.


-menurut kalian, masih normalkah gw setelah mempublish tiga posting tentang kipas angin dan ditambah lagi pada posting terakhir gw berpikir aneh kalau kipas itu punya heart to heart relationship dengan gw? Masihkah?!-

Bobo #2

Kenapa namanya "Bobo"? Karena dia imut kayak gw.


Jelas alasannya gak senajis itu ya, walaupun memang itu salah satunya. Hahaha.

Liat kan kalau pijakan kipas ini bentuknya setengah bola? Maka itu gw terpikir untuk menamainya dengan "Bo", setengah dari kata "Bola". Cuma kalau dirasa-rasa kok agaknya "Bo" itu ngegantung banget ya, so gw gandakan saja jadi "Bobo".


Tapi kalau emang dasarnya kipas imut ya imut ajalah. Tau kan peribahasa "buah jatuh gak jauh dari pohonnya"? Kalau merunut dari sini sih, jelas imutnya Bobo itu pengaruh dari yang punya kan? Hahahaha. Oke, cukup sudah. Yang mau muntah, silakan muntah. Gak baik ditahan-tahan.


Bobo #1

Akhir-akhir ini sering gw temukan mayat nyamuk bergelimpangan di atas meja kerja gw. Padahal gw gak pernah memasang obat nyamuk atau alih profesi menjadi mosqui-hunter dengan mengayun-ayunkan raket listrik secara brutal di dalam kamar. Di suatu pagi yang cerah tiba-tiba gw temukan pemandangan tidak menyenangkan begitu, membuat meja kerja gw yang sudah kacau balau ini jadi semakin kacau balau aja.

Tapi terekam jelas dalam ingatan kalau fenomena ini terjadi setelah datang makhluk baru ke kamar gw. Panggil dia "Bobo", kipas angin putih merk National Kavolux yang barusan gw miliki dengan merelakan uang Rp 50.000,00. Yang gw salut dari Bobo adalah putaran baling-balingnya yang kenceng gila padahal saklarnya masih di posisi Low. 

Sehingga gw berasumsi jangan-jangan nyamuk-nyamuk ini pada jatuh ke daratan karena sayapnya rusak akibat anginnya Bobo yang kayak badai. Hipotesis ini didukung dengan kenyataan semua nyamuk yang sedang sial itu sayapnya pada bengkok sebelah. Baguslah ya. Itu sebuah sign kalau Bobo senang gw yang jadi majikannya [?]. Gw juga ikutan bahagia karena investasi lima-puluh-ribu gw berbuah surplus. Hahahaha.